Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Depresi


__ADS_3

Para pelayan ikut merasakan kesedihannya. Mereka bertanya itu janin milik Cristian dengan siapa? Apakah dengan wanita yang dibawanya kemarin? Batin sebagian pelayan.


"Cristian!'' Panggil Aura heran melihat keadaan Cristian yang kacau balau dan berlumuran darah. Rambutnya acak-acakan dan ...


"Kau kenapa Cristian," Aura mendekat dan menyeka air mata Cristian. Cristian tidak dapat mengatakan apa-apa, dia hanya menunjuk pada gundukan tanah di bawahnya. Dan menangis lagi.


Cristian berjongkok memegang kepala bagian atasnya. Tubuhnya bergetar hebat.


"Ada yang bisa menjelaskan apa yang sebenarnya yang terjadi dengan anakku?"teriak Aura. Dia tidak pernah melihat Cristian sedrepesi ini kecuali ketika mengetahui kabar bahwa Claudia sudah meninggal dunia.


"Ku-kuburan apa ini?" tanya Aura mulai curiga.


Salah satu orang yang tadi menemani Cristian membisikkan sesuatu di telinga Aura. Wanita itu menutup mulutnya. Matanya memerah dan memeluk Cristian. Ini adalah pukulan kedua bagi pria itu. Cinta tidak mungkin melakukannya. Kenyataannya ada di bawahnya dan ini bagai sebuah mimpi buruk saja.


Cristian hanya menelungkupkan wajahnya saja enggan untuk melihat ke arah ibunya.


"Cristian dengar mommy, kau kuat sayang. Kau bisa mengatasi ini semua." Aura mengusap rambut Cristian dengan lembut mencoba untuk menenangkannya.


Mereka berdua menangis bersama. Jika Cristian menangisi kehancuran dirinya maka Aura menangisi anaknya yang selalu tidak beruntung dalam masalah percintaan. Dia selalu menderita dan kehilangan orang yang sangat dicintainya.


Suara petir mengagetkan mereka semua. Awan mulai bergerak pelan. Menutupi sinar cahaya sehingga mendung terlihat di atas langit. Rintik hujan mulai turun perlahan.


"Cristian kita masuk ke dalam," ajak Aura pada Cristian namun Cristian tetap tidak bergeming pada posisinya.


"Cristian ayo kita masuk." Aura berusaha untuk menarik tangan Cristian namun Cristian enggan untuk tidak bergerak.


"Hubungi suamiku agar kesini secepatnya," teriak Aura pada para pelayan. Sebagian berlari untuk menelfon Erick.


Satu jam kemudian Erick datang. Dia segera datang ke halaman belakang. Cristian sedang duduk di pinggir sebuah gundukan tanah tidak mengindahkan air hujan yang mengguyur tubuhnya. Aura duduk menangis sembari mengigit jari tangannya karena cemas dengan sikap Cristian. Erick mendekati istrinya dan memeluknya sebentar. Pria paruh baya itu lalu membuka jas bajunya. Dan berjalan mendekati Cristian yang sedang shock.


"Cristian ayo masuk ke dalam. Lihatlah tubuhmu sudah mengigil kedinginan." bujuk Erick di tengah derasnya air hujan.


"Cristian kau jangan menjadi cengeng seperti perempuan, kau bisa membuat anak lagi dengan wanita lain," teriak Erick menguncang tubuh Cristian. Cristian tetap tidak bergeming.

__ADS_1


Erick mencoba menarik tubuh Cristian agar bangkit lagi. Cristian menepis tangan ayahnya dan kembali pada proses semula.


Cristian tetap diam memandangi gundukan tanah itu. Tiba-tiba Erick menginjak Gundukan tanah itu. Cristian baru bereaksi dengan memegang kaki ayahnya.


"Jangan sakiti anakku, Pah! Dari awal dia ada, dia sudah menderita," ucap Cristian.


Erick mau menginjak lagi dengan kaki yang lain tapi tubuh Cristian menghalanginya.


"Tidak Pah, kau bisa menyakitinya!" teriak Cristian.


Erick tersenyum samar, dia lalu mendorong tubuh Cristian ke samping dan berusaha menginjak tanah itu. Cristian malah berbaring menelungkup menutupi tanah itu agar ayahnya tidak bisa menginjaknya.


"Kau tidak rela anakmu yang sudah tidak bernyawa disakiti. Apalagi aku! Aku melihat mu kacau seperti ini apa aku akan tinggal diam saja. Hatiku ikut merasakan sakit yang kau rasakan!"


Tidak Cristian! Kau harus bangkit dan membalas sakit hatimu. Percuma kau menangisi anakmu sedangkan yang seharusnya merasa bersalah malah sedang gembira dan akan menikahi pria lain." teriak Erick menarik tubuh Cristian agar berdiri.


Cristian mendorong tubuh ayahnya ketika mulai bangkit berdiri.


"Aku tidak peduli dengannya! Aku hanya ingin bersama anakku!!" teriak Cristian dengan mata masih memerah dan penuh bara api kebencian.


