Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Panik


__ADS_3

"Apa kau yakin atau hanya karena Calesta ada di sini hingga kau ingin berada di sini bersamaku?" tanya Cristian. Cristian mengangkat dagu Cinta sehingga mereka beradu pandang.


"Apa kau masih ragu padaku!"


"Terus terang ya! Dulu kau berjanji untuk tetap bersamaku kenyataan kau malah pergi," ungkap Cristian. Cinta memalingkan wajahnya.


"Ya, sudah jika kau tidak lagi percaya, aku akan pergi saja. Untuk apa aku hidup di sini tanpa ada sebuah kejelasan tentang hubungan kita. Aku kemari untuk memastikan jika kau masih mencintaiku dan akan menerimaku tapi jika kau tidak menginginkannya aku akan pergi!"


Nafas Cristian mulai berubah tidak beraturan, tatapannya berubah menjadi penuh emosi dan satu tangannya menarik rambut Cinta sehingga dia menengadahkan wajahnya


"Jangan berani kau melangkah satu kaki pun keluar dari rumah ini jika kau sudah masuk ke dalamnya!" bentak Cristian.


"Kalau begitu katakan statusku dalam dirimu, hanya jawaban itu yang kubutuhkan," Cinta melirihkan kalimat terakhir.


"Kau adalah hidupku dan aku adalah hidupmu. Hingga matipun kau hanya akan jadi milikku. Dan ... ," Cristian menatap ke dalam mata Cinta.


Cinta menunggu lanjutan perkataan Cristian. Dia menaikkan kedua alisnya ke atas.


"Kau adalah istriku," Cinta meneteskan air matanya. Rasa lega merasuk ke dalam jiwanya.


"Sedari awal aku kemari aku ingin mendengar kau mengatakannya padaku," ucap Cinta.


"Davidkah yang mengatakannya?" Cinta menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Dan aku kemari demi dirimu, demi cintamu. Jika aku kemari hanya karena Calesta, aku bisa pergi ke pengadilan meminta hakku, tapi aku ingin hidup bersamamu, bersama suamiku, dan semua itu akan terwujud jika kau mengijinkan!" Cinta menangis dalam pelukan Cristian. Mereka saling mengeratkan pelukannya.


"Aku hanya ingin melihat kesungguhanmu saja!" ujar Cristian.


"Tidak bisakah kau lihat cinta di mataku hanya untukmu!"


Cristian memandang Cinta, tersenyum detik kemudian dia menempelkan bibirnya ke bibir cinta dengan lembut seolah menyatukan rasa yang ada. Menjelajahi setiap sudut bibirnya dan mulutnya. Cinta pun membalasnya hingga tanpa sadar dia mendesah tatkala Cristian meremas dua aset kembar miliknya.


Tidak berhenti sampai di situ saja Cristian menurunkan kecupannya, bibirnya dengan pelan menelusuri leher dan kerongkongan Cinta. Tangan Cinta mulai membuka ikat piyama Cristian, bermain di perut nya yang liat dan keras dan turun ke bawah hingga Cristian mendesah ketika tongkat ajaibnya di pegang oleh Cinta.


"Kau sangat nakal sekarang!" bisik Cristian di telinga Cinta.


"Aku hanya ingin memastikan apakah dia merindukanku atau tidak?" ucap Cinta.


Cristian yang tak sabar mendorong tubuh Cinta ke tempat tidur dan mulai mengungkungnya.


"Tidakkah kau mencari gawang lain?" ejek Cinta.


"Kau membuatnya takut jika melihat wanita lain seolah seluruh tubuhku hanya milikmu seorang," jawab Cristian.


"Berarti kau pernah mau berbuat itu?"


"Aku seorang pria sehat!" Cristian memberikan kecupan kecil ke seluruh tubuh Cinta.

__ADS_1


"Dan kau marah jika ada yang menyentuhku, itu tidak adil, ehm ...ehm ... ," kata Cinta lalu mendesah ketika bibir pria itu menggigit pelan pucuk pink miliknya. Membuatnya menjadi tegang dan mengeras.


"Bertambah besar dari terakhir kali ku pegang," ujar Cristian. Cinta menajamkan matanya manja.


Mereka berdua akhirnya saling bergumul melepaskan rindu membagi sentuhan dan saling memberi kenikmatan. Hingga mereka akhirnya jatuh terkulai setelah puas melepaskan hasrat yang selama ini terpendam.


"Sangat sempit seperti pertama kali aku memasukinya," ujar Cristian sembari mencium kening Cinta. Dada mereka naik turun setelah melakukan aktifitas panas itu.


"Aku menjaganya untukmu, mungkin karena tidak terjamah jadi kembali seperti semula, itu membuktikan ucapanmu jika aku tidak pernah berbuat hal gila selain denganmu saja," balas Cinta.


"Terima kasih karena kau telah memenuhi janjimu, aku hampir gila jika memikirkanmu bersama Ardi."


"Dia pria yang baik, kami lebih seperti adik dan kakak dari dulu," jawab Cinta.


"Aku telah salah menilainya." Cinta tersenyum lalu bergelayut manja di dada Cristian.


"Kita lupakan masa lalu dan mulai masa depan dengan lebih baik, jangan pernah meragukan cintaku lagi!" pinta Cinta.


Cristian menganggukkan kepalanya.


"Kau tadi mau berbicara apa tentang Maria?" tanya Cristian yang teringat asal mula mereka berbicara.


"Maria mengatakan padaku jika dia menolak lamaran itu," ucap Cinta.

__ADS_1


"Apa! Besok hari pernikahannya, aku harus bagaimana? Aku sendiri juga kurang setuju mengingat perilaku Alehandro yang suka gonta-ganti wanita. Aku takut dia akan menyakiti Maria!" seru Cristian sembari mengacak rambutnya.


Cinta tidak menyangka jika Cristian akan sepanik ini. Yang dia tahu jika pria itu terlihat menyetujui rencana pernikahan itu tadi.


__ADS_2