
"Tuan percuma saja anda marah," ucap Mike lirih di telinga David, mengerti raut wajah David yang sudah berubah.
"Satu kata dari anda akan diputar balikkan oleh mereka. Lebih baik kita cari dulu akar permasalahan dan sumber beritanya baru melakukan konferensi pers."
David menatap tajam Mike, "Kau bungkam mereka agar tidak mengeluarkan berita macam-macam."
David lalu masuk ke dalam rumah sakit itu dan menuju kamar mayat. Direktur rumah sakit yang menyambutnya terlebih dahulu dan membawanya ke arah tujuan David.
Sesampainya di ruangan yang dituju, David mengepalkan tangannya keringat dingin keluar dari tubuhnya. Dia seperti tidak sanggup untuk melihat keadaan terakhir Sofi. Dia melangkah menuju mayat yang berada di hadapannya. Dengan tangan yang gemetar dia membuka penutup wajah itu. David lalu membuka matanya pelan dan melihat bahwa itu benar-benar Sofi. Wajahnya membiru. David langsung menutup kain itu. Tubuhnya limbung ke belakang untung saja Mike menjaganya di belakang.
"Menurut saya ini tindakan pembunuhan," kata Dokter yang akan melakukan otopsi. Dia lalu menerangkan ciri-ciri fisik yang terlihat dari luar nanti akan dibuktikan setelah otopsi dilakukan.
"Ada luka di belakang kepalanya, mungkin akibat terbentur oleh sesuatu?" Dokter itu menceritakan tentang berbagai kemungkinan yang ada.
Perut David sudah merasa mual setelah melihat mayat Sofi dan mendengar semua pernyataan dokter itu.
"Mungkin ini akan memakan waktu hingga dua hari," kata Dokter itu mengakhiri pembicaraan.
Inspektur Polisi Rendra yang tadi sudah datang ke rumah Sofi dan memeriksa tempat kejadian perkara kini datang ke rumah sakit.
"Selamat sore semuanya. Bapak David Sinclair kebetulan sekali bertemu dengan anda kali ini." ujarnya.Pria itu lalu mengulurkan tangannya.
David lalu membalas uluran tangan itu. "Saya inspektur Rendra. Saya yang bertugas melakukan pemeriksaan langsung terhadap kasus ini."
"Dokter Djamil apakah ada kemajuan penyeledikan?" tanya Inspektur itu langsung pada Dokter otopsi yang berada di sisi David.
"Sepertinya ini kasus pembunuhan yang disamarkan. Pelaku benar-benar pandai dalam melakukannya!" mereka pun mulai saling berbicara tentang masalah ini.
"Sofi dibunuh? tapi siapa yang membunuhnya? Dia seperti tidak punya musuh! Terakhir kali Mom bertengkar dengannya. Akh Itu tidak mungkin!" David bertarung dengan batinnya sendiri.
"Tuan David setelah ini saya harap anda bersedia ikut saya ke kantor polisi sektor Jakarta Pusat."
"Baiklah untuk membantu kasus ini saya akan memberikan keterangan yang saya ketahui," kata David.
***
David terkejut ketika mendapati ibunya ada di ruang pemeriksaan. Ibunya menangis di samping seorang pengacara.
__ADS_1
"Ada apa ini?" David melihat ke arah Apara petugas dan pengacara ibunya secara bergantian.
"Mari silahkan duduk Pak David Sinclair," ujar Kapten Polisi yang bertugas. Dari name tag tertera bahwa namanya Elang Prakoso.
David dan Mike serta seorang pengacara yang dibawanya berkenalan dengan sang kapten. Setelah itu dia mendekati ibunya yang masih menangis di salah satu kursi.
"Mom?" tanya David memeluk ibunya yang duduk di kursi dan sedang di introgasi oleh petugas.
"Nyonya Naura menjadi tersangka praduga tidak bersalah kasus kematian nona Sofi." Pengacara tersebut berdiri untuk menyambut kedatangan David.
"Mom tidak tahu masalah ini. Kami memang bertengkar tapi mana mungkin aku ... aku akan membunuhmu menantuku sendiri... hu ... hu ... ."
"Sabarlah Mom, aku akan mencari cara agar Mom tidak terseret masuk ke kasus ini," kata David. Kepalanya sudah terasa berdentum keras dan terasa seperti di tusuk oleh seribu jarum. Ini bukan masalah yang mudah dan dia tahu akan hal itu.
"Bagaimana dengan ayah?" tanya David.
"Beliau sedang di London sudah dikabari, mungkin besok pagi beliau sudah bisa datang kemari," jawab Pengacara ibunya.
"Pak Bobby pasti bisa mengatasi masalah ini," ucap David berusaha menenangkan ibunya.