"Tidakkah kau peduli padanya, dia sangat mengkhawatirkanmu. Jika karena ini dia kembali sakit maka kau akan kehilangan lagi orang yang kau kasihi." Erick menarik kerah baju Cristian.


"Ibu," gumam Cristian menyeka air hujan yang membasahi wajahnya. Ibunya mengulurkan tangan agar Cristian mendekat. Semua pelayan ikut terhanyut dan sedih melihat keadaan Cristian.


''Bangkitlah Cristian kita balas orang yang menyakiti hatimu dengan balasan yang setimpal," ujar ERICK.


***


Beberapa hari ini Cristian tidak memberi kabar pada Bella. Dia seperti menghilang di telan bumi. Cinta juga ikut cemas namun dia lebih banyak memendam sendiri perasaannya takut jika tingkah lakunya akan membuat orang curiga atau bertanya-tanya.


Persiapan pernikahan sudah sembilan puluh persen hanya tinggal menunggu hari H pernikahan mereka yang tinggal beberapa hari lagi.


Bella terlihat sangat murung tetapi tidak dengan Cinta dia malah tampak terlihat semakin mesra dengan Ardi.

__ADS_1


"Apakah aku yang terlalu berfikir buruk pada Cinta. Jika pernikahannya hanya didasari keterpaksaan maka mereka tidak akan bahagia melalui semua ini," batin Bella.


Yah, beberapa hari ini Bella memang masih enggan untuk bertemu dengan Cinta. Sekedar berpapasan saja dia masih malas. Dia curiga menghilangnya Cristian beberapa hari ini ada kaitannya dengan Cinta. Apa yang telah dilakukan Cinta sehingga Cristian bagai hilang di telan bumi.


Bella hendak menelfon Cristian namun dia melihat sebuah mobil mewah masuk ke dalam rumah mereka. Sebuah senyum terbit dari bibirnya dia menyambut kedatangan pemilik mobil itu.


Cinta sendiri sedang di depan rumah bersama Ardi membahas usaha yang akan mereka rintis bersama nantinya. Mereka sama-sama sudah menganggur dan berniat akan berwiraswasta dengan membuka sebuah cafe dari uang tabungan mereka berdua.


Cinta melihat Aura keluar dari mobil, Bella berjalan melewati tanpa mau menyapa. Bella lalu berdiri di depan Aura.


"Tante, aku rindu sekali, sudah beberapa hari ini tante dan Cristian tidak ada kabar sama sekali." Bella memeluk Aura dan mengecup pipi kanan kirinya. Aura menatap sinis pada Cinta yang sedang duduk santai berhadapan dengan Ardi. Sebersit kebencian hadir ke dalam relung hati Aura.


''Anakku sedang depresi dan dia malah asik-asikan duduk dengan kekasihnya, perempuan macam apa itu yang masih bisa tertawa setelah membunuh anaknya. Aku telah salah menilai mu, Cinta," batin Aura.


"Cristian sedang sakit beberapa hari ini. Penyakit lamanya kambuh dan dia hanya berada di kamarnya. Untuk itu tante kesini membawa beberapa hadiah perkawinan untukmu. Cristian sendiri yang sudah membeli dan menyiapkan semua hadiah ini untukmu. Lihatlah ke dalam mobil," kata Aura dengan senyuman mencurigakan. Dia mengatakan semua itu dengan lantang agar Cinta bisa mendengarnya. Dia ingin melihat reaksi Cinta sebenarnya.


Cinta sendiri takut untuk menyambut kedatangan Aura. Bukan karena masalahnya dengan Cristian tapi dia enggan untuk menyinggung perasaan Bella.


Cristian sakit? Hati Cinta langsung nyeri mendengarnya. Ya, dia yang menyebabkan pria itu sakit. Namun kata Aura penyakit lamanya kambuh, apa Cristian menderita suatu penyakit parah? Berbagai pikiran buruk tentang keadaan Cristian mau tidak mau mengganggu pikiran Cinta.


Ardi menyentuh tangan Cinta dan menganggukkan kepalanya seakan mengerti dengan apa yang dirasakan wanita itu.


"Cristian sakit apa tante, parahkah? Bolehkah aku ikut dengan tante nanti melihat keadaannya?" tanggap Bella dengan wajah dan raut muka yang khawatir.


"Salah satu aset terpentingnya hancur, dia down dan sedikit depresi setelah mengetahui berita itu. Cristian tidak mau melakukan apa apa dia hanya duduk diam di kamarnya saja," terang Aura sembari melirik Cinta.


"Depresi tante?" ujar Bella lirih.


"Cristian selalu menjaga miliknya dengan baik dan benar ketika dia kehilangan miliknya yang paling berharga maka dia akan memikirkan itu terus, butuh waktu baginya untuk bisa bangkit dan pulih kembali dari keterpurukan," jawab Aura.


***


Jangan lupa beri likenya yah...

__ADS_1


Votenya juga jika masih ada.


komen, aku selalu menunggunya


__ADS_2