
Setelah semua orang keluar dari kamar Maria, Cinta menarik tangan Cristian yang hendak ikut keluar bersama tamunya. Cristian yang menoleh lalu duduk di pinggir tempat tidur Maria bersama Cinta.
"Aku ingin bicara," lirih Cinta.
"Ini kamar Maria bisa kita bicarakan masalah ini nanti malam saja," ucap Cristian yang mengira Cinta akan membahas tentang hubungan mereka.
Cinta lalu memutar bola matanya malas.
"Aku ingin membicarakan tentangnya bukan tentang soal hubungan kita," jawab Cinta.
"Para tamu akan pulang. Sebaiknya aku mengantar mereka keluar terlebih dahulu," ucap Cristian.
"Kita bicarakan masalah ini di kamar saja," ucap Cristian sembari melangkah keluar dari kamar Maria.
Maria sendiri sudah terbangun tadi, hanya saja dokter memberinya obat penenang agar dia bisa tidur nyenyak malam ini. Agar Maria bisa bugar dan sehat lagi untuk pernikahannya esok hari.
Setelah menyelimuti Maria, Cinta mematikan lampu dan keluar dari kamar. Dia menuju kamar Calesta. Anak itu pasti telah menunggu untuk menemaninya tidur.
Cinta masuk ke dalam kamar.
"Hai Sayang, kau belum tidur?" tanya Cinta pada Calesta.
"Aku tidak bisa tidur jika belum memelukmu, Mom." ujar Calesta.
"Apa anak Mommie sudah membersihkan diri sebelum tidur?" Cinta mendekat dan menyibak selimut itu dan tiduran di sebelah Calesta.
"Sudah, aku hanya menunggu Mommie bercerita tentang Putri Rapunzel, kemarin Mom sudah janji padaku," tagih Calesta.
__ADS_1
Cinta lalu mulai memeluk Calesta dan bercerita, " Pada suatu hari di sebuh kerajaan bla ... bla ... bla ... ," Cinta bercerita hingga Calesta hampir tertidur namun Cristian datang dan mengganggu mereka. Dia langsung tidur di sebelah Calesta dan menciumi anak itu hingga terbangun dan marah.
"Mom, Papa nakal!" ujar Calesta.
"Bisakah kau diam dan biarkan dia tidur," kata Cinta sembari memeluk Calesta yang bersembunyi di tubuhnya.
"Aku hanya ingin memeluknya saja," jawab Cristian.
"Geli pa ... ," teriak Calesta.
Erick yang mendengar keriuhan di kamar Calesta hanya bisa menghembuskan nafas saja. Sejenak dia berpikir ''Tidak adil untuk memisahkan mereka, sedangkan mereka terlihat bahagia dengan kebersamaannya. Rumah ini terasa hangat dan ceria kembali setelah Cinta datang. Jika aku memaksakan kehendakku maka rumah ini akan terasa sepi lagi, tidak ada suara gelak tawa yang terdengar."
Erick menuju kamarnya untuk istirahat.
Setengah jam kemudian, Calesta sudah tertidur dan Cinta melihat Cristian sudah menutup matanya. "Ya, sudah biar aku bicarakan masalah ini besok saja," gumam Cinta. Dia lalu membenarkan selimut mereka. Namun, tangannya tiba-tiba digenggam oleh Cristian.
"Jika kau lelah kita akan bicarakan ini esok hari sebelum semuanya terbangun," ucap Cinta.
Cristian lalu bangkit dan berjalan mengelili tempat tidur. Dia mendekati Cinta lalu mengangkat tubuhnya seketika. Cinta ingin berteriak karena terkejut namun segera menutup mulutnya. Tangannya hanya di kalungkan di leher Cristian. Cristian lalu membawa Cinta ke kamarnya.
"Kau semakin terasa berat," ujar Cristian membuat Cinta kesal dan mencubit dada pria itu. Perempuan akan berubah menjadi sensitif jika berbicara tentang masalah berat badan.
Cristian lalu menurunkan Cinta di tempat tidurnya. Cristian sendiri mulai melepaskan kancinga baju membuat jantung Cinta berdebar tidak menentu.
"Aku ingin bicara masalah Maria," ucap Cinta tidak melepaskan pandangannya dari Cristian.
"Katakan!" ucap Cristian melepaskan bajunya sehingga bagian atas tubuhnya yang berotot terlihat jelas membuat Cinta harus menelan salivanya dalam-dalam.
__ADS_1
Cinta juga merasa murahan karena mau saja di ajak Cristian ke kamarnya tanpa sebuah ikatan. Namun ini untuk memperbaiki hubungannya dengan pria itu. Soal salah atau benar yang penting Cristian mau menerimanya lagi masuk ke dalam hidup mereka. Sebenarnya semua ini yang diajarkan David. Dia berkata jika Cinta harus bisa menaklukkan ego Cristian dengan cara apapun.
Cristian lalu mengambil piyamanya dan memakainya. Setelah itu dia membuka celana tanpa sungkan di depan Cinta.
"Kenapa kau terdiam dan terus memandangiku?" ledek Cristian.
"Ish, kau itu membuatku lupa harus berkata apa?" ucap Cinta. Cristian terkekeh, dia pergi ke sebuah lemari tempat penyimpanan minuman keras miliknya. Cinta langsung bangkit berdiri dan mencegah Cristian memegang botol itu.
"Jangan lagi!" ucap Cinta.
"Aku sudah terbiasa meneguknya sebelum tidur," kata Cristian.
Cinta menghela nafasnya. "Apakah kehadiranku dan Calesta tidak bisa mengalihkan pikiranmu dari minuman keras? Jika kau masih meminumnya aku lebih baik pergi dari sini bersama Calesta."
Mata Cristian terbelalak terkejut. Dia lalu menutup kembali lemari itu.
"Kau yakin ingin menghabiskan hidupmu bersamaku?" tanya Cristian memeluk pinggang Cinta.
"Itu jika kau mengijinkan," Cinta menyandarkan kepalanya pada dada bidang Cristian. Cristian mengecup pucuk kepala Cinta dalam.
"Aku sangat merindukanmu ... ."
"Apakah rindumu itu bisa mengalahkan kemarahanmu padaku," tanya Cinta menengadahkan wajahnya melihat ke arah Cristian.
"Aku hanya takut untuk terlalu berharap. Lalu kau pergi tiba-tiba lagi seperti dulu."
Cinta mengeratkan pelukannya sehingga benda kenyal menyentuh dada Cristian membuat hasratnya bangkit.
__ADS_1
"Kalau begitu ikatlah tubuh dan jiwaku jauh ke dalam dirimu sehingga aku tidak bisa lari lagi."