David lalu pergi keruang sebelah. David di tanyai dengan seratus lima puluh tujuh pertanyaan. Semuanya tentang hubungannya dengan sofi, kapan terakhir dia bertemu wanita itu dan pertanyaan tentang hubungannya dengan Bella. Mereka mulai mengaitkan apa yang terjadi.
Seolah semua pertanyaan itu bisa mengarahkannya menjadi pelaku kasus ini. Hanya saja belum ada bukti yang mengarah padanya. David punya rekaman jika dia ada di rumah seharian ini.
Tetapi ibunya dia adalah orang terakhir yang bertemu dengan Sofi dan dia adalah pelaku utama untuk kasus ini.
Setelah menemui ibunya yang masih menjalani pemeriksaan David meminta ijin pulang. Dia akan menyelediki masalah ini terlebih dahulu dan meminta bantuan detektif untuk mengungkap semua fakta. Untuk sementara Polisi meminta semua orang tidak mengungkap kasus ini di depan masyarakat sebelum ada pemberitahuan resmi dari para petugas kepolisian.
Ini kasus besar dan menyeret orang-orang besar. Pasti akan menjadi sorotan masyarakat.
Keluarga besar Sofi merupakan garis keturunan keluarga papan atas. Mereka tidak akan terima begitu saja jika kasus ini hanya di jadikan kasus bunuh diri jika yang terjadi adalah hal sebaliknya.
Keluarga Sinclair juga termasuk dalam deretan keluarga terkaya di negeri ini. Belum lagi Masalah pernikahannya dengan Bella, ini akan jadi gosip terpanas.
Ketika David melangkah keluar dari kantor Polisi para wartawan yang menunggu berita langsung berdiri dan menyambutnya dengan jepretan lampu Blitz dan ribuan pertanyaan yang membuat darahnya mendidih.
"Saya dengar jika kasus ini berubah menjadi kasus pembunuhan?" tanya seorang wartawan.
__ADS_1
David berhenti dia membuka kaca mata hitam yang dipakainya.
"Kami akan mengadakan konferensi pres setelah urusan ini menjadi jelas. Kami tidak bisa memberikan penjelasan apapun itu?" kata David.
"Tuan tersebar video pertengkaran anda dengan Nyonya Sofi dan juga video anda dengan istri muda anda dan seorang anak. Bisakah anda memberi keterangan tentang hal ini?" kata wartawan itu.
Rahang David mengeras. "Coba aku lihat!"
Wartawan itu lalu memberi gambar dua video itu. Satu berisi cuplikan pertengkarannya dengan Sofi sewaktu David memarahinya karena telah mengurung Cantik di kamar mandi dan video kebersamaannya dengan Bella di restoran dalam mall. Itu adalah pertama kalinya mereka bertemu setelah beberapa tahun.
"Aku harap kalian mengerti tentang keadaan diriku dan keluargaku serta keluarga besar almarhummah yang sedang berduka. Aku janji akan menjawab semuanya tetapi setelah jelas permasalahan ini.'' David lalu membalikkan tubuhnya dan pergi dari tempat itu.
Wartawan masih mengeluarkan beribu pertanyaan tapi David mengabaikannya dia terlarut dalam pikirannya sendiri.
Bagaimana bisa orang-orang itu begitu kejamnya melakukan fitnah pada keluarganya. Dan berita ini begitu cepat menyebar. Adakah orang yang bermain dan mengambil keuntungan atas keadaan ini. Tapi siapa?
Berbagai pertanyaan berputar di kepalanya.
Mike membukakan pintu mobil untuknya David langsung masuk ke dalam mobil. Mike lalu duduk di kursi dekat kemudi.
"Mike cari tahu siapa yang menyebarkan video tentang pertengkaran ku dengan Sofi. Kejadian itu ada di pusat rehabilitasi ketergantungan obat, pasti ada orang dalam yang menyebarkannya. Aku hanya ingin tahu siapa dalang dan aktor utama dalam permasalahan ini?"
"Panggil detektif terbaik untuk mengungkap dalang pembunuhan Sofi," imbuh David.
"Jangan ganggu aku dengan masalah perusahaan suruh wakil direktur untuk mengurus semua permasalahan perusahaan selama satu Minggu ini. Kita fokuskan perhatian kita pada pembunuh Sofi," kata David lemas. Dia memijat kepalanya yang terasa sakit.
"Kita pulang Tuan?"
"Ya ... aku ingin menemui istriku, dia adalah obat setiap permasalahanku.''
***
Likenya yah ... goyang jari... ikut pusing sama masalah ini. Semua orang nanti akan saling terkait. Penasaran? Like nya dulu yah...
Komentar
Vote bagi yang belum...
__ADS_1