
Para penjahat itu bermusyawarah untuk memutuskan apa yang akan mereka lakukan. Mereka keluar dari mobil dan berbicara mulai berbicara.
"Lebih baik kita bicarakan ini dengan Bigbos saja!" ujar cungkring
"Kita akan menyembunyikan wanita ini dan anaknya di tempat berbeda. Jika Bigboss setuju, maka kita akan meneruskan transaksi ini dan menyerahkan wanita ini padanya, tapi jika tidak kita melepaskannya dan mendapatkan uang semilyar untuk semua orang."
"Yang kita takutkan adalah wanita ini berbohong, setelah menyerahkan uang dia akan menghubungi polisi dan polisi langsung mengejar kita atau dia menjebak kita dengan cara yang lain. Bukankah suaminya kaya pasti dia punya kuasa untuk menangkap kita nantinya."
"Jika kita ikut rencana Bos maka dia sendiri yang akan bertransaksi, kita hanya melihatnya dari kejauhan tidak terlihat langsung. Bukankah itu lebih aman kan?"
"Yah, tugas kita hanya membawa wanita ini selamat kepadanya. Setelah itu, dia sendiri yang akan bernegosiasi dengan suaminya."
"Kita minta 50% 50% baru itu deal," ujar Bos.
"Mobil berhenti di depan gedung saja jangan masuk! Biar aku saja yang masuk ke dalam dan mengatakan semua ini pada Big Boss."
Mereka setuju, lalu masuk kembali ke dalam mobil dan meneruskan perjalanan.
Bella ditutup mulutnya dengan lakban agar perkataannya tidak membuat kacau dan pertengkaran di grup ini.
Mobil berhenti di sebuah gedung yang belum sempurna dibuat dan terbengkalai. Bos mereka lalu masuk ke dalam gedung beserta Paijo.
__ADS_1
Cungkring dan empat orang lainnya menunggu di dalam mobil.
Satu jam kemudian Bos mereka datang.
"Transaksi akan dilangsungkan satu jam lagi. Kita harus bersiap-siap. Bos setuju untuk memberikan 50 persen untuk kita." kata Bos mereka.
"Wah kita kaya nih Bos!" kata cungkring.
"Satu setengah milyar lainnya untuk bagianku karena aku bosnya, Okey!" kata pria itu.
Mereka menganggukkan kepalanya apalah dayaku menjadi bawahan yang harus menuruti semua perkataan atasannya.
Mereka lalu menutup mata Bella dan Cantik lalu membawanya masuk ke dalam gedung.
Bella lalu dan Cantik di dudukkan di sebuah kursi kayu. Penutup matanya mulai di buka dan lakbannya pun juga. Tapi berbeda dengan Cantik. Lakban di mulutnya tetap melekat di mulutnya.
"Roni," lirih Bella tapi tidak terlihat terkejut.
"Kami sudah mengira jika kau itu adalah pembunuhnya tapi mengapa kau lakukan ini padaku. Aku tidak pernah punya salah apapun padamu dan Cantik dia itu keponakanmu 'kan?" tanya Bella ketika melihat Roni duduk hadapannya.
" Ha ... ha .... ha ... , kau wanita yang cerdik juga,"
__ADS_1
"Tidak sulit untuk menebaknya melihat rasa sesal di matamu ketika peti mati masuk liang lahat, dan kau juga melupakan satu hal!"
"Apa itu?"
"Kau berusaha untuk membangun asumsi publik untuk menyudutkanku selama ini. Kau menyebarkan video pertengkaran sofi dan David padahal hanya kau yang punya akses untuk mengambil rekaman CCTV di rumah Sofi."
" Kenapa kau langsung menuduhku tidak pada Wati?"
"Karena statusnya adalah pelayan dia tidak akan se sembrono itu untuk menyimpan sebuah video pertengkaran majikan. Ketika rekaman di hari meninggalnya Sofi menghilang, itu pasti kau yang melakukannya juga."
"Kau sangat pandai, Bella. Memang aku yang melakukannya."
"Tapi kenapa? Bukankah kalian berdua sangat dekat."
Pria itu mengacak rambutnya. Wajahnya terlihat penuh penyesalan.
"Aku tidak sengaja melakukannya!" ujarnya.
"Kenapa?" lirih Bella. Suara yang lemah lembut membuat Roni merasa nyaman untuk bercerita.
"Aku sedang memintanya mengirimkan sejumlah uang ke rekeningku. Beberapa renternir menagih hutang ke rumahku. Bukannya menolongku dia malah memarahiku. Kami bertengkar hebat saat itu. Dia mengatakan tiga aku hanya pembawa masalah dalam hidupnya. Padahal semua aku lakukan untuknya. Tapi dia terus saja mengomel hingga aku naik pitam dan ... ," Roni terdiam menutup matanya dan terisak. Bella tetap diam berusaha menjadi pendengar yang baik walau pun banyak sekali pertanyaan yang ingin dia ajukan.
__ADS_1