
"Ya, Tuhan Alehandro apa yang kau lakukan? Ini kantor bukan tempat me***. Dasar kau anak nakal!" teriak ibu Alehandro, Lisa, sembari memukul kepala Alehandro berkali-kali dengan kipas di tangannya.
"Ampun, Mom!" teriak Alehandro sembari menunduk menutupi kepalanya dengan tangan.
Maria sendiri sedang merasa ini bagai sebuah mimpi. Dia baru saja dicium oleh pria itu tiba-tiba ibunya datang dan memukul pria itu keras. Dia lalu tertawa melihat tingkah kedua anak itu. Membuat kedua orang itu menghentikan kegiatannya dan melihat Maria.
"Pukul saja dia Tante, dia memang pantas mendapatkannya," ucap Maria.
"Kau ... berani kau ... !" Alehandro akan memberi Maria pelajaran namun dia melihat tatapan tajam ibunya.
"Kau sudah berbuat apa saja dengannya?" interogasi Lusi. Kedua tangannya diletakkan di pinggang.
"Kami hanya berciuman, Mom, tidak lebih dan dia dulu yang menciumku, dia sangat agresif,"
Wajah Maria seketika memucat karena malu. Dia merasa kesal dan marah serta merta dia lalu mengambil bantal di sofa dan dipukulkan ke tubuh Alehandro.
"Kenapa kau cerita bagian itu bukankah sebelumnya kita sudah membahasnya?" protes Maria. Matanya memerah karena ingin menangis. Sembari tetap memukul Alehandro.
Untuk menghindari amukan Maria, kaki Alehandro naik ke atas kursi dia menekuk tubuhnya, dan tangannya dijadikan perisai untuk menahan serangan bertubi-tubi.
__ADS_1
Lusi malah duduk santai sembari mengipasi tubuhnya. Dia asik melihat adegan ini. Baru kali ini ada wanita yang berani pada Alehandro dan anaknya tidak marah atau mengelak. Dia menerima perlakuan Maria.
"Itu kenyataannya, kau jujur saja pada Mommie, dia akan mengerti kok," ucap Alehandro membuat Maria berhenti memukul Alehandro lalu menatap ke arah Maria.
"Jika hanya sebatas ciuman itu bisa dimaklumi, karena banyak wanita yang mengaku hamil anaknya. Buruknya dia selalu menyangkal telah menghamili mereka. Padahal Mom berharap jika salah satu dari para wanita itu benar-benar telah dia hamili lalu Mom bisa menikahkan mereka. Namun kenyataannya tidak ada yang benar-benar hamil anak Alehandro. Hingga Mom, menyerah untuk berharap bisa melihat dia menikah di kemudian hari," cerita Lusi panjang lebar dengan raut muka sedih.
"Mom, aku memang belum ingin menikah?" ucap Alehandro.
"Sampai kapan? Sampai Mommiemu mati?'' kata Lusi sembari mengeluarkan air matanya. Dia menyekanya dengan sapu tangan.
Alehandro paling sedih jika melihat Mommie-nya seperti ini. Dia adalah anak satu-satunya dan ayahnya telah meninggal dunia tiga tahun yang lalu. Ibunya adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki.
Apa karena dia sangat ingin melihat anaknya menikah? Maria bergidik ngeri membayangkan jika tampang rupawan dan tubuh bagus Alehandro bekas dijamah oleh banyak wanita.
"Aku harus keluar banyak pekerjaan yang sedang menantiku," pamit Maria tidak ingin terlibat masalah lebih dalam.
"Tunggu dulu, siapa namamu?" tanya Lusi.
"Maria Elena," jawab Maria.
__ADS_1
"Nanti malam aku akan melamarmu dan besok aku akan menikahkan kalian!" kata Lusi tiba-tiba membuat Alehandro dan Maria terkejut. Mereka saling bertatapan lalu mengatakan.
"Tidak!" jawab mereka bersamaan.
"Kalian kompak sekali, aku suka melihatnya. Sebenarnya aku kemari mau menikahkan mu dengan seorang gadis. Namun kau malah sedang bermesraan dengan gadis muda ini. Jadi aku memberimu dua pilihan, kau bisa menikahi wanita pilihan Mommie atau menikahi Maria" ucap Lusi sembari meletakkan sebuah map berisi foto seorang gadis dan keterangan-keterangan lengkap tentangnya.
"Mom, menikah tidak semudah membalikkan tangan, atau semudah membeli permen," tolak Alehandro halus.
"Mom hanya butuh seorang pewaris darimu saja. Jika kalian tidak cocok, nantinya kalian bisa bercerai. Namun sebelum itu berikan Mommie-mu ini seorang cucu terlebih dahulu," ungkap Lusi.
Maria bingung mendengar pembicaraan ini. "Menikah, besok," pikir Maria berulang-ulang.
Dia hanya membuka mulutnya lebar berusaha mencerna semua yang terjadi.
"Tentukan pilihanmu sore nanti, karena malamnya Mommie akan melamar gadis mana yang akan kau pilih. Ingat Mommie hanya butuh seorang cucu!" ucap Lusi.
"Jika kau tidak menuruti perintahku maka mulai besok kau akan dipecat dari perusahaan ini dan semua uangmu akan di sita oleh Mommie. Dan kau boleh keluar dari rumah Mommie setelahnya," ancam Lusi. Alehandro bisa melihat keseriusan di mata ibunya.
Dia lalu mendekati Maria dan memegang dagunya.
__ADS_1
"Aku menyukaimu, semoga kau adalah wanita yang dipilih Tuhan untuk anakku," ucap Lusi lalu meninggalkan mereka berdua.