Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Mengapa Harus Pergi?


__ADS_3

Seminggu telah berlalu keadaan Kaisar telah kembali pulih, lukanya pun telah berangsur mengering. Alehandro meminta agar Kaisar bisa pulang lebih dini atas permintaan anak itu. Dokter akhirnya menyetujui permintaan Alehandro.


Polisi telah menemukan ada indikasi kesengajaan dalam kecelakaan yang terjadi pada keluarga Tanjung.


Menurut keterangan Kaisar, sewaktu kecelakaan itu terjadi Anwar ada di sana, tetapi bukan termasuk korban kecelakaan. Sempat membuka pintu mobil tetapi ketika melihat Kaisar selamat dalam dekapan Natalia, Anwar malah menusukkan pisau pada keduanya.


"Anwar, untung kau datang, bawa keluar Kaisar," pinta Natalia lirih karena terluka parah dan tubuhnya terjepit badan mobil yang terbalik."


Anwar hanya terdiam, Kaisar yang menangis ketakutan dalam dekapan Natalia.


"Maaf Natalia, aku harus membunuh kalian. Sebenarnya aku tidak tega hanya saja seharusnya harta itu jadi milikku karena selama ini hanya aku yang bekerja keras untuk membesarkannya. Kalian hanya bisa menikmatinya saja," ucap Anwar lalu mengambil sebilah pisau dan di tusukkan ke dada Natalia. Dia lalu mau menusukkan ke tubuh Kaisar namun Natalia menghalanginya sehingga hanya mengenai pinggang menembus perut belakang anak itu.


Anwar ingin melakukan lebih namun beberapa pengendara mulai berdatangan mendekat jadi dia mundur. Sebelum itu dia menyalakan korek api dan dilemparkannya ke dalam mobil. Natalia menghalangi api itu mengenai Kaisar. Setelah itu, Kaisar tidak mengerti apa yang terjadi.


Sedangkan dari keterangan saksi yang lain mereka sempat memadamkan api itu sehingga tidak menjalar dan Kaisar adalah korban yang langsung dievakuasi sehingga tidak tersambar api.


Berdasarkan keterangan dari para saksi terutama Kaisar, polisi menjadikan Anwar sebagai dalang pembunuhan berencana terhadap keluarga Tanjung. Namun, sayang pria itu sudah melarikan diri entah kemana dan jadi buronan polisi.


Apalagi ketika Dara menambah keterangan jika pria itu adalah dalang penculikan dirinya dan beberapa wanita lain beberapa tahun lalu sehingga statusnya menjadi buronan paling dicari saat ini oleh semua petugas.


Kursi roda di dorong menuju keluar rumah sakit, Kaisar yang duduk di atasnya terlihat senang karena bisa kembali ke rumahnya. Dia tidak tahu jika Oma, Opa dan buyutnya, sudah meningal dunia. Dia tahunya mereka masih selamat seperti dirinya.


Dara yang mendorong kursi Kaisar sedangkan Alehandro menggendong tubuh Rose yang mungil.


"Nanti jika di rumah aku boleh mencoba kursi itu sepertinya bagus untuk mainan," kata Rose.


"Hush, ini milik rumah sakit," kata Dara.


"Kalau begitu pinjam kursi nenek saja," ujar Kaisar.


"Tapi kakak yang ambil," jawab Rose cempreng, Kaisar mau mengangkat jempolnya namun di urungkan ketika melihat Alehandro membelalak.


"Kay," panggil Alehandro dengan mata yang dilebarkan. Kaisar menutup mulutnya tertawa tanpa suara begitupula Rose.


Akhirnya mereka sampai di mobil. Anak-anak dan ibunya ada di kursi penumpang bagian belakang sedangkan Alehandro duduk di kursi penumpang bagian depan.


Di belakang mereka ada mobil lain yang mengiringi. Setelah tahu Anwar melarikan diri Alehandro menyewa beberapa orang untuk mengamankan anggota keluarganya terutama Kaisar karena akan jadi target pembunuhan.

__ADS_1


"Kak apakah kau boleh memakan ini?" tanya Rose memperlihatkan sebungkus kripik kentang pada Kaisar.


"Tidak, kakakmu masih makanan yang halus," ujar Dara.


"Hanya sedikit ibu," pinta Kaisar.


"Tidak Sayang, Ibu tidak akan memberikannya bukan karena ibu tidak sayang namun ibu ingin kau lekas pulih dan bisa bermain seperti biasanya."


