Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Orang kecil dari Masa Lalu


__ADS_3

Pemakaman Natalia, suaminya dan Putra Tanjung sedang berlangsung di pemakaman Sandiago hills. Tangis sedih mewarnai pemakaman ketiga orang itu. Berbagai media dari seluruh negeri ikut menjalaninya.


Seorang pria di usia pertengahan abad nampak menangis keras di atas pusara ayahnya. Dia terlihat terpukul dengan kematian keluarganya. Semua orang berusaha untuk menenangkan namun dia tetap memegang tanah itu.


Dara yang ikut hadir bersama Alehandro hanya menaikkan kedua alis sembari mencibir. Dia tahu siapa pria yang ada di depannya. Dia adalah pria yang telah menjadi dalang penculikan Dara beberapa tahun silam.


Istri dari pria itu memegangi lengan suaminya.


"Yang sabar, Yah," katanya sembari menyeka air mata yang telah menetes.


Setelah selesai semua ritual semua orang berpamitan lalu menyalami pihak keluarga yang berduka. Dara berdiri di belakang tubuh Alehandro yang tegap, tinggi dan besar sehingga tidak kelihatan untuk sementara waktu hingga.


Alehandro mulai berada di depan pria itu.


"Kami turut berduka atas musibah yang menimpa keluarga Anda Paman Anwar," ucap Alehandro.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu jika kejadian buruk ini menimpa mereka semua," kata Anwar sembari menyeka matanya.


"Untung saja nyawa Kaisar bisa di selamatkan jika tidak maka keturunan Tanjung akan habis," timpal Alehandro.


"Ya, kita masih beruntung karena Tuhan mau berbaik hati menyelamatkannya. Dia sudah ditinggal meninggal ibunya dari bayi kini seluruh keluarganya ikut meninggal dalam kejadian ini."


"Masih ada aku, ayahnya, Mom dan Ibu baru Kaisar yang akan melindunginya," kata Alehandro. Anwar menaikkan kedua alisnya.


"Oh ya, aku bahkan belum pernah melihat istrimu, apakah dia ikut kemari," kata Anwar. Alehandro lalu menggeser tubuhnya dan badan kecil Dada mulai terlihat. Wanita itu tersenyum menatap Anwar.


Anwar mulai bersandiwara mengusir kegugupannya. Dia lalu mengulurkan tangannya.


Anwar menelan Salivanya dalam-dalam. "Wah, kau pandai sekali mencari pengganti Maria. Hai gadis cantik perkenalkan namaku adalah Anwar Tanjung adik dari Natalia, ibu dari istri pertama Alehandro."


Dara menangkup tangan di depan dada. "Hallo Tuan Anwar, kita bertemu lagi. Mungkin Anda lupa dengan saya namun saya ingat Anda dengan sangat baik."

__ADS_1


"Oh ya, Anda pasti salah orang Nyonya. Kita tidak pernah bertemu sebelumnya."


"Mungkin kejadian beberapa tahun lalu telah dilupakan oleh Anda, tidak apa-apa. Apalah saya ini hanya orang kecil saja yang tidak patut untuk diingat." Dara tersenyum sinis.


"Anda mengenal suami saya, ehm...'' ucap istri Anwar.


"Dara, namanya Dara," kata Alehandro mengenalkan istrinya.


"Tentu saja saya mengenal beliau di salah satu usaha rahasianya." Dara tersenyum mengejek pada Anwar. Alehandro bisa merasakan ketegangan antara dua orang itu.


Dari awal datang Dara sudah terlihat tidak bersimpati, Alehandro kira istrinya tidak suka pada keluarga Tanjung yang telah mengejeknya berkali-kali. Namun, kini dia bisa menebak ada masalah khusus antara Dara dan Tuan Anwar yang belum dia ketahui.


"Paman Anwar saya permisi dahulu, mau menunggu keadaan Kaisar yang masih terbaring di rumah sakit." ucap Alehandro minta ijin pamit.


"Kami takut sesuatu yang buruk terjadi lagi padanya," sindir Dara. Wajah Anwar terlihat marah tetapi seperdetik kemudian wajahnya berubah ramah lagi.

__ADS_1


"Silahkan Ale. Senang bertemu denganmu lagi Da-ra," ucap Anwar dengan senyum penuh misteri.


__ADS_2