Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Pilihan Sulit


__ADS_3

Ini novel terinspirasi dari albumnya Enrique Iglesias. Kalau mau gambar visual tokohnya ya dia, swear aku ngefans banget ma dia. G pernah aku ngefans ma artis cuma dia aja. So jangan minta visual, karena bayanganku cuma doi.


***


Mobil berhenti tepat di samping pintu UGD. Cristian segera turun dari mobil dan berlari, membukakan pintu mobil untuk Cinta. Dia ingin mau menggendongnya. Namun wanita itu menggelengkan kepalanya.


"Aku bisa sendiri," ucap Cinta. Cristian melihat ke arah Bella yang menatapnya dengan tatapan misterius. Entah apa yang dipikirkan calon istrinya dia tidak peduli. Saat ini yang dipikirkannya hanya Cinta saja.


Bella keluar terlebih dahulu memalui pintu samping. Seorang perawat mendekat menyeret brankar mendekat. Dengan pelan Cinta keluar dari mobil.


Wanita itu berpegangan pada pintu mobil untuk untuk berdiri, namun brukk!


Dengan sigap Cristian memegangnya. Cinta menatap pria itu, seketika tubuhnya sudah diangkat dan dibaringkan di brankar.


Mike yang baru tiba langsung berlari ke arah mereka.


"Sorry, dude." Pria itu mengerlingkan matanya pada Cristian.


Cinta di bawa ke ruang pemeriksaan. Cristian duduk dengan tenang dan datar mencoba menyembunyikan ketegangannya. Kali ini dia harus lebih mengendalikan dirinya.


Bella duduk di sebelahnya dengan tegang.


"Cinta itu tipe orang yang suka memendam perasaannya. Dia tidak akan membicarakan masalahnya pada siapapun, hanya menyimpannya untuk diri sendiri. Jika dia mempunyai masalah berat dia akan jatuh sakit seperti ini. Hanya ayah saja yang bisa menenangkannya. Ardi merupakan satu-satunya orang yang mengerti tentang hatinya. Itulah sebabnya Ardi dilarang oleh ayah pergi dari rumah, karena Cinta membutuhkannya," tutur Bella.


Cristian menatapnya intens. Bella mengusap pipi pria itu, "Aku sangat mencintai Cinta karena hanya dia satu-satunya saudara yang kumiliki, aku ingin kebahagiaannya juga. Aku harap kau mengerti maksudku."


"Apa maksudmu?" tanya Cristian. Memandang manik mata Bella yang bergerak-gerak. Ada embun yang tipis di sana.


"Aku hanya ingin yang terbaik untuknya," kata Bella lagi.


"Kau mengira kami ada hubungan?" tanya Cristian menyentuh bahu Bella.


Bella menunduk, tetesan air mulai jatuh dan membasahi punggung tangannya.


"Dia adalah karyawanku karena itu kami dekat, walau kami lebih sering kurang sependapat dalam mengambil keputusan. Kau jangan berfikir macam-macam," Cristian merengkuh tubuh Bella dalam dekapannya.


"Maafkan aku bila aku meragukan dirimu. Aku hanya tidak yakin dengan diriku sendiri," ungkap Bella.


"Mungkin karena kita jarang bertemu sehingga kau meragukan diriku," ucap Cristian. Yah, dia memang jarang bertemu dengan Bella. Dia itu wanita yang paling lembut yang Cristian temui. Dia merasa tertarik karena berfikir bahwa Bella adalah wanita paling ideal untuk dijadikan istri.

__ADS_1


Pertemuannya dengan Cinta adalah hal yang tanpa diduga. Rencananya hanya ingin menikahi Bella tapi kini ada Cinta di antara mereka berdua. Dan ini bukan waktu yang tepat untuk berbicara.


Setiawan berjalan cepat menuju tempat perawatan Cinta. Sangat berbeda dengan Riska yang nampak biasa saja. Dia melihat Cristian dan Bella yang sedang duduk di kursi tunggu.


"Mana Cinta? Bagaimana keadaannya?" cemas Setiawan.


"Dia ada di dalam sedang diperiksa oleh dokter keluarga Cristian," jawab Bella.


Mike keluar dari ruang pemeriksaan. Tampangnya yang cool dan tampan lebih cocok menjadi selebritis daripada menjadi seorang dokter.


"Bagaimana keadaan anak saya di dalam Dokter?" tanya Setiawan.


