Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Kesaksian Anton


__ADS_3

"Aku katakan jika Nyonya Naura datang dan memarahi Sofi karenanya. Seharusnya dia yang bertanggung jawab membayar semua utang judi itu bukannya Sofi. Dia menyangkal jika Sofi sendiri yang melakukan judi itu. Sofi bertaruh karena ajakan darinya. Jika dia tidak mengajaknya itu tidak akan terjadi! Lalu kami akhirnya berdebat. Sofi yang baru saja bertengkar dengan Nyonya Naura mendengar pertengkaran kami lalu datang."


Anton lalu menangis tersedu-sedu. Dan mengusap wajahnya lagi.


"Dia lalu membela Roni dan mengatakan jika aku tidak berhak mengatur hidupnya karena aku bukanlah siapa-siapanya. Dia juga mengatakan jika aku tidak suka aku boleh keluar dari kehidupannya." Anton menghela nafasnya dalam-dalam.


"Itu adalah pertemuan terakhir kami dan aku tidak menyangka jika itu adalah pertemuan kami yang terakhir kalinya, jika saja aku tahu aku akan tetap berada di sana untuk melindunginya dengan nyawaku sendiri," kata Anton mengakhiri ceritanya.


"Seharusnya Sofi bahagia mempunyai pria yang mencintainya seperti dirimu," kata David.


"Bagiku Sofi adalah satu-satunya orang yang aku miliki dan cintai. Aku tidak mempunyai siapa pun selain dirinya. Dia adalah segalanya dan aku rela melakukan apa saja demi kebahagiaannya."


"Aku mengerti itu bagaimana rasanya mencintai seseorang dengan sepenuh hati."


"Lucunya kehidupan mempermainkan kita. Kau mencintai wanita lain sedangkan istrimu mencintaimu dan aku mencintainya," lanjut Anton.


"Kau benar kita tidak bisa mengendalikan kehidupan tapi kita bisa belajar dari kesalahan dan mencoba untuk memperbaikinya," kata David. Dua orang itu terdiam.

__ADS_1


"Adakah yang engkau ketahui yang bisa mengarahkan kita pada pembunuh sebenarnya," kata David. Dia tidak percaya sepenuhnya pada cerita Anton, tapi memang selang waktu keluarnya Anton setelah ibunya itu tidak lama hanya sepuluh menit saja, ada kemungkinan jika apa yang dikatakannya benar adanya.


"Aku tidak tahu tapi surat-surat kepemilikan Sofi itu ada di brankas dalam kamar. Hanya tiga orang yang tahu dimana brangkas itu di simpan, aku, Wati dan Roni. Aku tidak yakin jika kau juga tahu hal itu."


"Lalu di mana keberadaan brangkas itu?''


"Di tembok belakang foto Sofi, di dalam kamarnya. Tapi kunci brangkas itu tidak ada yang tahu kata sandinya, hanya Sofi saja yang tahu itu," kata Anton.


"Dan pembunuhnya pasti mencari cara agar bisa masuk lagi ke rumah itu dan membuka brangkas," kata David.


"Idemu sungguh sangat brilian. Aku akan mengumumkannya di depan para wartawan."


"Aku hanya berharap pembunuh sebenarnya bisa cepat tertangkap," kata Anton.


"Aku juga berharap demikian. Aku akan menyewakan pengacara dan membantumu kali ini jika memang bukan kau pembunuhnya."


"Kau sangat baik Tuan David. Pantas jika Sofi sangat mencintaimu. Dia bersamaku hanya sebagai kesenangan semata tapi aku tahu jika di dalam hatinya hanya ada dirimu," kata Anton sedih.

__ADS_1


"Kita tidak tahu hati orang Anton. Yang terjadi biarlah terjadi yang terpenting saat ini kau bisa keluar dari penjara dan memulai kehidupan yang lebih baik."


Mereka akhirnya saling berjabat tangan dan berpelukan.


"Terima kasih atas pengertian dan kebaikanmu semoga Tuhan membalasnya nanti dan kau dipenuhi berkah hidup bahagia dan keselamatan," doa Anton.


"Amin, aku pun berharap kau akan bahagia nantinya," kata David.


"Kira-kira siapa yang kau curigai telah membunuh Sofi?"


***


Ya Alloh Vote nya sedikit sekali ... kemana pendukung ku? Pada pergi kemana 😭😭😭


Like jangan lupa yah


komentar biar semangat walau vote berkurang

__ADS_1


__ADS_2