Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Mempesona


__ADS_3

Dara begitu antusias ketika akan diperiksa perutnya sedangkan Alehandro meminta pada Dokter itu untuk memegangi alatnya. Dia tidak akan memperolehkan pria itu menyentuh istrinya barang satu milipun.


Sedangkan Rose dan juga Kaisar terlihat antusias berdiri di dekat alat monitor yang memberi gambar keberadaan adiknya di perut Ibu mereka.


"Wah, kok masih kecil sekali?" tanya Kaisar melihat titik hitam di perut Dara.


"Iya, pada minggu keempat usia kehamilan, janin ibu berukuran sebesar biji bayam atau biji kacang hijau, yaitu sekitar 2 milimeter," jelas dokter itu.


"Apakah tidak ada keanehan Dok?" tanya Alehandro.


"Sepertinya tidak kondisi ibu dan janinnya dalam keadaan sehat. Rahim ibu juga terlihat sehat." Alehandro lalu bernafas lega. Dia takut jika kejadian Maria akan terulang kembali.


Setelah memeriksa kondisi Dara dokter itu lalu menyuruh perawat untuk membersihkan perut Dara namun Alehandro lebih memilih yang membersihkannya sendiri. Dokter muda itu tersenyum kagum pada perhatian yang Alehandro tunjukkan untuk istrinya. Pantas saja jika dia mau membayar mahal untuk memboking tempat ini.


Setelah mereka duduk di kursi Dokter itu mulai menerangkan hal apa saja yang akan Dara alami ketika hamil.


"Apakah ini kehamilan pertama Anda, Nyonya?"


"Ini kehamilan kedua, itu anak saya yang pertama," tunjuk Dara pada Rose yang sedang melihat patung orang yang menggambarkan organ tubuh bagian dalam.


"Saya kira itu adalah anak Tuan Cortez dan Anda seorang gadis muda," puji dokter itu membuat muka Dara memerah dan muka Alehandro kembali menggelap.Sedangkan Dokter itu menyukai ekspresi Alehandro.


"Dokter bisa saja," kata Dara menunduk malu.


"Dokter ini adalah dokter yang telah membuat program bayi tabung untuk beberapa artis kan?" tanya Dara memastikan apa yang dilihatnya adalah benar.


Dokter itu menganggukkan kepalanya.


"Wah saya beruntung sekali mengenal Dokter," kata Dara menangkupkan tangan di bawah dagu sembari mengedipkan matanya berkali-kali.


Alehandro baru tahu tingkah genit Dara yang seperti ini. Kepalanya mendadak pusing.


"Saya juga beruntung mengenal Tuan Cortez dan Anda Nyonya," kata Dokter itu.


"Okey, saya akan menjelaskan tentang efek dari kehamilan di masa ini. Gejala apa saja yang mungkin Anda alami nantinya yang pertama adalah payudara terasa nyeri dan bengkak. Banyak wanita yang mengeluhkan payudara mereka terasa nyeri seperti saat akan menstruasi, namun lebih parah.


Mudah lelah. Ini karena peningkatan hormon progesteron bisa membuat ibu merasa seperti habis berlari dalam jarak yang sangat jauh.


Sensitif dengan bau. Banyak wanita hamil yang juga menjadi sensitif terhadap aroma-aroma tertentu selama masa awal kehamilan. Ini mungkin disebabkan oleh hormon estrogen yang meningkat pesat di tubuh wanita hamil.

__ADS_1


Sering buang air kecil. Kehamilan juga membuat ibu jadi ingin sering buang air kecil.


Mual dan muntah. Gejala ini disebut juga dengan morning sickness yang biasanya muncul pada beberapa minggu awal kehamilan. Tapi, ada juga beberapa wanita hamil yang tidak mengalami mual dan muntah sama sekali.


Hilang nafsu makan. Di usia 4 minggu kehamilan ini, ibu juga akan lebih sering muntah bukan mengidam. Ibu bisa tiba-tiba saja merasa jijik terhadap makanan yang dulunya ibu sukai."


Dokter itu menerangkan panjang lebar tentang kehamilan Dara kali ini Alehandro mendengarnya dengan khidmat. Dia pernah tahu hal ini sebelumnya tetapi dia ingin mengingatnya lagi.


***


Alehandro begitu terpukau melihat Dara yang sudah tampil cantik dan menawan. Dia seperti melihat seorang bidadari tidak ada cacat yang terlihat, tidak ada kekurangan dan tidak ada kesalahan.


Dara terlihat malu-malu mendapat pandangan Alehandro. Wajahnya mendadak merona merah.


"Bagaimana Tuan apa Anda menyukainya?" tanya seorang MUA pada Alehandro.


"Kalian salah merias wajah istriku," ujar Alehandro.


