Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Janji Yang Tidak Bisa Ditepati


__ADS_3

Dara lalu keluar dari kamarnya. Di sana dia melihat para penjahat itu telah diringkus oleh polisi. Para wanita sedang berdiri berbaris di interogasi oleh para polisi wanita. Para wanita spontan melihat ke arah Dara yang sedang dibawa Kris keluar dari kamar.


"Siapa bos kalian?" tanya seorang opsir polisi pada pengawal bos cabul.


"Saya tidak tahu namanya, Pak, kami hanya memanggilnya dengan sebutan Bos Besar," jawab orang itu.


"Terima kasih Pak Krisna Pratama Danuraja, berkat anda kami bisa menemukan mafia human trafficking. Kami sudah mencari keberadaan mereka lama hanya saja mereka selalu berpindah tempat jadi sulit bagi kami untuk melacaknya," ucap Letnan Barata mengulurkan tangan pada Kris.


"Ini adalah kasus besar dan akan melibatkan banyak orang besar, saya sangat bahagia kasus ini bisa terbongkar,"


Kris lalu membalas jabatan tangan Letnan itu. "Terima kasih juga karena berkat Anda saya bisa menemukan teman wanita saya. Dan selamat karena anda bisa membongkar kasus ini dengan baik," jawab Kris.


"Semua juga atas bantuanmu."


"Dia yang memberi letak keberadaannya. Jika tidak kita pasti akan kehilangannya," jawab Kris melihat ke arah Dara. Dara sendiri enggan untuk mengatakan sesuatu karena masih shock dan gemetaran. Satu tangan Kris meremas tangannya memberi kekuatan. Dara menatap mata Kris dan pria itu hanya menganggukkan kepalanya.


"Aku menaruh handphone itu di dalam celana agar tidak ada yang tahu karena itu adalah satu-satunya alat yang bisa kugunakan untuk meminta bantuan," terang Dara.


"Ide yang sangat bagus. Kau tidak seperti wanita lain yang menangis dan ataupun terluka, bahkan ada yang tidak sadarkan diri."


"Mereka disuntik obat-obatan terlarang agar tidak sadar. Para penjahat itu menggunakan ketidak sadaran mereka untuk mengeksploitasi. Sedangkan saya memilih menuruti mereka agar mereka tidak menyuntikkan itu ke tubuh," cerita Dara dengan suara gemetar.


"Lalu bagaimana dengan para wanita yang masih di dalam kamar," tanya Opsir itu lagi.


"Mereka akan dibawa keluar negeri untuk dijual. Jika aku dan dua wanita tadi dijual dengan cara berbeda karena kata mereka aku cantik dan akan dipasarkan secara online dengan harga mahal," lanjut Dara.


"Kami mengerti, terima kasih atas bantuanmu karena keberanian dan kecerdikanmu itu kami jadi bisa mengungkap kasus besar ini."

__ADS_1


"Anda boleh membawa kekasih Anda pulang kembali ke rumah,Tuan," imbuh Letnan itu pada Kris.


"Dia teman saya," jawab Kris


"Oh, hanya teman saya kira itu adalah kekasih Tuan karena kalian terlihat cocok dan mesra,"


Kris tersenyum dan wajah Dara memerah karena sadar jika mereka saling berdekatan satu sama lain.


"Sesuai dengan perjanjian, saya akan membawa dia pulang terlebih dahulu dan saya tidak ingin nama saya di bawa ke dalam masalah ini."


"Okey, serahkan semua pada kami, hanya saja anda harus memakai masker untuk menutupi wajah Anda dari publik. Dan Nona ini sebaiknya menutupi wajahnya dengan sesuatu," Letnan itu lalu memanggil salah satu opsir wanita untuk mengambil kerudung sebagai penutup wajah Dara. Dara lalu memakai kain itu untuk menutup kepala dan sebagian wajahnya.


"Di depan banyak wartawan sebaiknya kalian dikawal oleh polisi hingga sampai ke mobil."


"Terima kasih atas bantuan Anda Pak," kata Kris lagi.


