
"Kau benar!" jawab Cinta dia lalu berdiri di bantu oleh David lalu berjalan menuju mobil David yang diparkir sedikit jauh dan tersembunyi dari rumah Cristian.
"Kenapa kau mau membantuku?'' tanya Cinta pada David.
"Karena hati nurani ku berkata ingin membantumu, hanya itu saja," ucap David namun sejatinya entah apa yang direncanakannya.
***
Sudah satu minggu ini cinta ke rumah Cristian berusaha untuk menemui Calista, namun dia selalu menemui kegagalan. entah itu ti kusir atau dimasuki oleh keluarga Christian.
Dia sudah kehabisan cara untuk bisa bicara dengan Christian secara baik-baik, hingga David menawarkan sebuah bantuan untuknya.
Kini Cinta memakai baju kantor untuk berpura-pura menjadi sekretaris David. Tidak sulit untuk melakukan ini, toh dia pernah bekerja untuk Cristian sebelumnya.
David berjalan di depan, dan Cinta mengikutinya dari belakang. tak ada yang curiga dengan kedatangannya, bahkan mereka dipersilahkan masuk hingga ke ruangan Christian. Mungkin akan berbeda jika Christian tahu bahwa Cinta ikut dengan David.
Suasana yang berbeda sangat terasa dari interior ruangan juga para pegawainya yang sebagainya besar banyak yang Cinta tidak kenal atau mungkin dia memang tidak mengenal mereka sebelumnya karena dia hanya bekerja satu bulan saja di kantor ini.
__ADS_1
Di hadapan Cinta kini berdiri seorang wanita cantik berambut pirang dengan ukuran badan yang tinggi dan proposional. Wanita itu memakai celana panjang dan blazer berwarna putih yang senada. Sangat serasi dan elegan.
"Silahkan Tuan David, Tuan Cristian sudah menunggu kedatangan anda," ucap sekretaris Cristian.
Hati Cinta berdebar tidak karuan semua rasa bercampur jadi satu. Namun dia harus tetap tegak berdiri demi Calesta anaknya dan demi sebuah kebenaran yang belum dia tanyakan pada Cristian.
David membuka pintu ruangan Cristian. Cinta berharap kejadian pertama kali mereka bertemu di ruangan ini tidak akan terulang lagi.
"Hai David," sapa Cristian ramah.
"Hai Bro! Kau sedang sibuk?" tanya David.
"Tapi tidak seperti dirimu, mengelola perusahaan raksasa yang besar."
"Kau terlalu merendah. Okey, apa yang kau butuhkan dariku sehingga kau mau datang kemari?" tanya Cristian yang heran David tidak bergeming dari tempatnya berdiri. Dan ada wanita di belakangnya.
"Shut!"umpat Cristian yang mengerti.
__ADS_1
"Sorry dia butuh bantuanku. Aku harap kalian bisa bicara baik-baik agar permasalahan diantara kalian bisa terselesaikan.''
Cristian menyeka hidungnya sendiri dan mengeratkan giginya marah. Dia menatap tajam pada sosok yang bersembunyi di belakang David.
David lalu menyingkir sehingga Cinta dan Cristian saling berhadap-hadapan. Namun, Cristian memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Ada hubungan apa kalian berdua hingga kau rela menolong wanita tidak tahu malu ini!" ejek Cristian.
"Hubungan kami sangat dekat jika tidak untuk apa aku bersamanya selama satu Minggu ini."
ucap David memanas-manasi Cristian, melihat reaksinya.
"Aku tinggal dia di sini bersamamu, jika dia mau pulang tolong hubungi aku karena nanti aku yang akan menjemputnya. Hari ini aku ada pertemuan dengan klien penting."
"Dan satu hal lagi, kau boleh memarahinya semaumu tapi jangan kau berbuat kasar padanya. Karena aku orang pertama yang akan tidak terima jika hal itu sampai terjadi." David lalu melangkah pergi meninggalkan Cristian dan Cinta berada di ruangan itu.
Semua kembali sunyi, yang terdengar hanya suara nafas Cristian yang berat saja.
__ADS_1
"Aku tidak tahu harus bicara apa lagi padamu agar kau mau mengerti," ucap Cinta mengawali pembicaraan.