Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Mimpi Bahagia


__ADS_3

"Dara kau tidak memberiku kesempatan kala itu, jika saja kau menelfonku dan memberi kabar jika kau akan melahirkan aku pasti akan datang."


Dara tersenyum sinis sembari mengusap air matanya. Sejenak dia mengisi paru-parunya yang sudah minim oksigen.


"Aku masih ada di rumah Alehandro selama beberapa hari. 'Jika kau memang berniat untuk memilihku dan Rose, kau pasti datang untuk menjemput kami. Tetapi tidak! Apa yang menghalangimu untuk datang menemuiku? Apa karena kakekmu? Atau kau lebih memilih istrimu?" Dara memejamkan matanya menetralisir emosinya.


"Dara waktu itu posisiku sulit, aku harus memilih antara kau dan ibu, aku tidak mungkin untuk memilihmu karena aku ingin mengabdi pada wanita yang telah melahirkanku," ucap Kris.


Tubuh Dara gemetar hebat, suara tangisnya mulai terdengar keras. Kris lalu keluar dari ruang kemudi untuk masuk ke kursi penumpang belakang.


Dia mau menyentuh Dara tetapi Dara menolaknya. Kris memang benar jika dia harus memilih ibunya tetapi itu terasa sakit bagi Dara. Dia berpikir jika dia tidak pernah berharga di mata Kris.


"Aku ingin pulang Kris!" ucap Dara serak mengambil tasnya hendak turun dari mobil. Tiba-tiba Kris memeluknya erat.


"Mau pulang kemana? Rumahmu adalah bersamaku," ucap Kris. "Kita mulai semua dari awal lagi bersama Rose, anak kita," pinta Kris parau.


"Kris aku tahu aku tidak bisa membalas semua kebaikanmu tetapi aku juga seorang wanita lemah yang punya hati. Hatiku tidak setegar itu sehingga bisa kau permainkan. Hari ini mungkin kau berkata akan membawaku pulang namun hari lain ketika masalah lain datang kau bisa saja meninggalkanku lagi. Cukup sudah aku berharap padamu. Bukan karena Alehandro tetapi karena kau belum berubah!"


Kris lalu merenggangkan pelukannya dan menatap Dara.


"Kenapa kau mengatakan seperti itu, begitu burukkah aku di matamu?"


"Bolehkah aku tanya satu hal padamu. Dan kau harus jujur, karena aku tidak menoleransi sebuah kebohongan sedikitpun!"


Kris mengerutkan kening dan menganggukkan kepalanya.


"Apa yang ingin kau tanyakan?"

__ADS_1


"Apa kau dan Sheila mempunyai seorang anak dari hasil pernikahan kalian selama empat tahun ini?"


Kris menggelengkan kepalanya. Dara lalu mulai menganggukkan kepala.


"Apa alasanmu menceraikan Sheila, bukankah dia adalah wanita baik yang telah merawatmu selama kau sakit dulu? Aku bisa melihat jika dia mencintaimu Kris!"


Kris hanya bisa menunduk tanpa mau memberikan sebuah jawaban.


"Kenapa apa karena Sheila belum memberikanmu anak dan kau ingin mempunyai anak sehingga kau teringat pada Rose? Lalu kau berpikir ingin kembali padaku?"


"Dara!"


"Aku tahu cara berpikirmu Kris, kau itu masih sama, selalu mementingkan dirimu sendiri tidak menghargai orang yang ada di sisimu. Kau pikir jika kau bisa bersamaku, kau bisa membentuk rumah tangga yang sempurna? Kau salah! Hidup tidak sesempurna itu Kris. Kita harus menerima kekurangan yang Tuhan berikan sehingga ketenangan dan bahagia akan datang."


"Apakah aku salah jika mempunyai mimpi itu?"


"Dara!"


"Apa Sheila pernah berselingkuh darimu?" tanya Dara tiba-tiba.


Kris lalu menggelengkan kepalanya.


"Berarti hanya ada kesalahan pahaman di antara kalian. Turunkan egomu dan rajut kembali rumah tangga kalian, terima kekurangannya," ucap Dara.


"Rose, bagaimana dengan dia, dia pasti ingin agar kedua orang tuanya bersatu," ucap Kris.


Dara menghela nafas panjang sembari tersenyum pada Kris.

__ADS_1


"Ketika dia sedang bersamamu, dia akan mempunyai ayah yang hebat dan jika kau kembali pada Sheila dia juga akan mempunyai ibu lain yang baik," ucap Dara.


Kris menghela nafas panjang.


"Ketuk palu belum terjadi dan kau sudah mendekati wanita lain, apa kau tidak merasa menjadi pria yang kejam untuk istrimu, Kris?"


Kris terdiam hanya menyandarkan tubuh pada sandaran mobil. Matanya menerawang jauh. Entah apa yang dia pikirkan. Dara lalu ikut terdiam.


"Kau banyak berubah Dara!" kata Kris. "Semakin bijak dan dewasa."


"Waktu yang merubah segalanya."


"Menyia-nyiakanmu dulu adalah sebuah kesalahan terbesar dari hidupku," ungkap Kris.


"Karena itu jangan buat kesalahan lain dengan meninggalkan istrimu hanya untuk bersama wanita yang belum tentu mau denganmu!"


"Kau benar, aku harus merubah cara berpikirku," kata Kris. Dara tersenyum.


"Andai kau bersama Alehandro pun aku ikut senang Dara. Dia pria yang baik dan aku yakin dia juga akan jadi ayah sambung yang baik bagi Rose."


"Kau juga akan menjadi ayah yang hebat bagi Rose."


Kris menghela nafas panjang.


"Kau menghancurkan mimpiku Dara," ujar Kris.


"Kita buat mimpi baru, yang membahagiakan."

__ADS_1


"Kau benar-benar menolakku!" tanya Kris lagi.


__ADS_2