Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Hama


__ADS_3

Kau lihat perasaanmu sendiri jika kau masih mengingatnya berarti dia masih mengingatmu, jika engkau enggan melepaskan dia berarti dia pun enggan melepaskan mu. kita sudah hampir sampai bersiaplah!" ujar David mulai masuk ke pekarangan rumah orang tua Cristian.


"Kau pasti tidak tahu jika tante Aura mengidap stroke setelah kepergianmu!"


"Tante Aura sakit? kenapa Apa yang terjadi?" cinta tersentak dan terkejut mendengarnya.


"Sebaiknya kau tanyakan masalah ini pada Christian," ucap David.


Cinta lalu terdiam pikirannya bercabang-cabang dan semrawut. melihat lawan bicaranya termenung David ikut terdiam. Dia takut salah berbicara yang akan membuat Christian marah nantinya.


Akhirnya mereka sampai ke kediaman rumah orangtua Christian. dari yang cinta lihat tidak ada perubahan sama sekali semua nampak sama dari yang terakhir kali dia lihat. warna rumah pun masih sama berwarna putih bersih warna kesukaan tante Aura.


Hati cinta berdegup kencang, dia merasa salah telah menginjak rumah ini namun Calesta ada di dalam dan dia harus menemui anaknya. Ah, entah apa yang nanti akan diucapkan atau dikatakan oleh Christian dan keluarganya, walau menyakitkan hati, dia akan menerima. yang terpenting baginya saat ini adalah bertemu Calesta.


"Ayo kita keluar dari mobil dan masuk ke dalam," ajak Davit.


"A-Aku ... ," Cinta menggigit bibirnya karena panik dan gugup.


cinta hendak mengatakan sesuatu tapi pintu utama rumah Christian terbuka. dia melihat Cristian berjalan ke arah mobil melihat Christian membuat cinta tidak bisa bernafas ingin rasanya dia menghilang seketika dari hadapan pria itu.

__ADS_1


"Oh, nasib ke mana kau akan membawa aku lagi," batin Cinta.


Tubuh cinta menjadi kaku seketika, wajahnya memucat dan keluar keringat dingin dari telapak tangannya. diam melihat David mulai membuka pintu mobil dan keluar.


"Hallo Bro, tumben malam-malam datang ke rumah apa ada yang penting?" tanya Christian sembari menepuk telapak tangan David dan memeluknya. Mereka berdua kelihatan sangat akrab.


Mata Christian melihat ke arah mobil, dia menajamkan pandangannya untuk melihat siapa yang ada di dalam. seketika Cristian membelakkan matanya, melihat cinta sedang duduk disana dan menatapnya juga.


"Kau... ." Christian menunjuk David dan cinta bergantian seolah bertanya 'Bagaimana kalian bisa datang kemari bersama-sama.'


"Aku hanya mengantarkannya kemari karena dia ingin bertemu denganmu," jawab David mengerti pikiran Christian.


"Untuk apa kau datang kemari kau tak dibutuhkan dan tak diterima di sini pergi lah aku tak mau melihatmu," bentak Christian.


"Aku ingin menemui putriku dan ingin membawanya pulang bersamaku," ucap cinta dengan melirihkan kata-kata di akhir kalimatnya.


"Ha... ha... ha..., Jangan harap kau bisa membawa Calista pergi dariku lagi! pergilah kami tak membutuhkanmu," usir Cristian.


Cinta lalu bersimpuh dihadapan Cristian. Menundukkan kepalanya ke bawah, derai air matanya mulai turun membasahi bumi. Dengan sesungguh kan dia meminta maaf dan meminta agar Christian mau melepaskan Calesta.

__ADS_1


"kumohon jangan pisahkan kami Aku tak bisa hidup tanpanya dia hanya satu-satunya milikku yang paling berharga," kata Cinta dengan suara bergetar.


"Jika kau marah padaku silahkan atau kau menghukumku silakan tapi jangan hukum aku dengan berpisah dengan Calesta, aku tak sanggup, aku tak sanggup Cristian."


"Sebaiknya kalian selesaikan saja masalah di antara kalian. Aku mau undur diri dulu, mau pulang, pesta di rumahku belum selesai dan para tamu pasti aku sedang mencari ku saat ini. Bye Christian, bye Cinta," David merasa tak enak hati, dia lalu melangkah pergi, masuk ke dalam mobil dan tidak lama mobil itu keluar dari rumah Christian.


"Hentikan drama tangismu cinta! Aku bosan melihatnya kau selalu seperti ini setiap bertemu denganku. Aku sudah jengah oleh semua kelakuan, pergilah! Aku tak ingin melihatmu lagi," usir Cristian.


"Satpam keluarkan lihat dari rumah ini!"


Mendengar suara ribut di luar rumah Erik dan Maria keluar. Eric terkejut ketika melihat cinta ada dihadapannya rasa benci dendam dan marah menjadi satu wajahnya memerah dan matanya menatap tajam pada cinta seolah ingin menghaluskan cinta dan membuatnya menjadi abu.


"Christian! Mengapa kau memperbolehkannya masuk ke rumah ini. Dia bagai hama yang harus disingkirkan. dia datang hanya membawa penderitaan untuk kita semua. Jauhkan dia dari keluarga ini.


***


Like dong.... ngemis nih authornya.


votenya sepi padahal udah up 3 bab lho. Berbaik hatilah sedikit padaku.

__ADS_1


komentar....


__ADS_2