"Dia mengalami typus. Mungkin karena pola makan yang buruk. Perutnya juga masih kosong, sepertinya dia belum makan dari pagi tadi, itu salah satu faktor pemicu dia terkena penyakit itu. Selain itu bisa juga karena tekanan psikis yang dialaminya.'' Mike melihat ke arah Cristian.


"Dia periang hanya saja akhir-akhir ini dia lebih suka mengurung dirinya di kamar," ungkap Setiawan sedih.


"Kalian bisa berbicara dengannya setelah dipindahkan ke ruang perawatan," kata Mike.


Kini Setiawan duduk dipinggir ranjang Cinta. Dia melihat lembut ke arahnya. Tersenyum dengan penuh kasih sayang.


"Kau baik-baik saja?" tanya Setiawan.


"Ayah harap kau sebaik yang kau katakan," jawab Setiawan. Cinta paling tidak bisa menyembunyikan perasaan pada ayahnya.


Dia duduk dan memeluk ayahnya. Isak tangisnya mulai terdengar dan tubuhnya terlihat bergetar. Tangisannya terdengar pilu kali ini. Hingga Setiawan mengusap matanya sendiri karena ikut merasakan kesedihan putri kecilnya yang sudah dewasa.


Cristian yang ada di luar ruangan dapat melihat dari pintu yang terbuka sedikit adegan mengharukan antara anak dan ayah.


Setelah di rasa reda tangisan Cinta, Setiawan menangkup pipi anaknya. "Ada apa?" tanya Setiawan.


"Ti-dak ada apa-apa a-yah, aku hanya merindukanmu saja," jawab Cinta dengan terbata-bata.


"Lihat Ayah katakan apa yang terjadi," bujuk Setiawan menatap mata anaknya.


Hidung Cinta mengembang dan terisak kembali. Setiawan lalu memeluk erat putrinya itu.


"Ya, sudah jika kau tidak mau berterus terang saat ini. Ayah harap kau mau bercerita jika kau sudah siap," dari gerakannya terlihat jelas jika Cinta menganggukkan kepala.


Riska lalu masuk ke dalam ruangan itu. "Aku berniat mengurus semua administrasi perawatan Cinta namun telah semua tagihan rumah sakit akan dimasukkan ke rekening Cristian," katanya.

__ADS_1


"Kalau begitu kita harus mengucapkan banyak terimakasih padanya karena telah membawa Cinta dan membayar tagihan rumah sakit ini." Setiawan berdiri.


"Mbok Jum sudah datang di luar," tambah Riska melihat ke arah Setiawan.


"Kalau begitu ayah pulang dulu, kau disini ditemani Mbok Jum yah!" kata ayahnya seperti biasa.


Cinta menganggukkan kepalanya.


"Ibu pulang terlebih dahulu, sehat-sehat dan makan yang banyak," ucap Riska. Cinta senyum dipaksakan. Hanya itu saja yang ibu katakan padanya seolah dia tidak peduli dengan keadaannya. Namun, dia bukan ibu yang buruk bagi Cinta.


Riska lalu keluar kamar bersama Setiawan.


"Kau akan pulang bersama kami atau Cristian.''


Bella menatap Cristian, "Aku mau pulang bersama Ayah dan Ibu saja, maaf Cristian malam ini tidak bisa kita lalui sesuai rencana." Menatap Mbok Jum dan berpesan, "Jaga Cinta yang baik ya Mbok besok pagi aku menengoknya lagi."


Wanita paruh baya itu menganggukkan kepala. Cristian lalu pergi bersama Bella dan berpisah di parkiran.


Cristian mulai dulu pergi dari rumah sakit itu. Dia mengambil jalan berputar dan kembali lagi ke rumah sakit. Untuk saat ini dia tidak ingin membuat Bella terluka dengan melihat kebersamaan dia dan Cinta.


Dia menemui Mike terlebih dahulu dengan memasuki ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Bagaimana hasilnya," tanya Cristian tiba-tiba membuat Mike terkejut.


"Kau membuatku kaget saja," tanggap Mike memegangi dadanya. Dia mengambil secarik kertas.


Cristian mengambilnya,


"Maksudnya?" tanya Cristian tidak faham.


''Dari tes darah yang telah dilakukan menyatakan jika dia positif hamil." Mike berdiri menepuk pundak Cristian. "Kini kau harus tegas dalam menentukan pilihan.''


***


Like


Vote


Koment

__ADS_1


__ADS_2