Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Kepuasan Dan Kebahagiaan


__ADS_3

"Satu lagi jangan beritahu dirinya jika kau akan menikahi Bella ulang besok. Aku ingin balas dendam karena dia telah membohongiku selama empat tahun ini."


David menaikkan dua alisnya ke atas.


"Okey, aku mengerti."


David mengambil tangan Setiawan dan mengecupnya sebelum berpamitan pergi.


David lalu keluar dari ruangan Setiawan dan dua berpapasan dengan Riska di koridor rumah sakit.


"Nyonya Setiawan aku pamit untuk pulang ke rumah bersama Bella," kata David. Namun, Riska diam saja tetap berjalan tanpa mau memperdulikannya. Dia masih tidak terima jika pria itu membawa Bella paksa.


Melihat sikap acuh dari Riska David lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju ke tempat parkiran. Tempat dimana Bella sedang menunggunya sedari tadi. Dia melihat jam ditangannya. Rupanya tadi dia menghabiskan waktu satu jam untuk bicara. Bella pasti sudah sangat bosan menunggunya.


Setelah masuk ke ruang kemudi mobil David melihat ke arah Bella yang sedang asik memainkan handphonenya. Mulai kemarin Bella sudah mendapatkan kembali handphonenya itu.


"Apa kau bosan Sayang?" tanya David mencium dahi Bella.


"Tidak, karena ada Ibu yang menemaniku," jawab Bella tersenyum ke arah David.


"Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Bella cemas.


"Ya, ayahmu adalah pria paling pengertian yang pernah kutemui," puji David.


"Ya, adalah ayah terbaik di dunia ini. Karena cintanya pada keluarga membuat kami anak-anaknya tidak tega jika harus membuat hatinya terluka," imbuh Bella.


"Dia menyuruhku untuk menikahimu ulang besok. Dia ingin menikahkan mu denganku," ungkap David memandang manik mata hitam milik Bella.


"Sungguh ... ." David menganggukkan kepalanya.


"Wah ... ini adalah kabar paling membahagiakan untukku," teriak Bella senang. Dia lalu memeluk tubuh David kuat.


David merenggangkan pelukannya dan menatap Bella intens.

__ADS_1


"I love you, Bella," ucap pria itu berharap jawaban sama yang akan keluar dari bibir Bella. Namun Bella hanya terdiam. Dia masih enggan untuk menjawabnya.


"Tidak apa, aku akan tetap menunggu kata itu keluar dari mulutmu walau hingga kita menua bersama," ucapnya penuh rasa kecewa.


"Maaf, aku masih tidak melakukannya."


"Aku sangat ingin mendengar ungkapan itu keluar dari mulutmu namun aku lebih menghargai perbuatanmu yang mencerminkan rasa cintamu," ucap Pria itu membuat Bella trenyuh. Dia lalu mencium bibir tipis David. Lama mereka saling bertukar saliva dan saling memagut satu sama lain.


"Kita teruskan di rumah,” bisik Bella yang mulai terbawa suasana panas.


"Bagaimana jika kita melakukannya di sini saja," ajak David.


"Kau tidak lihat banyak orang berlalu lalang di tempat parkir ini, akan aneh jika melihat mobil bergoyang," terang Bella.


"Naiklah ke atas pangkuanku dan kita cari hotel terdekat. Cantik selalu menempel padamu dan aku telah berpuasa beberapa hari ini," pinta David.


Bella tertawa, dia lalu bergerak naik ke atas pangkuan David. Mobil mulai bergerak meninggalkan rumah sakit itu dan mobil benar berhenti di hotel terdekat.


David langsung chek-in dan membawa pergi Bella ke kamar mereka. Tanpa sadar ada orang yang merekam kebersamaan mereka dan menyebarkannya ke media sosial.


Judul video itu. Berbagai ucapan miring dan hujatan pedas mampir membuat ramai dunia jagat Maya.


David dan Bella saling menarik masuk ke dalam kamar tidur. David menendang pintu kamar itu hingga tertutup di belakang tubuh mereka. Bella menyeret tubuh David ke atas tempat tidur yang menyebabkan mereka jatuh bersama dengan sangat tidak elegan.


