
Pukul delapan malam Kris baru pulang dari tempat kerjanya. Dia membuka pintu rumah dan melihat rumah dalam keadaan gelap. Tidak seperti biasanya. Hatinya mulai merasa takut. Dia lalu menyalakan ruangan itu. Seketika semuanya menjadi terang.
"Tidak ada Dara," gumam Kris. Biasanya jika dia pulang tengah malam dia akan mendapatkan Dara tidur di kursi tamu.
Rasa panik mulai menyelimuti hatinya. Dia lalu naik ke atas menuju kamar Dara. Berhenti sejenak di depan pintu takut jika apa yang dia takutkan akan terjadi.
Dia memalingkan wajah ke samping dan mengambil oksigen untuk masuk ke paru-paru nya yang mulai terasa sesak.
"Ku mohon jangan pergi," gumam Kris merasakan sakit di dadanya. Dia takut kehilangan wanita itu.
Dia lalu memutar knop pintu itu dan mulai membuka pintu kamar. Suasana kamar tampak gelap, harum parfum yang biasa Dara gunakan memenuhi ruangan itu. Kris bisa melihat siluet tubuh wanita itu di atas tempat tidur.
Rupanya wanita itu tidur cepat. Apa yang dia khawatirkan tidak terjadi.
"Kris kau kah itu?" tanya Dara ketika membuka matanya dan melihat cahaya masuk ke kamarnya dari pintu yang terbuka.
Kris lalu masuk ke kamar Dara sesuatu yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Dia selama ini menahan diri karena tidak ingin melihat Dara terluka karena pernikahannya. Wanita itu berhak bahagia dengan pria baik diluar sana yang akan mencintainya. Kris tidak bisa memberikan cinta itu untuknya.
Kris melangkah maju dan Dara mulai menyalakan lampu kamarnya. Wajah Dara yang cantik alami terlihat jelas di mata Kris. Rambutnya sedikit berantakan karena baru bangun dari tidur. Akan tetapi, matanya terlihat bengkak seperti habis menangis.
Kris lalu duduk di pinggir tempat tidur dan Dara lalu duduk bersandar di tempat tidur.
"Maaf aku ketiduran tadi," ucap Dara tersenyum.
__ADS_1
Tangan Kris memegang pipi Dara membuat darah wanita itu mendesir.
"Kenapa kau menangis?" tanya Kris mengusap bawah mata Dara lembut.
"Tidak ada apa-apa," ucap Dara menarik tangan Kris dari pipinya. "Aku akan buatkan kopi untukmu."
Kris menggelengkan kepalanya membuat Dara kembali lagi keposisinya.
"Mengapa kau mengatakan ingin pergi?" tanya Kris.
"Itu karena kau akan menikah tidak baik untukku terus tinggal ditempat ini," ucap Dara.
"Untuk apa Kakek menemuimu kemarin?" tanya Kris langsung membuat mata Dara melebar
"Dia hanya mencarimu, tidak mengatakan apapun," jawab Dara menyembunyikan semuanya. Tetapi tangannya mengatakan lain. Kedua tangannya menarik-menarik kecil selimut yang menutupi sebagian tubuhnya.
"Kau tidak pandai berbohong Dara. Lagi pula dia berada di sini selama setengah jam apa saja yang kalian bicarakan?" desak Kris. Dara menatap Kris lalu kembali menundukkan pandangannya.
"Dia mengira kita ada hubungan khusus padahal kau tahu sendiri jika kita tidak punya hubungan apapun. Dia tidak mempercayainya dan ... ."
"Menyuruhmu pergi?" tanya Kris.
Dara lalu menatap Kris. Dia terdiam tetapi Kris tahu jika itu adalah iya.
__ADS_1
"Karena itu kau akan pergi?" tanya Kris. "Meninggalkan aku sendiri?" batinnya.
"Kris aku harap kau akan mengerti ini tidak baik untuk kita tetap tinggal bersama," ujar Dara.
"Kenapa Dara, bukankah katamu kita tidak punya hubungan apapun. Kau bisa bekerja disini dan menghasilkan uang. Kau pun akan mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman," cetus Kris.
"Kris itu tidak semudah yang dikatakan. Kau akan punya istri dan keluarga sendiri apa kata calon istrimu jika tahu kau tinggal bersama wanita lain selama ini." Dada Dara semakin terasa sesak dan matanya sudah terasa panas.
"Bukan itu pertanyaannya. Jika aku menikahi wanita lain apa kau akan terganggu melihatnya?" tanya Kris.
Dada Dara sudah naik turun, nafasnya sudah mulai tercekat.
"Tidak!" jawab Dara lantang.
"Kau bohong Dara, aku tahu kau menyukaiku," ucap Kris lantang membuat Dara terkejut. Dia lalu menutup matanya rapat dan menahan tangisnya agar tidak keluar.
***
Like , komentar dan Vote jangan lupa...
Ini hanya kumpulan kisah cinta ya...
Tadinya authornya hanya iseng nulis Cinta dan Cristian tetapi di akhir kisah pembaca mulai merangkak naik jadi diteruskan ke Bella dan David. Mengapa tidak meneruskan kisah cinta dan Cristian saja? Karena rencananya cuma seratus bab dan authornya g mau memaksakan plot dengan cerita ngalor ngidul yang terkesan dipaksakan. Begitu pula Bella dan David, permasalahan selesai ya tamat, sesekali di selingi momen kebersamaan mereka karena waktunya bertepatan.
__ADS_1
Harap mengerti dan menikmati. Ini authornya masih mode santai kalau udah kejam nanti bisa buat menderita semuanya.