Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Rindu


__ADS_3

Cinta melihat ke arah Aura. Wanita itu hanya menyunggingkan senyuman sembari mengedipkan matanya. Hati Cinta seakan teriris sembilu melihatnya. Apakah dia yang menyebabkan semua ini. Batin Cinta


"Pa , Mommie boleh tinggal di sini?"Cristian hanya diam membisu. "Jika Mommie tidak boleh tinggal di sini Lesta tinggal dengan Mommie saja. Mommie sendirian di rumah jika tidak ada Calesta."


Perkataan Calesta serasa menikam ulu hati Cristian.


"Calesta kau tidak boleh berkata seperti itu."


"Maaf Mommie!" Calesta memegang dua daun telinganya.


"Kau sudah makan?" tanya Cinta mengalihkan pembicaraan. Calesta menggelengkan kepalanya.


"Aku ingin makan bubur putih dikasih toping gula merah buatan Mommie," ujar Calesta.


"Bubur sumsum itu," jawab Cinta tersenyum. "Nanti Mommie buatkan."


"Calesta nenek dan kakek ke kamar dulu yah! Istirahatlah agar cepat sehat," ujar Erick membelai rambut Calesta lalu mendorong kursi Aura dan berjalan keluar dari kamar anak itu.


Cristian mencopot jas yang digunakannya dan merenggangkan dasinya.

__ADS_1


"Aku akan membuatkan Calesta bubur dulu. Katakan di mana dapurnya?" tanya Cinta.


"Calesta papa akan mengantar Mommi ke dapur dulu, kau tidak apa-apa ditinggal sendiri?" tanya Cristian. Calesta menganggukkan kepalanya.


Cristian berjalan terlebih dahulu diikuti langkah kaki Cinta.


Mereka kini berada di dapur Cristian segera menyalakan saklar lampu. Cinta langsung membuka semua lemari. Dia mencari bahan-bahan untuk membuat bubur itu.


Cristian mengambil kaleng minuman keras dari lemari pendingin. Dia hendak meminumnya tapi tangan Cinta langsung merebutnya.


"Kau sudah banyak minum tadi," ujar Cinta. Cristian hendak mengambilnya namun Cinta segera ke arah wastafel hendak membuang isinya namun tubuh Cristian meraih tubuhnya dari belakang. Dan dia mengambil botol dari tangan Cinta namun Cinta berusaha untuk tetap memegangnya.


Kaleng itu disembunyikan di perutnya sedangkan Cristian berusaha merebutnya dari belakang.


"Aku tidak suka di tentang Cinta!" ucap Cristian.


"Ini tidak baik untukmu," ucap Cinta tetap kekeh mempertahankan kaleng itu.


"Kau selalu berfikir yang terbaik untukku namun semuanya salah!" ucap Cristian marah.

__ADS_1


"Kita membicarakan minuman ini bukan masa lalu kita." Cinta melepaskan minuman itu lalu membalikkan tubuhnya. Sehingga posisi mereka seperti sedang berpelukan. Sedangkan kaleng bir itu jatuh ke lantai.


Cristian terkejut melihat Cinta yang ada dihadapannya dan tubuh mereka saling bersentuhan.


"Apa kau masih mencintaiku?" tanya Cinta langsung dan berani membuat Cristian terkejut.


"Tidak!" jawab pria itu.


"Jika tidak bisakah kita membesarkan Calesta bersama-sama tanpa ada kebencian. Kita akan membagi kebersamaan kita dengan Calesta dalam satu Minggu, tiga hari untukmu dan tiga hari untukku satu hari akan kita lalui berdua agar Calesta senang karena merasa mempunyai orang tua yang lengkap walau tidak bersama," tawar Cinta mendongakkan kepalanya menatap Cristian. Cristian memepet tubuh Cinta ke wastafel. Dia tangannya berpegang pada meja wastafel sehingga


tubuh Cinta terkungkung.


"Itu tidak adil Cinta. Kau menimati tujuh hari dalam seminggu dan tiga puluh satu hari dengan Calesta. Sedangkan aku, kau haruskan membagi waktu kami bersamamu!" jawab Cristian menundukkan wajahnya.


"Lalu apa yang kau inginkan!" ucap Cinta.


"Jika kau ingin bersama Calesta maka jadilah pelayan rumah ini!" tawar Cristian. Cinta terkejut.


"Baiklah, tapi jangan salahkan aku jika kau kembali tertarik padaku!" jawab Cinta.

__ADS_1


"Mencintaimu lagi itu tidak ada dalam kamusku!"


"Kalau begitu aku yang akan menuliskannya dalam kamusmu itu," jawab Cinta.


__ADS_2