Mereka mengeluarkan suara tercekat, erangan, dan hempasan. Sesekali tarikan rambut, benturan lutut, senggolan siku, dan cengkraman tangan pada apapun yang bisa dicengkeram.


Sangat liar, pikir Bella. Dia biasanya melakukan segala sesuatunya dengan sangat anggun.


"Oh, Tuhan apa kau berpikir apa yang kupikirkan," ucap David di sela kegiatannya. Bella hanya menggigit bibirnya sendiri menikmati setiap momen yang ada.


Dalam ketergesaan masing-masing dari mereka mencoba membuka kancing yang sama dari celana jeans milik David.


David menepuk tangan Bella, wanita itu terkesiap menatap David dengan heran selama beberapa saat kemudian mengangkat bahu dan tertawa bebas.

__ADS_1


Astaga, kenapa David tidak membiarkan Bella yang membuka celananya? Tapi Bella terlihat sudah berubah pikiran. Jelas sudah terlambat untuk menikmati tangan lentik Bella yang melakukannya. David terlihat sangat tergesa-gesa dan merutuki kesulitannya ketika lupa untuk melepaskan sepatunya terlebih dahulu, membuat Bella tertawa dan beranjak menjauh dari David.


Setelah melepaskan semua pakaiannya David memandangi tubuh indah Bella. Kulit yang putih pink, bernafas, dengan ujung berwarna kecoklatan. Tubuh wanita itu berlekuk indah dari dadanya yang besar ke pinggang yang ramping lalu ke pangkal pahanya. Tanpa noda sama sekali. Hanya satu titik hitam sedikit besar di bawah gundukan kenyal sebelah kiri saja yang menjadi pemanis.


David mengulurkan tangannya ke arah Bella untuk menarik wanita itu dengan perlahan ke arah tubuhnya. Lalu membaringkan tubuh wanita itu ke tempat tidur tempat dia bisa mencondongkan tubuh di atasnya dan menyapukan bibir, lidah dan jarinya ke seluruh tubuh wanita itu.


Kesabaran adalah harga termahal yang bisa dia rasakan saat ini. Sangat pantas untuk kenikmatan yang dia dapatkan.


Dia hendak memberikan senyuman kepuasan tatkala melihat wanita itu sudah takluk dibawahnya namun Bella malah memejamkan matanya. Sial!


"Sekarang aku ingin kau tetap membuka matamu. Karena saat saat seperti ini, aku suka dipandangi olehmu sebesar kau suka dipandangi olehku," ucap David menghentukan kegiatannya. Bella baru ingat jika David akan memintanya melakukan itu setiap kali mereka berhubungan.


"Maaf aku lupa," kata Bella tersenyum.


"Aku bahkan tidak pernah melupakan hal apa yang paling kau sukai," ungkap David.


"Kita akan berdebat atau meneruskannya?" tanya Bella. Membuat David terdiam dan mulai lagi aktivitasnya.


Waktu berlalu dengan cepat. Bella tidak tahu sudah berapa lama mereka melakukannya, dia tidak bisa memikirkan apapun selain David masih terbaring di atas tubuhnya. Terasa berat memang tapi teringat akan kemaskulinannya yang luar biasa menyenangkan dan otot yang terentang di atas tubuhnya yang puas dan bahagia. Dia harus menggerakkan sedikit tubuhnya untuk meraih handphone di atas meja kecil sebelah tempat tidur.


Merasakan pergerakan dari tubuh Bella, David bergerak, mengerang dan menjatuhkan tubuhnya ke samping Bella lalu memeluk pinggang wanita itu.


Tubuh Bella condong ke samping. Tangannya akhirnya bisa meraih handphonenya dan mulai menyalakannya. Dia mengusap wajahnya kasar. Dan menghembuskan nafas keras. Dia lupa jika mensilent suara handphonenya tadi.Ada sepuluh panggilan dari Cantik dan banyak pesan dari pengasuh Cantik yang mengatakan bahwa Cantik sedang menangis menunggunya pulang.


"Ada apa?" tanya David.


"Cantik menangis sedari tadi kita harus pulang secepatnya," jawab Bella.


***


Like


Vote

__ADS_1


Komentar. Aih authornya sampai ngantuk nulisnya. Kalau ada kesalahan ketik harap maklum yeh...


__ADS_2