Para perias itu lalu mulai memperhatikan Dara dari atas sampai bawah mencari apa kesalahannya. Artis Ana Gerardo saja kalah cantik dibandingkan Dara, ujar mereka dalam hati.


"Kalian membuat wajah istriku terlihat lebih muda, dia seperti gadis muda yang baru lulus sekolah," gerutu Alehandro membuat para MUA itu menarik nafas lega.


"Bayaran kalian akan ditransfer oleh asistenku berikut bonusnya," ucap Alehandro tanpa menengok ke belakang. Para MUA itu lalu tersenyum lebar dan bertos ria.


Sedangkan para anak-anak sudah menunggu orang tua mereka dengan tidak sabar di dalam mobil. Rose memakai baju princess berwarna putih dan keemasan pada bagian pinggirnya sedangkan Kaisar memakai baju tuxedo berukuran kecil layaknya seorang pangeran. Tema untuk anak-anak adalah kerajaan sehingga mereka baju prince dan princess.


"Itu Ibu," teriak Kaisar melihat Ayah dan Ibu mereka keluar dari rumah.


"Wah, Ibu cantik sekali," puji Rose pada Dara.


Ibunya kini memakai dress selutut ketat berwarna merah tua dengan belahan hingga ke atas paha sedikit. Bagian atasnya berlengan pendek dengan model seperti baju orang cina.


Sedangkan Alehandro memakai hem putih dan celana abu-abu. Walau sederhana aura ketampanan pria itu masih terlihat jelas.


Setelah mereka semua duduk di kursi masing-masing, mobil mulai dijalankan. Alehandro tidak henti memandang istrinya sepanjang jalan. Dia seperti menjadi anak muda kembali yang berukuran dua puluh lima penuh semangat dan gairah.


Dara yang merasakan Alehandro selalu memandang wajahnya merasa tidak nyaman.


"Hentikan memandangiku terus!" bisik lirih Dara.

__ADS_1


"Kenapa apa ada yang salah?" tanya Alehandro. "Bukankah seorang suami boleh mengagumi kecantikan istrinya?"


"Tetapi tidak seperti itu," jelas Dara.


"Harusnya seperti apa?" tanya Alehandro menarik rambut Dara ke belakang.


"Sudahlah," kata Dara melihat ke arah depan. Kepala Alehandro lalu diletakkan di bahu Dara. Jari-jari tangannya masuk ke dalam jari tangan wanita itu lalu menggenggamnya.


"Kau ini lebih manja dari anak kita," gerutu Dara.


"Bermanja-manja dengan istri sendiri tidak salah dan berdosa 'kan?" goda Alehandro. Dara hanya menarik nafas dalam.


Dara tidak mengira jika Alehandro yang terlihat tegas di luar dan berwibawa akan bertingkah manja seperti ini jika berdua.


"Dara aku rasa usulmu untuk melakukan bulan madu itu bagus," ujar Alehandro.


"Kau yang menawarkannya terlebih dahulu," balas Dara.


"Aku sudah memesan tiket pesawat untuk kita berlima ke Perancis. Aku juga akan membawa dua pengasuh anak-anak dan satu pelayan untuk membantu Ibu," kata Alehandro.


"Sungguh, kapan kita berangkat?" tanya Dara antusias. Perancis adalah tempat impiannya selama ini. Menara Eiffel lambang cinta untuk banyak film romantis.


"Nanti sore, setelah pesta ini selesai kita langsung kebandara untuk pergi," kata Alehandro.


"Lalu bagaimana dengan pakaian dan perlengkapan yang akan kita bawa nanti."


"Orang rumah sudah menyiapkannya saat ini dan aku sudah memesan beberapa baju untuk kita semua selama berada di sana, kau belum membeli pakaian selama menikah denganku," kata Alehandro.


"Untuk apa bajuku masih banyak dan layak untuk digunakan," jawab Dara.


Dara dan Maria adalah dua sosok yang sama-sama sederhana tidak terlalu memperdulikan pada penampilan. Dia harus memanggil orang untuk mengajarkan Dara apa itu fashion. Jika dulu ibunya yang mengajarkan hal itu pada Maria namun kini Ibunya sudah repot dengan ulah dua cucunya yang selalu membuat pusing sehingga tidak mungkin bagi Alehandro untuk meminta Mom Lusi untuk mengajari Dara apa itu gaya dan bergaya di depan kalangan orang kelas atas.


"Bajumu masih bagus namun kau perlu sedikit merubah diri untuk terlihat lebih baik," kata Alehandro pelan mencoba menerangkan pada Dara.


"Memang penampilanku masih kurang?" tanya Dara polos.


"Nanti, kau juga akan belajar banyak untuk menjadi Nyonya Cortez yang mempesona."


"Ternyata menjadi istrimu tidak semudah yang terlihat," gumam Dara.

__ADS_1


__ADS_2