"Sama-sama, hati-hati di jalan semoga hubungan kalian berdua semakin lancar," goda Letnan Barata.


Dia menolong Dara karena rasa kemanusiaan tidak lebih. Itu yang Kris tekankan dari kemarin. Dia takut pikirannya akan melenceng dan itu tidak boleh terjadi karena tiga bulan lagi dia akan menikahi Sheila, cucu rekan bisnis kakek, dan dia tidak boleh membuat skandal yang bisa membuat pernikahan ini gagal.


Ini pernikahan bisnis, jika dia tidak melakukan ini maka statusnya sebagai cucu dari Danuraja akan dicabut oleh kakeknya. Status yang menjadi ambisinya dan dia perjuangkan dari dulu.


Di pintu luar para wartawan sedang berkerumun untuk mencari berita tentang masalah ini. Kris dengan sigap memeluk tubuh Dara dan meletakkan kepalanya ke dalam dada agar wajah Dara tidak terekspos oleh para wartawan itu. Sedangkan dia menurunkan topinya dan menaikkan masker. Para polisi memberi jalan mereka agar para wartawan tidak mendekat.


Mereka berjalan cepat hingga masuk ke dalam lift. Di sana Dara menengadahkan wajahnya melihat ke arah rahang Kris. Pria itu terlihat sangat melindunginya. Hati Dara menghangat seketika ada seberkas senyum samar yang terlukis di wajahnya.


Mereka lalu turun ke tempat parkir bawah tanah. Wilayah itu telah steril dari orang luar sehingga Kris merenggangkan pelukannya dan entah mengapa Dara merasa kehilangan hal itu.

__ADS_1


Mereka telah sampai ke depan mobil. Kris membukakan pintu untuk Dara dan wanita itu masuk ke dalam mobil. Setelah itu dia menyalami para Polisi dan mengucapkan banyak terima kasih.


Kris kembali ke mobilnya dan duduk di kursi kemudi.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Kris pada Dara. Wanita itu menganggukkan kepalanya. Kris mulai memutar kunci dan menjalankan mobilnya.


Dara terdiam dia hanya bersandar pada kaca jendela mobil melihat ke arah jalanan di malam hari. Sesekali dia mendesah entah apa yang dipikirkan Kris tidak tahu.


Wanita itu terlihat cantik dengan dandanannya rambut yang sedikit berantakan membuatnya terlihat lebih menarik. Kris menarik napas dalam. Pikiran apa ini, tidak seharusnya dia tertarik pada wanita yang baru dikenalnya. Dia harus bisa melihat Sheila, bukan wanita lain.


Tetapi bayangan Dara yang memakai lingerie sutera putih tadi menghantui otaknya. Dia cantik, seksi, dan menggoda. Dia juga masih memakai baju yang sama di dalam jas yang tersemat di tubuh.


Kris menyugar rambutnya ke belakang.


"Apa mereka memperlakukanmu dengan buruk?" tanya Kris.


"Belum mereka baru akan melelangku jika kau tidak datang disaat yang tepat." Mendengar jawaban Dara Kris menghela napas panjang.


"Maaf jika kau menungguku lama karena ku harus menghubungi Polisi dan ... ," kata-kata Kris terpotong ketika jari Dara sudah berada di bibirnya. Matanya terlihat sendu dan kepalanya digelengkan.


"Kau sudah datang untuk menolongku itu sudah cukup dan aku sangat menghargai pertolonganmu itu," Dara menghembuskan nafas mengeluarkan semua di dada.


Tiba-tiba air mata kembali menetes melewati pipinya yang tirus.


"Aku kira aku sendiri dan tidak ada orang yang peduli padaku, tetapi aku salah Tuhan mengirimkanmu untuk menolongku. Terima kasih banyak."


Perasaan Dara terasa menyesakkan hati Kris. Kris mengerti perasaan wanita itu karena dia juga pernah merasakannya dulu.

__ADS_1


Kris lalu merengkuh tubuh Dara dan menariknya dalam pelukan.


"Aku akan ada di saat kau membutuhkan," ucap Kris tanpa sadar. Setelah itu dia menyesali kata-katanya.


__ADS_2