"Ayah?"


"No, Kaisar dengarkan apa kata Ibumu," kata Alehandro. Melihat hal itu Rose yang mau memakan keripiknya meletakkan lagi di tempat semula.


"Kenapa tidak jadi kau makan?" tanya Kaisar.


"Aku akan memakannya jika Kakak juga memakannya. Karena itu kita tunggu kakak sehat lagi," jawab Rose. Kaisar tersenyum haru. Dia lalu memeluk Rose sayang.


"Kau adik paling manis di dunia," ucapnya.


"Dan kau adalah kakak yang paling menyebalkan tapi aku sangat menyayangimu."


"Kau jika kau sudah pulih kau bisa meminta apapun pada Ayah," kata Alehandro.


"Tentu saja bagiku, kalian sangat berarti bagi hidupku," kata Alehandro.


Dara yang berada di belakang Alehandro menepuk bahunya lembut. Alehandro lalu memegang tangan Dara.


"Kalau begitu aku ingin pergi ke Disneyland di Amerika sana bersama Ibu dan Rose," ujar Kaisar.


"Wah, ide yang bagus."


"Apa itu Disneyland dan di mana Amerika itu!" tanya Rose yang memang tidak pernah ke luar negeri.


"Itu ada di benua Amerika letaknya sangat jauh sekali," terang Kaisar.


"Wah, aku mau kesana, apa naik pesawat lagi?" tanya Rose. Kaisar menganggukkan kepalanya.


"Dan lama Rose. Di sana juga ada saljunya," cerita Kaisar lalu mereka berdua mulai bercakap.

__ADS_1


Sebelum mereka pulang ke rumah mereka mampir terlebih dahulu ke tempat pemakaman Maria.


"Bukankah ini jalan menuju ke tempat Ibu, Yah?" tanya Kaisar. Alehandro menganggukkan kepalanya.


Mereka lalu ke pemakaman khusus keluarga Tanjung yang ada di Sandiago Hills. Rose yang tidak pernah diajak pergi ke makam mengeratkan pelukannya pada Alehandro.


"Kau takut?" bisik Alehandro.


"Iya, itu apa ya Om?" tanya Rose melihat banyaknya batu nisan yang berjejer rapih. Walau tempat ini di tata dengan indah tetapi ada rasa berbeda jika menginjaknya.


"Oh, itu tempat orang yang sudah meninggal di istirahatkan. Mereka akan masuk ke dalam tanah dan tidur di dalam sana dalam keabadian," jawab Alehandro.


Rose mengalungkan pelukannya pada Alehandro. Dia lalu memasukkan kepalanya di bahu pria itu sembari melihat ke arah sekelilingnya. Hingga mereka sampai di suatu makam yang di kelilingi oleh pepohonan perdu yang di tata sebatas dada.


"Kok ada makam baru di sebelah Ibu, Yah?" tanya Kaisar.


Dara melihat ke arah Alehandro. Pria itu lalu menurunkan Rose dan berjongkok di sebelah Kaisar.


Dia menghela nafas panjang sebelum menerangkan semuanya.


"Oma, Opa, dan buyut sudah pergi ke surga bersama Ibu, dan ini malam mereka," kata Alehandro.


Wajah Kaisar terlihat shock. Matanya berkaca-kaca pelan-pelan satu persatu butiran Kristal itu jatuh luruh membasahi pipi. Alehandro memeluk anaknya.


"Kau harus kuat Sayang kami ada di sini untukmu," kata Alehandro.


Tubuh anak itu bergetar hebat, hanya isak tangis Kaisar yang terdengar. Dia seperti shock tidak bisa menerima kenyataan ini.


"Sudah kukatakan dari kemarin jika jiwanya akan terguncang," geram Dara lirih menyeka air matanya dia tidak tega melihat Kaisar menangis.


Dara lalu berjongkok di depan Alehandro.


"Sayang, lihat Ibu," panggil Dara. Melihat tatapan mata anak itu yang kosong. "Sayang," panggil Dara lalu mendekapnya dalam dada.


"Menangis lah yang keras jika kau ingin melakukannya."


"Mengapa semua yang aku sayangi harus pergi meninggalkan aku satu persatu," ucap Kaisar lirih dan serak.

__ADS_1


***


Sabar ya, tinggal 8 episode lagi.


__ADS_2