Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Kau belum Mengenalnya!


__ADS_3

"Aku tidak mau memakainya?" ucap Maria sembari melempar pakaian itu ke arah Alehandro.


"Aku tahu ini pasti rencanamu, aku sangat tahu dengan otak kotormu itu," ucap Maria dengan muka di tekuk dan mulut yang dikerucutkan. Sangat menggemaskan.


"Ya sudah jika kau mengira begitu. Namun apa yang akan kau kenakan jika pakaian ini tidak kau pakai?" tanya Alehandro santai.


"Aku lebih baik memakai bathrobe ini," kata Maria keras kepala.


"Itu basah kau akan sakit nanti," jawab Aleehandro.


"Kau punya baju yang lain kan?" tanya Maria.


"Apa kau tidak sadar jika lemari itu kosong, aku pun hanya memakai kaos dan celana boxer ini," jawab Alehandro menurunkan selimut dan memperlihatkan celana boxernya. Maria membelalakkan mata, setelah itu memegang keningnya yang mulai terasa pusing karena masalah ini.


Maria tidak berani mengatakan pada Alehandro jika dia tidak memakai dalaman sama sekali. Dia bingung mau duduk dimana karena masalah ini.


Tiba-tiba pintu kamar diketuk oleh seseorang. Maria melihat ke arah Alehandro namun pria itu enggan keluar dari selimutnya karena hanya memakai celana boxer yang ketat dan minim. yang mencetak jelas miliknya.


Melihat Alehandro yang enggan untuk berdiri maka Maria berjalan ke arah pintu dan mulai membukanya.


Mom Lusi sedang berdiri di depan pintu dengan segelas susu cokelat yang masih hangat.

__ADS_1


"Hallo Maria, kau baru saja mandi?" tanya Mom Lusi dengan sangat ramah.


"Ya, Mom hanya saja aku tidak punya pakaian untuk ganti dan juga dalaman!" ujar Maria sembari menggigit bibirnya setelah mengatakan itu. Mom Lusi pura-pura terkejut dan melihat ke arah Alehandro yang diam saja di tempat tidur.


"Dasar anak nakal! Pasti dia pelakunya, Maria. Tenang Mom akan mengambilkanmu pakaian tapi minum dulu susu hangat ini. Tidak panas kok," ucap Mom Lusi seraya menyerahkan susu itu pada Maria.


Maria sebenarnya lebih suka susu putih tapi karena ini buatan ibu mertuanya di mau meminumnya.


"Habiskan Maria!" ucap Mom Lusi halus. Dia menyembunyikan sedikit senyumnya. Maria akhirnya menghabiskan minumannya hingga tandas.


"Terima kasih, Mom," kata Maria.Meletakkan gelas susu itu di baki.


"Kau masuk dulu ke dalam, tunggulah Mom datang membawa pakaianmu," ujar Mom Lusi senang lalu berjalan pergi sembari mengeluarkan senyum kemenangan setelah dia membalikkan tubuhnya.


"Untuk apa Mom kemari?" tanya Alehandro curiga.


"Dia kemari untuk menberikan segelas susu hangat padaku. Mom Lusi itu sangat perhatian sekali yah!" puji Maria.


Alehandro lalu tertawa keras sembari menggelengkan kepalanya.


"Memang apa yang lucu!" tanya Maria dengan wajah polosnya.

__ADS_1


"Tidak ada hanya saja wanita dewasa sepertimu di beri minuman susu di malam pertamanya itu sangat langka." Alehandro menghembuskan nafasnya. Dia mencoba mengalihkan perhatiannya lagi ke tablet di tangannya.


"Kau tidur saja di sampingku. Aku tidak aka. menyentuhmu kecuali kau yang meminta. Ingat kau sendiri yang meminta!" ulang Alehandro.


"Kau tidak perlu mengingatkanku akan hal itu terus. Aku tidak akan mungkin meminta hal itu padamu," jawab Maria. Dia lalu menata bantal di tengah tempat tidur dan naik ke kasur dengan hati-hati takut bathrobe itu tersingkap dan memperlihatkan isi di dalamnya. Setelah menutup tubuhnya dengan Maria baru merasa tenang. Dia lalu membaringkan tubuhnya miring ke samping membelakangi Alehandro.


Maria mulai merasa gelisah. Rasa panas dan tidak nyaman mulai menyerang tubuhnya. Dia merasa gerah padahal AC diruangan itu telah di nyalakan. Nafasnya mulai memburu, dia alaku menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya.


"Kenapa panas sekali Alehandro?" tanya Maria.


"Oh ya padahal AC di ruangan ini dengan suhu terendah," jawab Alehandro, Maria yang mendengar menelan salivanya dalam-dalam.


"Kau gerah buka saja bajumu!" kata Alehandro santai.


"Kau gila, tapi ada yang tidak beres dengan tubuhku!" ujar Maria.


"Tidak mungkin kan Mom Lusi mencampur sesuatu ke minumanku?" tanya Maria mulai curiga.


"Kau tidak kenal Momku dia akan gigih melakukan segala cara agar keinginannya terpenuhi," jawab Alehandro tenang sembari mengetik di tablet miliknya. Sedangkan Maria sudah bergerak dengan gelisah. Dia menggigit bibirnya sendiri dengan keras agar kesadarannya tetap ada.


"Percuma kau lawan tidak akan berfungsi perlawananmu itu. Obat itu mulai mempengaruhimu," ujar Alehandro.

__ADS_1


"Kalau begitu bantu aku agar terbebas dari rasa ini!" ucap Maria.


__ADS_2