
Ini sudah hari ke tujuh semenjak kematian Sofi. Polisi sudah melakukan konferensi pers memberikan beberapa keterangan pada masyarakat luas tentang penyebab kematian Sofi.
Sayangnya Ibu David saat ini mendekam di penjara karena dia dituduh yang melakukan pembunuhan ini.
Berbagai hujatan dari masyarakat memenuhi kolom komentar media on line. Permasalahan ini menjadi trending center. Setiap tingkah laku keluarga David langsung menjadi sorotan tajam. Hal itu berpengaruh pada nilai saham keluarga David. David sendiri diminta oleh perusahaan pusat untuk menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu baru bergabung kembali dengan perusahaan tempat dia bernaung selama ini.
Hal itu malah menjadi kesempatan David untuk memajukan usaha mertuanya. Dia menjadi pengganti ayah mertuanya untuk meneruskan usaha garmen itu. Tuan Robby Sinclair sendiri sudah mengajak David untuk bergabung ke perusahaan milik keluarga Sinclair yang lain namun David masih enggan.
Dia berharap dengan pengorbanannya kali ini sang ibu mertua bisa melihat niat baiknya pada keluarga Setiawan. Dia hanya ingin melihat Bella bahagia setelah mendapat restu dari ibunya.
Sore ini rencananya Tuan Robby dan David bertemu dengan salah satu detektif sewaan untuk menyampaikan penemuan mereka.
"Selamat sore Tuan Robby dan Tuan David," sapa Bram ramah. Dia pria berumur lima puluh tahunan. Badannya tegap tinggi besar untuk ukuran rakyat Indonesia. Matanya setajam elang dan ada kerut di atas dahinya yang memperlambangkan jika dia seorang pemikir keras. Sebuah kumis tebal dan hitam menjadi ciri khas pria itu dan tentunya rokok yang selalu dia hisap setiap saat.
"Apa yang kau temukan?" tanya Tuan Robby tidak sabar. Hal itu bisa dimaklumi karena istrinya saat ini sedang menderita dalam teralis besi.
"Aku menemukan beberapa penggalan video yang aneh dari kantor Nona Sofi," kata Bram membuka laptopnya dan memberikannya pada David.
"Dia bodyguard Sofi kan?" tanya Tuan Robby. David menganggukkan kepalanya.
"Mereka terlihat sering menghabiskan waktu di di ruang kantor bersama dan dalam jangka waktu lama. Kalau menurut video ini dalam jangka waktu dua jam tujuh belas menit." Bram lalu membuka video2 lainnya.
"Ini satu jam lebih dan ini tiga jam," lanjutnya.
"Dan ketika aku bertanya pada sekretaris Nyonya Sofi apa yang mereka lakukan di dalam, sekretarisnya menjawab tidak tahu tapi jika mereka sedang bersama Sofi tidak ingin diganggu. Well you know ... ini bukan hal biasa."
__ADS_1
Tuan Robby mengusap dagunya. Dan David membolak-balik video itu.
"Roni tahu masalah ini tapi mengapa dia tidak mengatakannya pada Polisi," kata David ketika melihat Roni tengah berbicara pada sekretaris Sofi.
"Sepertinya dia tahu benar masalah ini. Mungkin karena dia ingin melindungi nama baik saudaranya," tanggap Tuan Robby.
"Dan satu hal lagi yang aku temukan."
"Nona Sofi menggadaikan emas berlian milik keluarga kalian di meja perjudian."
"Dan Naura menceritakan hal ini padaku jika dia sangat marah pada Sofi karena almarhum tidak mau mengembalikan perhiasan keluarga yang turun temurun telah diwariskan ke menantu perempuan keluarga kami. Itulah yang menjadi penyebab pertengkaran mereka."
"Sang pemilik tempat perjudian memberikan surat ini agar kalian bisa membayar hutang itu. Dia tahu jika nilai luhur perhiasan itu lebih berharga dari harganya. Dia juga tahu jika kalian tidak mungkin mau kehilangannya bukan?" ucap Bram.
