
"Dan aku mendorongnya keras hingga dia terjatuh ke bathup yang penuh berisi air. Kepalanya terantuk bibir bathup dan dia mati tenggelam di hadapanku," Roni menghembuskan nafas. Rasa sesak yang menahan dadanya selama ini akhirnya tersalurkan juga.
Bella tetap berusaha setenang mungkin mengetahui kenyataan ini. Dia menghela nafas panjang dan tersenyum pada Roni. Pria itu butuh dukungan saat ini.
"Kenapa kau tidak menolongnya, bukankah kau berada di tempat itu?" kata Bella. Roni bangkit dan berjalan berputar-putar di depan Bella. Dia terlihat sangat panik, gugup dan tertekan.
"Aku tidak tahu, aku membiarkannya begitu saja hingga dia tidak bergerak lagi. Untuk menutupi kesalahanku aku menyayat pergelangan tangannya dan aku membuatnya seolah itu adalah usaha percobaan pembunuhan."
Perut Bella terasa mual mendengar pangakuan Roni, tapi membuat pria itu tidak nyaman dan membangkitkan emosinya adalah sesuatu yang tidak ingin dia lakukan untuk saat ini. Ada nyawa Cantik yang harus dia jaga untuk saat ini.
"Tapi sungguh aku sangat menyesalinya, aku tidak berniat membunuhnya. Itu hanya kecelakaan ... ," ujar Roni menekan matanya erat-erat.
"Lalu kau coba melimpahkan masalah itu pada keluarga David?" tanya Dara.
"Karena hanya mereka yang bisa menjadi kambing hitam dari masalah ini dan aku bisa bebas dari semua masalah ini."
"Lalu mengapa kau masih menyekapku dan meminta uang pada David. Bukankah lebih aman jika kau pergi jauh dari sini sekarang. Polisi bisa saja mencium gelagat burukmu."
__ADS_1
"Aku tahu jika Polisi sudah mulai mencurigaiku tapi aku butuh banyak uang untuk kabur. Selain itu renternir yang kupinjam uangnya memintaku membayar hutang itu dalam waktu satu Minggu ini jika tidak mereka akan membunuhku!" ujar Roni.
"Bukankah kau itu berasal dari kalangan atas bagaimana bisa kau terlibat hutang yang tidak bisa kau bayarkan!"
"Aku telah dikeluarkan dari rumah karena tingkahku yang doyan berjudi. Hanya Sofi satu-satunya keluarga yang mau menerimaku dan menyayangiku. Dia selalu membantuku, tetapi kenapa akhir-akhir ini dia begitu pelit padaku, aku sangat marah padanya!"
"Karena kau menyebalkan," batin Bella.
"Dia telah menyayangimu tetapi mengapa kau balas dengan cara membunuhnya?" desak Bella.
"Sudah kukatakan jika aku tidak sengaja melakukannya dan aku sangat menyesali perbuatanku," ungkap Roni.
"Apa kau tidak kasihan pada keponakanmu ini?" tanya Bella melihat pada Cantik yang masih tertutup mata dan mulutnya.
"Aku tidak berniat menyakitinya hanya saja aku tahu jika David akan memberikan yang berapapun asalkan aku tidak melukaimu dan Cantik."
Roni lalu menghampiri Bella, membungkukkan tubuh dan mendekatkan wajahnya pada Bella.
__ADS_1
"Kini aku tahu mengapa David begitu mencintaimu dan mengabaikan Sofi?"
Bella lalu menjauhkan wajahnya dari Roni. Roni lalu berdiri.
"Kau cantik dan pembawaan selalu tenang membuat siapapun akan jatuh hati padamu dalam sekali menatap. Dan aku iri pada suamimu itu. Dia selalu memiliki semua yang pria inginkan. Harta, kekuasaan dan wanita cantik yang mengagumkan." Roni terdiam lalu menatap ke atas langit-langit ruangan itu.
"Dia juga memiliki wanita-wanita yang selalu mencintainya. Betul-betul pria yang beruntung."
Bella jadi teringat akan David. Dia tidak pernah menjawab pria itu jika dia juga sangat mencintainya. Egonya membuatnya tetap bungkam hingga saat ini. Bella menyesal. Dia tidak yakin jika dia bisa melihat David lagi nanti, semua bisa terjadi saat ini juga.
"Roni, aku tahu saat ini kau sedang bingung. Tapi aku takut jika kau tidak melepaskanmu ketika kau sudah mendapatkan uang itu," ujar Bella.
"Aku tidak tahu, tapi kau adalah satu-satunya perisaiku saat ini. Aku akan membawamu hingga aku yakin aku telah aman dari kejaran polisi."
"Aku tidak akan memberontak, hanya saja biarkan Cantik pergi bersama ayahnya. Aku tidak ingin melihatnya terluka atau trauma setelah apa yang terjadi," ungkap Bella.
"Mengapa kau sangat memperdulikannya bukannya memperdulikan dirimu sendiri? Kau bisa saja meminta Cantik yang jadi sanderanya tapi kau malah menyelamatkan Cantik dan menyerahkan dirimu padaku. Padahal kau sendiri tidak tahu apa yang bisa kulakukan padamu nantinya."
__ADS_1