
Belum juga lima menit David sudah keluar dari pintu lift menuju ke arah Cinta. Dia mendekati wanita itu.
"Kau sudah selesai," ujar David yang terlihat sangat peduli. Dia menundukkan wajahnya dan mengusap bekas air mata Cinta.
"Aish ... Benar apa perkiraanku kemarin. Ya sudah kita pulang saja," ajak David menggenggam dan menarik tangan Cinta.
Mereka lalu keluar dari lantai ruangan itu dengan saling berpegangan tangan. Cristian melemparkan gelas yang ada di mejanya dengan sangat keras setelah melihat CCTV di luar ruangan dari layar komputer miliknya.
"Kau yakin cara ini akan berhasil?" tanya Cinta ketika mereka sampai di dalam mobil.
"Kita lihat apakah dia masih mencintaimu atau membencimu!" ucap David lalu mulai menyalakan mesin mobilnya.
"Aku heran mengapa kau mau bersusah payah menolongku!" tanya Cinta.
"Jika masalahmu telah selesai nanti aku kan meminta bayarannya. Hutang balas Budi itu lebih berat!" kata David lalu tersenyum penuh misteri.
***
David berjalan menggandeng tangan Cinta ketika mereka memasuki sebuah aula pesta. Pesta kalangan menengah atas yang sangat ramai dan terlihat mewah dengan hiasan bola bola kristal yang berada di setiap sudut ruangan dan juga bunga-bunga tulip yang bergantung cantik di langit-langit ruangan.
__ADS_1
Mereka nampak serasi dengan pakaian yang berwarna seragam. David memakai jas berwarna merah begitu juga Cinta. Wanita itu memakai dress panjang dengan belahan yang memanjang dari ujung kakinya hingga ke atas paha, bahunya yang putih terbuka lebar hanya tertutupi oleh tali berukuran spageti. Semua mata memandang ke arah mereka.
Cristian sendiri sedang berbincang dengan beberapa relasinya tatkala salah seorang diantara mereka menunjuk ke satu arah.
"Lihatlah bukankah itu David. Wanita mana lagi yang dibawanya kali ini? Cantik sekali!" celetuk salah seorang kawan Cristian.
Cristian lalu menoleh melihat ke arah yang dituju. Tangannya menggenggam erat gelas di tangannya.
"Kalau yang ini mantap bro, cantik, berisi dan seksi. Dapat darimana dia?" ucap pria lainnya.
Cristian ingin sekali mencokel mata kawannya itu. Dia lalu meminta segelas bir lagi pada bartender lalu meneguknya sekali teguk
"Hai Cristian, kau datang ke pesta ini rupanya. Kau sendiri atau bersama siapa?" tanya David.
"Aku bersama Maria, itu dia di sana sedang menyapa teman-temannya," tunjuk Cristian pada sosok wanita cantik di salah satu sudut ruangan.
"Siapa namamu Cantik?" tanya pria berjas putih pada Cinta sembari mengulurkan tangannya. Namun tangannya langsung di tepis oleh David.
"Jangan menyentuhnya dia milikku!" ucap David posesif. Membuat Cristian terkejut karena tidak biasanya pria itu bertindak seposesif itu pada seorang wanita. Apa David memang punya hubungan khusus dengan Cinta? Ah apalah itu dia dan Cinta tidak ada hubungan apa-apa lagi. Tidak seharusnya dia cemburu dan marah. Pikir Cristian.
__ADS_1
"Eeits, aku tidak akan menyentuhnya tanpa seijinmu," kata Alehandro dengan menaikkan dua tangannya ke atas.
"Maaf Cantik nampaknya pasanganmu ini sangat mencintaimu hingga dia tidak ingin kau disentuh pria lain." Pria bernama Alehandro itu menatap kesal pada David.
"Yah, mungkin karena dia sangat mencintaiku," jawab Cinta tenang sembari melihat ke arah David.
"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ... ." Cristian tersedak oleh minumannya.
"Pelan-pelan bro, kau sudah minum banyak malam ini. Jangan sampai kau mabuk di pesta ini dan membuat kekacauan," kata Alehandro.
''Kapan aku pernah membuat kekacauan!" tanggap Cristian cuek. Alehandro menaikkan bahunya. Cristian memang benar dia tidak pernah melakukan hal konyol yang akan mempermalukan dirinya sendiri.
"Cinta lihat ada lantai dansa di sana bagaimana jika kita menari," ajak David.
"Baiklah, aku suka menari dan aku adalah ratunya dia setiap acara."
"Wow, kebetulan sekali. Jika kau selalu menjadi ratu berdansa dalam setiap acara maka Cristian selalu menjadi raja dansa di setiap acara pesta," kata Alehandro.
"Kami pernah berpasangan dulunya," jawab Cinta.
__ADS_1