Tuan Robby membuka kertas itu. Mulutnya terbuka lebar, Sofi menggadaikan satu set perhiasan itu dengan harga murah hanya lima belas milyar rupiah. Padahal itu perhiasan kuno yang harganya lima kali lipat dari harga aslinya.
"Kau itu sudah diselingkuhi masih juga membelanya. Dia benar-benar wanita yang sangat menjijikkan memiliki affair dengan kalangan rendahan. Tidak bisakah dia mencari seseorang yang lebih berkelas, setidaknya yang lebih daripadamu," geram Tuan Robby tidak terima anaknya di selingkuhi oleh istrinya.
"Tuan Bram, Sofi bukanlah seorang penjudi tetapi dia bertaruh di meja perjudian apakah dia bersama Roni saat itu? Setahuku sepupunya itu memang gila judi."
"Kau benar, dia memang ke tempat itu bersama Roni. Menghabiskan malam dengan bersenang-senang, minum, judi dan bermain pria. Tetapi Nyonya Sofi tidak seperti para sahabatnya yang menyewa lelaki. Dia tetap bersama body guard yang bernama Anton. Mereka terlihat dekat di beberapa kesempatan."
David mengakui jika bodyguard Sofi memang tampan dan gagah, pantas saja jika wanita itu terpikat padanya. Tetapi itu menjatuhkan selera Sofi yang selalu berhubungan dengan kalangan elit.
"Aku telah menyuruh orang untuk mengikuti Anton kemanapun dia pergi. Kalian bisa menemuinya dan melihat apakah ada bisa kita temukan," kata Bram.
__ADS_1
"Adakah hal lain yang ingin kau tunjukkan pada kami selain ini?" tanya Tuan Robby.
"Ada CCTV tetangga depan rumah Sofi yang memperlihatkan jika Anton pergi dari rumah Sofi sekitar jam sepuluh. Sedangkan Nyonya Naura pergi dari sana sepuluh menit sebelum nya."
"Satu lagi CCTV rumah Sofi terlihat aneh dalam jangka waktu dua jam yaitu mulai pukul sepuluh kurang lima menit hingga pukul sebelas hilang. Berarti ada orang dalam yang berusaha membuang bukti siapa yang masuk kamar Sofi pada saat itu," analisa Bram.
"Adakah yang kau curigai?" tanya David.
"Wati bukankah dia yang mengurus keperluan Sofi kenapa dia baru menemukan wanita itu di kamar mandi pada pukul satu siang. Seharusnya dia berkali-kali masuk ke dalam kamarnya untuk menyiapkan baju majikannya setelah mandi atau menyiapkan makan siang untuk majikannya."
"Ini rumit!" kata Tuan Robby.
"Semuanya terlihat terlibat dalam kasus ini. Kita harus hati-hati dalam bertindak," lanjut David.
"Roni dia kunci kasus ini, aku yakin dia tahu semuanya namun dia menutupi tindakan negatif saudaranya itu. Wati, mengapa dia sepertinya ikut terlibat padahal dia terlihat kalem dan tidak banyak bicara. Seringkali dia dimarahi Sofi karena dirasa kurang dalam menyelesaikan pekerjaannya tapi wanita itu tetap diam tidak membantah ataupun terlihat marah. Anton aku tidak terlalu mengenalnya hanya saja di memang selalu berada di dekat Sofi," ungkap David.
"Sebaiknya kita mulai cari jawabannya dari Anton. Jika dia bersama Sofi setelah kepergian Nyonya Naura, ini bisa menjadi bukti bahwa Nyonya tidak bersalah dalam kasus ini."
"Baiklah kita cari Anton terlebih dahulu lalu mengirimkan bukti ini ke kantor Polisi. Kita lihat apakah pria itu yang membunuh Sofi atau tidak?" kata David sembari mengepalkan tangannya dengan mata yang menerawang.
Memikirkan bertemu dengan selingkuhan istrinya membuatnya kesal dan marah. Dia merasa harga dirinya sebagai lelaki terinjak-injak walau dia telah tahu lama jika Sofi bermain dengan pria lain. Tetapi dia tidak menyangka jika pria itu adalah bawahannya.
***
Like....
__ADS_1
Komentarnya sedikit banget padahal pembacanya lumayan.
Votenya dong .... kalau yang belum....