Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Ibu Pengganti


__ADS_3

Dara berlari ke dalam rumah sakit, rasa cemas, khawatir, dan takut menjadi satu. Dia lalu ke ruang bagian informasi dan mencari keberadaan Kaisar.


"Tolong korban kecelakaan di Cisarua di letakkan di ruang apa?" tanya Dara.


"Korban yang mana Bu ada empat korban dalam kecelakaan ini. Tiga diantaranya sudah meninggal dunia," kata petugas informasi.


Kaki Dara merasa lemas, matanya sudah memerah dan merebak.


"A-anak kecil, umur lima tahun," ucap Dara serak dengan hati berdebar.


"Dia sedang di bawa ke ruang operasi, keadaannya sangat parah," ucap perawat itu.


"Di mana ruangannya?" tanya Dara, perawat itu langsung menunjukkan arahnya. Dara lantas berlari dengan cepat menuju arah yang perawat itu katakan bersama sopir dan satu asisten rumah tangganya.


Dara meminta para pelayannya tidak memberitahukan berita ini pada Mom Lusi karena kesehatan wanita itu sedang tidak baik-baik saja. Biar Alehandro saja yang mengatakannya.


"Ale," panggil Dara ketika melihat suaminya berdiri di depan ruang operasi.

__ADS_1


Penampilan pria itu terlihat berantakan terlihat jejak air mata di wajahnya, netranya menggambarkan kesedihan dan ketakutan yang dalam. Dara lalu mendekat dan Alehandro langsung memeluknya, pria itu menangis dalam pelukan Dara.


"Aku takut, dia akan meninggalkan aku lagi seperti ibunya," ucap Alehandro merenggangkan pelukannya sembari menyeka air matanya. Pria itu terlihat sangat rapuh.


Hati Dara teriris melihat keadaan Alehandro. Dia hanya mengusap punggung pria itu berharap agar hal itu bisa membuatnya tenang.


"Kaisar anak kuat, dia akan berjuang untuk hidup," kata Dara mencoba menenangkan suaminya walau hatinya juga takut luar biasa.


"Semoga saja," lanjut Alehandro sembari mendesah keras. Dia menundukkan wajahnya.


"Kau ayahnya, harus yakin jika Kaisar pasti akan selamat, karena pikiranmu menyalurkan semangat dalam diri Kaisar. Bukankah kalian punya ikatan batin yang kuat maka kuatkan dia dengan memanggilnya dari dalam hatimu," Dara mencoba memberi semangat pada suaminya.


Dara menyentuh bibir pria itu dan menggelengkan kepalanya. "Berpikirlah positif, kita tidak tahu berkah apa yang tersimpan dari kejadian ini."


Alehandro menarik nafasnya. Menatap mata teduh dalam diri Dara, menemukan ketenangan disana. Alehandro memegang tangan wanita itu dan meremasnya. Dara menganggukkan kepala.


Di saat itu pintu ruang operasi di buka, seorang dokter keluar dari ruangan itu. Dia lalu membuka penutup wajahnya ketika berada di depan Alehandro dan Dara.

__ADS_1


"Adakah orang tua dari anak ini?" tanya Dokter itu.


"Saya ayahnya Dokter," kata Alehandro.


"Bagus kalau begitu, aku membutuhkan darah dengan golongan a+," kata dokter itu. Kaki Alehandro langsung melemas, hanya Natalia yang memilikinya sedangkan wanita itu telah meninggal dunia di tempat kejadian.


"Darah saya a+, dokter," kata Dara. Alehandro melihat Dara terkejut dan tidak percaya ada kebetulan di sana , hatinya merasa sedikit lega. Seulas semburat senyum terbit dari bibirnya.


Maria memang benar, Dara bisa menjadi pengganti dirinya.


"Kalau begitu ikut aku, kami sedang membutuhkannya sekarang," ucap Dokter itu.


"Bagaimana keadaan anak saya Dokter?" tanya Alehandro. Harap-harap cemas.


"Dia selamat hanya saja kondisinya tidak baik-baik saja karena kehilangan banyak darah. Perutnya terkena benda tajam sehingga sobek dan mengeluarkan banyak darah," jelas dokter itu.


"Benda tajam?" tanya Alehandro heran.

__ADS_1


"Kami pun tidak tahu, mungkin ada pisau di dekatnya sehingga tanpa sengaja mengenai perutnya ketika kecelakaan terjadi," terang Dokter itu.


Alehandro menghela nafas panjang. Ada apa ini? batin Alehandro.


__ADS_2