Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Baru saja bertemu akankah berpisah?


__ADS_3

Roni membawa Bella pergi dengan mobilnya. David yang melihat langsung menyerahkan cantik pada mark asisten nya .


David langsung masuk ke dalam mobil berusaha mengejar mobil milik Roni. David menancapkan gas dalam malam agar bisa menyamakan kecepatan Roni dalam berkendara .


Dalam aksi kejar-kejaran itu tidak jarang mobil mereka saling beradu. Bella yang ketakutan, berteriak keras namun bukannya Tentukan laju kendaraannya Roni malah tambah kecepatan. David yang melihat langsung menabrak keras bagian belakang mobil Roni disaat jalanan sepi.


Brak!


Suara bemper mobil bersentuhan keras. Mobil Roni berputar lalu menabrak pohon di pinggir jalan. David terlihat panik dia langsung keluar dari mobilnya usaha untuk menolong Bella.


Kepala Bella terluka parah. Keadaan Roni sendiri terlihat baik-baik saja. Hanya ada beberapa luka kecil. Mobil mereka mengeluarkan asap di bagian mesin. Dengan cepat Roni keluar dari mobil membawa serta tas berisi uang di tangan kirinya dan sebuah pistol di tangan kanannya.


David yang hendak menolong Bella menghentikan langkahnya tatkala melihat Roni mengacungkan senjata ke arahnya.


"Biarkan aku menolongnya, " pinta David.


" Kau boleh saja pergi dan mengambil uang itu. Aku hanya ingin istriku selamat, " lanjut David.


Bukannya pergi Roni malah tertawa keras.


"Apakah kau takut istrimu itu akan mengikuti jejak Sofi yang pergi ke alam baka?"


Bella dengan susah payah keluar dari mobil yang sebagian bodynya telah ringsek. Sekujur tubuhnya penuh luka tapi dia berusaha agar bisa bangun dengan berpegangan pada badan mobil.


"Kau jangan gila Roni, kau tahu aku tidak pernah mencampuri urusanmu! Lalu mengapa kau membenciku!" teriak David.


"Kau memang tidak pernah mencampuri urusanku tetapi karenamu hidup Sofi menderita. Aku tidak suka itu!"

__ADS_1


"Tapi aku tidak pernah melukainya secara fisik tidak seperti kau yang telah membunuhnya padahal kau itu adalah saudara yang paling dia sayangi. Air susu kau balas dengan air tuba! Kurang baiknya apa Sofi padamu hingga kau tega menghilangkan nyawanya!" kata David penuh emosi.


Bella yang mendengar pertengkaran kedua orang itu menggelengkan kepalanya.Emosi David akan memperburuk keadaan. Pikir Bella.


Dengan kaki terluka dan jalan terseok- seok, dia bergerak mendekati David.


"Aku tidak sengaja membunuhnya!" ujar Roni.


"Itu sama saja! Intinya Sofi mati karena ulahmu! Kau itu seperti parasit yang membunuhnya secara perlahan!" bentak David.


"Kau itu parasit, Roni," Kata-kata Sofi sebelum Roni mengakhiri hidupnya kembali terngiang.


"Lebih baik kau ikut mati juga bersama Sofi!" Roni menembakkan pistolnya.


"Jangan!" teriak Bella. Bella menjadikan dirinya perisai untuk David.


Dor!


Tubuh Bella membeku seketika.


"Kau tidak apa-apa?" tanya David cemas. Bella menatap mata David. Butiran kristal mengalir di pipinya. Harusnya dia yang bertanya apakah David baik-baik saja.


David memeriksa tubuh Bella. Setelah tahu jika Bella baik-baik saja dia berdiri dan melihat Roni berlari menjauh. David langsung berlari mengejarnya mengabaikan luka tembak di perut.


"David ... hiks... hiks... ,'' panggil Bella. Namun panggilannya diabaikan oleh David. Dia malah memilih menghadapi.


David berhasil meraih lengan Roni. Dia langsung memukul wajahnya keras dan memutir tangannya sehingga pistol itu terjatuh.

__ADS_1


" Akh ... ,'' erang Roni.


Roni langsung menendang David dan memukul keras perut David yang tertembak.


Semburan darah keluar dari mulut David.


Roni kembali memukul wajah David hingga pria itu jatuh tersungkur.


Roni tertawa keras dia hendak mengambil pistol untuk menembak David tapi Bella yang tiba-tiba berada di belakangnya memukul kepalanya keras sehingga tubuh pria itu oleng sedikit.


Kesempatan itu di pergunakan oleh David. Dia berguling ke samping dengan cepat, mengambil pistol yang ada di depannya.


Satu pukulan keras mengenai Bella membuat wanita itu terjatuh di aspal yang panas.


Dor!


"Aku tidak akan membiarkan satu orang pun melukai kekasihku, Bella!'' teriak David ketika menembak Roni tepat di dadanya.


Tubuh Roni jatuh ke tanah. Bella bangkit berdiri mendekati David.


Tangisnya pecah melihat keadaan David yang bersimbah darah dari luka tembak di perutnya yang terus mengalir deras.


" Kita harus ke rumah sakit sekarang!" ujar Bella berjongkok di depan David dan memangku dirinya.


David menggelengkan kepalanya.


"Mungkin aku tidak akan selamat Bella. Tapi sebelum itu aku akan mengatakan jika aku mencintaimu, sangat mencintaimu,"

__ADS_1


"Kau tidak boleh mengatakan itu, kita baru saja bersama," isak Bella mencium wajah David dan menyatukan dahi mereka.


__ADS_2