
Pengasuh mengambil Cantik. Bella mendekati David perlahan. Raut wajah pria itu terlihat sangat sedih. Insting Bella berkata pasti ada kejadian buruk.
"Ada apa?" tanya Bella.
David merengkuh tubuh Bella dan memeluknya. Nafas pria itu terdengar sangat berat seperti ada beban besar yang ada dipundaknya.
"Aku baru mendapat telephon dari kepolisian yang menyatakan bahwa Sofi telah meninggal dunia?" kata David.
"Kenapa?"
"Aku juga belum tahu tetapi sepertinya sesuatu yang buruk telah terjadi padanya."
"Mayatnya sudah di bawa ke kepolisian untuk di otopsi. Tapi aku harus pergi ke rumahnya untuk menemui para pelayat yang akan datang," kata David lagi menghela nafas.
"Aku akan pulang dulu ke rumah untuk mengatakan mengabari hal ini pada sanak saudara terdekat." Naura mengambil tasnya. Dari raut wajahnya dia terlihat sangat terpukul atas masalah ini.
"Biar sopir mengantarkan Ibu pulang," kata David. Naura menganggukkan kepalanya. David lalu menyuruh sopirnya untuk mengantarkan ibunya pulang.
David lalu pergi ke atas untuk mengganti pakaiannya. Bella lalu memilihkan sebuah kemeja dan celana kain linen hitam.
David masih terlihat lemas dia duduk dengan posisi membungkuk di pinggiran tempat tidur, dia sikunya bertumpu di paha dengan tangan di satukan ke depan dan ibu jarinya digigitnya.
"Selama dia hidup bersamaku aku tidak pernah berusaha membuatnya bahagia," ucap David tiba-tiba. "Sepertinya aku adalah suami paling buruk yang ada di dunia ini. Padahal dia sudah berusaha keras untuk memberikanku seorang anak tapi semua usahanya itu tetap saja tidak menggerakkan hatiku untuk bisa mencintainya."
Bella meletakkan baju David di pangkuannya, duduk di sebelah suaminya. Dia tahu suaminya sangat berduka.
__ADS_1
"Aku merasa sangat bersalah!" imbuhnya lagi. Hening tercipta. Hanya ada suara nafas mereka saja. Bella sendiri tidak tahu harus berkata apa. Di satu sisi dia lega atas kematian Sofi karena dia telah menemui karma perbuatannya di sisi lain mengapa harus semenyedihkan itu cara kematiannya. Apakah dia begitu kehilangan David dan Cantik sehingga lebih baik menghabisi dirinya sendiri dari pada hidup tanpa mereka?
David memiringkan kepalanya.
"Bagaimana aku harus mengatakan hal ini pada Cantik. Dia masih terlalu kecil untuk tahu apa yang sedang terjadi!" kata David mendesah.
"Kau katakan saja jika ibunya sedang beristirahat. Dia ingin tidur panjang." Batin Bella tapi dia terlalu takut untuk mengeluarkan pendapatnya.
"Kau itu pria yang bijak tentu tahu apa yang harus kau lakukan dan katakan?" jawab Bella.
"Apa karena aku hingga dia melakukan hal itu?" tanya David.
"Apapun itu semuanya telah terjadi. Kau harus kuat untuk Cantik dan tetap tegar dalam menghadapi semuanya. Ini salah takdir, sudah ditentukan oleh Yang di atas, kau tidak bisa berbuat apapun untuk melawan ketentuanNya."
"Jika masalah salah, semua orang pernah melakukan kesalahan tapi bagaimana mereka mencoba memperbaiki kesalahan itu kedepannya. Dan jika benar penyebab kematian Sofi karena bun** di** berarti dia tidak kuat menahan deritanya. Aku pun hampir melakukan itu dahulu tapi aku punya seorang ibu yang mendukung dan menguatkanku sehingga aku tidak melakukan perbuatan mengerakkan itu," lirih Bella di kalimat terakhirnya. David menoleh dan melihat ke arah Bella.
"Jangan kau lakukan hal yang buruk itu lagi,'' kata David kemudian.
Bella memeluk pinggang David.
"Tidak, bila kau tidak memarahiku seperti dulu," jawab Bella.
"Tak akan kuulangi lagi kebodohanmu yang telah lalu." David mengusap punggung Bella.
"Aku sangat mencintaimu," bisik David.
__ADS_1
"Aku tahu," jawab Bella tapi dia masih enggan untuk mengatakan cinta sebelum dia menghapus keraguan dari benaknya.
"Gantilah pakaianmu, Cantik pasti sudah menunggumu di bawah." Bella menyerahkan pakaian itu pada David. David tersenyum. Bella sudah kembali menjadi istrinya kali ini. Dia mengecup pipi Bella.
"Terima kasih."
"Bolehkah aku tidur di sampingmu malam nanti?" tanya David.
Bella mencubit pinggang David. Wanita itu lalu berdiri dan berjalan keluar kamar.
Seharusnya dia tidak tersenyum kali ini di saat kabar duka tentang istri pertamanya datang. Akan tetapi, Bella memang wanita yang selalu bisa membuatnya tertawa bahagia. Keterlaluan memang. Tapi kesedihannya pergi dan kebahagiaannya kini telah datang.
David mengganti pakaiannya. Ketika dia telah siap dan sedang mengancing manset, dia teringat bahwa ibunya menemui Sofi sebelum mayatnya di temukan.
David tahu watak ibunya yang keras jika sudah tersinggung. Apakah mereka bertengkar hebat yang memicu keinginan Sofi untuk melakukan hal itu.
Apa yang mereka bicarakan?
Polisi meminta keterangannya nanti, sepertinya malam ini akan jadi malam yang berat untuknya.
***
Senin Vote yah jangan lupa...
Like ...Eike takut jika popularitas novel ini menurun karena kurangnya dukungan dari kalian karena tidak adanya like.
__ADS_1
Komentar...
wah aku juga butuh suplai cerita ke depannya nih... masih panjang ceritanya ...