Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Berita bahagia di tengah duka


__ADS_3

Tiit... ... .


Bunyi suara dari mesin monitor detak jantung David.


Garis di layar monitor menjadi lurus.


Jantung Bella berhenti berdetak seketika. Dia terpaku menatap para Dokter yang panik. Matanya nanar memandang semua itu. David tidak boleh meninggalkannya untuk kedua kali karena dia tidak akan sanggup menanggungnya lagi.


Dokter mulai menempelkan alat kejut jantung di dada David seketika tubuh David bergerak ke atas.


"Masih belum ada pergerakan Dokter Faisal!" ujar Dokter lain melihat layar monitor.


"Dua kali lagi atau kita kehilangan dia," kata Dokter Faisal yang memegang defibrillator.


"Dia kehilangan banyak darah!" ujar Dokter satu lagi.


Bella maju ke depan membuat Dokter dan perawat terkejut karena mereka melupakan kehadiran istri dari pasien.


Satu perawat ingin mencegahnya mendekat tapi Dokter Faisal memberi tanda untuk membiarkannya mendekat.


"Kau tidak bisa meninggalkanku!" ujar Bella dengan suara serak dan parau.


"Ka-kau berjanji akan selalu berada di sampingku dan menjagaku selamanya!" ucap Bella.

__ADS_1


"Lalu bagaimana aku hidup tanpamu. Jika aku tahu begini akhirnya lebih baik aku pergi saja dari hidupmu agar kau bisa tetap hidup! Kau kejam... kau memberikan penderitaan baru padaku! Jika kau ingin melihat Cantik dan aku bahagia bangunlah! Tidaklah kau ingin melihatku mengandung anakmu, anak kita, menemaniku saat aku melahirkan nanti. Jangan tinggalkan aku David di saat aku membutuhkanmu," ucap Dara. Dia menunduk dan mencium dahi David.


Air matanya menetesi wajahnya yang pucat pasi.


"I love you, aku sangat mencintaimu," ucap Bella bergetar. Dia tidak bisa menopang tubuhnya lagi semua tiba-tiba terasa gelap untuknya. Tubuhnya luruh jatuh ke lantai.


"Nyonya...!" itu adalah panggilan terakhir yang didengarnya setelah dia pingsan tidak sadarkan diri lagi.


***


Entah sudah berapa lama Bella tertidur. Dia membuka matanya ketika mendengar beberapa orang mulai berbicara di dekatnya. Sinar matahari menyilaukan pandangannya.


"Di mana ini?" tanya Bella yang melihat ruang dengan cat warna putih dan jendela di sampingnya. Dia terlihat pucat dengan bibir berwarna pink keputihan.


"Aku senang kau selamat," kata Naura yang berada di samping Riska menyeka air matanya. Dia tidak tega melihat keadaan Bella saat ini.


"Maaf kau harus mengalami hal berat seperti ini," lanjutnya lagi. Tangan Naura membelai rambut Bella.


"Bu, apa yang terjadi denganku," tanya Bella. Dia merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Kakinya sulit untuk di gerakkan. Dan tangannya tersambung oleh selang infus.


Bella memegang kepalanya yang terasa pusing. Rasa mual mulai menyerangnya. Bau karbol rumah sakit selalu membuatnya mual.


"Uwek... uwek...," Bella bangkit ingin ke kamar mandi. Akan tetapi Naura dengan cepat membawakan baskom kecil dari kamar mandi di dalam ruang perawatan.

__ADS_1


Bella memuntahkan isi dalam perutnya hanya berupa cairan berwarna kuning saja.


Dokter yang baru masuk melihat kejadian ini. Dia tersenyum dan mendekat.


"Ini biasa terjadi pada wanita hamil," terang Dokter itu.


"Hamil?" ucap Bella menyeka mulut dengan tissu basah yang diberikan oleh Riska. Dia terkejut dengan berita yang diberikan oleh Dokter.


"Ibu aku hamil! Aku harus memberi tahu pada David berita ini. Dia pasti akan sangat bahagia," ucap Bella bahagia.


Tapi senyumnya perlahan memudar. Dia mulai mengingat kejadian terakhir antara dirinya dan David.


Pria itu tergeletak di ruang penanganan tanpa detak jantung dan apa yang terjadi. Jangan katakan jika pria itu telah tiada. Ini tidak mungkin terjadi. Dia tidak bisa hidup tanpa cintanya. Ini anak yang David tunggu dari dulu haruskah dia hidup tanpa ayah di sampingnya.


"David... David!" ucap Bella terbata-bata dengan air mata yang mulai mengalir.


***


Tega banget sih... ini hari jum at yang kasih vote cuma sedikit 😭😭😭


Likenya...


Komentar sepi banget....

__ADS_1


__ADS_2