Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Mantanku adalah Mertuaku


__ADS_3

Alehandro bersama Cristian duduk-duduk di sebelah cafe. Mereka memilih sebuah cafe outdoor yang menyuguhkan pemandangan gedung pencakar langit kota Jakarta dari atas sebuah rooftop. Setiap pojok ruangan di beri pohon-pohon berukuran tinggi dan di tengah-tengahnya ada berbagai macam bunga yang sedang mekar yang membuat mata kita dimanjakan oleh keindahannya.


"Bagaimana Maria ada bersamamu?" tanya Alehandro sambil menyesap kopinya.


"Waktu itu Dicky datang ke rumah meminta pekerjaan padaku," ucap Cristian sembari mematik rokok lalu menghisapnya.


"Dia berkata jika dia dan Nathalia bercerai setelah tahun ke tiga pernikahan mereka."


"Bukankah mereka saling mencintai hingga pergi meninggalkan rumah hanya untuk bisa hidup bersama. Natalia bahkan sampai mengkhianatiku dan menikahi pria itu."


"Mereka berdua sama-sama masih muda, Natalia tidak bisa hidup kekurangan dan hidupnya tertekan karena harus menjalani hari sebagai ibu rumah tangga yang baik. Dia lalu meninggalkan Maria dan Dicky lalu pergi ke luar negeri melanjutkan studinya."


"Untung saja aku terbebaskan dari wanita seperti itu," ujar Alehandro.


"Kembali lagi ke masa Dicky ke rumahku untuk meminta pekerjaan. Waktu itu Maria baru berumur 13 tahun dan dia butuh tempat untuk tinggal serta berlindung."


"Kenapa?" tanya Alehandro tidak sabar.


"Kakek Maria mencari cucunya dan ingin merebut hak asuh atas Maria. Dicky enggan untuk berpisah dari anaknya jadi dia minta bantuanku. Aku menerimanya bekerja sebagai sopir di keluarga kami, mereka lalu tinggal di rumahku. Untuk menghilangkan jejak Dad menjadi wali dari Maria. Dia mengatakan jika Maria adalah anak dari saudara jauhnya. Dua tahun berlalu tapi kami tidak sadar bahwa sebenarnya Dicky itu punya penyakit kanker paru-paru. Singkat cerita dia meninggal di usia Maria yang baru lima belas tahun."


"Ya Tuhan, dia sudah diterpa berbagai masalah dari kecil," tanggap Alehandro.


"Dia lalu kami sekolahkan di asrama hingga pada suatu ketika ada kami mendapat berita jika ada seseorang yang ingin membunuh Maria di asrama itu. Kami membawanya kembali dan menyekolahkannya hingga kini."


"Kenapa kalian tidak menyerahkannya pada Nathalia," tanya Alehandro.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyerahkannya pada wanita itu karena wanita itu tidak berniat untuk merawat putrinya sedari awal. Lagipula Dicky pernah berpesan jika nyawa Maria akan dalam bahaya jika sampai keluarga Natalia tahu keberadaannya," tutur Cristian mengakhiri cerita


"Kenapa?" tanya Alehandro heran.


"Aku tidak tahu tapi pasti ada yang dia sembunyikan dan tidak ingin memberitahunya pada siapa pun. Lagipula Maria sangat membenci ibunya.''


"Jadi karena ingin melindunginya Tuan Erick ingin agar kalian menikah?"


"Yah, dia sudah terlanjur menganggapnya sebagai putrinya."


"Yah, dia gadis yang penurut." Alehandro jadi teringat akan wanita itu lagi.


"Dimana sekarang Maria?"


"Dia pergi dari rumah karena tidak setuju dengan pernikahan ini," jawab santai Alehandro.


"Ya, apa yang bisa kulakukan. Aku tidak bisa mencegahnya," kata Alehandro dengan santai.


"Brengsek! Aku kira kau bisa menjaganya dengan baik."


"Aku sudah memerintahkan empat orang untuk mengikutinya secara bergantian. Mereka akan memastikan kondisinya baik atau tidak!" jelas Alehandro membuat Cristian lega.


"Kau terlihat peduli sekali padanya?"


"Itu karena Dicky mempercayakannya padaku sebelum dia meninggal. Mom dan Dad juga telah menyayanginya layaknya anak sendiri." terang Cristian.

__ADS_1


"Aku kira kau jatuh cinta padanya," ledek Alehandro.


"Bresngsek kau, kalau iya sudah kunikahi dari kemarin kemarin." Cristian merasa lega sekarang karena menyerahkan Maria pada orang yang tepat.


"Apakah hubunganmu dan Cinta sudah kembali lagi seperti dulu?" tanya Alehandro.


"Bisa dikatakan begitu," jawab Cristian. Cristian lalu ingat pembicaraan terakhir mereka di pesta.


"Yang aku herankan kenapa kau malah melamar Maria bukannya Bella, kau bilang jatuh cinta padanya?" ungkap Cristian.


Pelayan kemudian datang dan membawakan desert berbentuk binatang lucu yang sedang viral di jagat maya.


"Aku memang tertarik pada Bella namun Mom mengatakan jika aku harus mencari wanita seperti Maria yang masih polos dan lugu. Dia belum tercemar oleh pria lain dan itu akan memudahkanku untuk meraih cintanya," ujar Alehandro.


"Hanya karena itu?" Alehandro nyengir kuda pada Cristian. Mereka berdua lalu tertawa.


"Pikiranmu itu hanya sekitar ************," seloroh Cristian.


"Kau benar, umurku sudah hampir mendekati kepala empat sebentar lagi. Jikapun ibuku meninggal suatu hari nanti, aku tidak akan punya keluarga yang akan menungguku pulang ke rumah.Lalu aku memikirkan sebuah keluarga. Dan diantara semua wanita yang kukenal hanya Maria yang kurasa mau menerimaku, walau awalnya dia menolak tapi aku yakin jika suatu hari nanti dia akan menerima cintaku dan mencintaiku juga," ujar Alehandro.


"Hanya karena itu? Apa kau tidak jatuh cinta padanya, atau kau menikahinya hanya karena dia mirip ibunya mantan kekasihmu?" ujar Cristian sembari memotong desert nya lalu keluar lelehan cokelat dari cake berbentuk kelinci.


"Aku sendiri tidak tahu apakah ini cinta yang tidak kesampaian atau aku benar-benar tertarik padanya. Tapi aku akan belajar mencintainya," jawab Alehandro menghembuskan nafas perlahan. Nafasnya mulai terasa berat jika memikirkan hal itu. Dia sungguh merasa bersalah jika sedang bersama Maria, karena sesekali bayangan Natalia yang muncul.


"Berpacaran dengan ibunya malah dapat anaknya, hmmm ... sungguh lucu takdirmu sobat!" ucap Cristian.

__ADS_1


"Cristian, lihat di belakangmu!" ujar Alehandro menunjuk ke satu sosok wanita yang sedang berjalan masuk ke cafe.


"Bella ... ," gumam Cristian.


__ADS_2