Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Kemarahan Cristian


__ADS_3

"Menikahlah denganku dan akui anak ini sebagai anakmu?" pinta Cinta.


"Kau gila Cristian tidak akan menerimanya." Ardi menyandarkan dirinya di kursi.


"Dia harus mau jika masih mau melihat aku dan anak ini ada!"


"Apa maksudmu?" tanya Ardi bingung.


"Kita lihat saja nanti tapi aku memintamu agar mau menikahiku setidaknya hingga Bella menikah atau jika perlu kita menikah bersama mereka," kata Cinta dengan muka bingung.


"Tenangkan dirimu Cinta. Tenanglah ... sekarang katakan apa yang sedang kau rasakan?" tanya Ardi.


"Aku hancur ... ," kata Cinta menunduk dan menangis.


"Aku bahkan tidak bisa mengangkat wajahku lagi di depan keluargaku. Dulu aku begitu iri melihat bagaimana kak Bella selalu menajdi anak nomer satu bagi ibu. Kini aku merasa beruntung karena seburuk-buruknya ibu dia merawatku sebagai anaknya dan dia menutupi kenyataan bahwa aku ini anaknya. Dia memberikanku kehormatan dengan menyematkan namanya di akte kelahiranku dan dia juga memberikan ku perhatian walau tidak terlihat, padahal aku adalah anak orang yang menyakitinya." Terisak sejenak.


"Meninggalkan Cristian membuatku hancur berkeping-keping tapi aku tidak bisa jika keluarga yang membesarkan aku tiba-tiba membenciku seketika karena mencintainya. Dia pria yang baru kukenal beberapa bulan lalu sedangkan ayah dan ibu serta Bella, sedangkan ayah, ibu dan Kak Bella adalah orang yang selalu bersamaku selama inis. Haruskah aku menghancurkan kebahagiaan mereka karena cintaku, aku tidak bisa Ardi!"


"Sebesar apapun cintaku untuk Cristian tidak lebih besar dari cintaku untuk keluargaku," tegas Cinta sembari menyapu bekas air matanya.


"Untuk itu kau memintaku agar bisa menjauhkan Cristian dari hidupmu dengan cara menikahimu. Dan mematahkan semua argumen pria itu tentang bayi yang ada dalam kandunganmu dengan mengatakan anak ini adalah anakku,'' ucap Ardi. Cinta menganggukkan kepalanya.


"Hingga kapan kau akan membodohi semua orang? Jika anak itu lahir Cristian akan bisa langsung melakukan tes DNA dan akan muncul fakta baru jika anak ini adalah anaknya."


"Setidaknya jika saat itu tiba dia sudah menikahi kak Bella."


"Apakah Bella akan bahagia dengan pernikahan atas dasar paksaan itu?" tanya Ardi.


"Cristian akan bahagia bila bisa hidup bersama kakak. Kelembutan kakak akan membuat hati Cristian luluh dan mencintainya,"


Ardi menghembuskan nafasnya kasar.


"Andai kau menikah denganku bisakah kau belajar untuk mencintaiku, Cinta?" tanya Ardi membuat Cinta terdiam.


"Aku tidak tahu, tapi aku akan belajar untuk mencintaimu. Mengingat kebersamaan kita selama ini maka akan mudah bagiku untuk bisa menerimamu sebagai suamiku seutuhnya," jawab Cinta yang tidak yakin dengan kata-katanya sendiri.


"Kau terlalu naif menilai semuanya dengan mudah, padahal itu tidak segampang yang diucapkan." Jujur Ardi sangat kesal dan marah ketika Cinta dibawa pergi oleh Cristian apalagu ketika tahu jika mereka bermalam bersama. Dia sampai tidak bisa makan dan tidur dari kemarin. Oleh sebab itu, dia meminta Cinta untuk makan dahulu baru bercerita.

__ADS_1


"Kau mau membantuku atau tidak?" tanya Cinta.


"Tidak!" jawab Ardi memalingkan wajahnya.


Hidung Cinta mengembang dan mengempis bersamaan. Matanya sudah merebak merah dan memandang penuh harap pada Ardi. Mulutnya sudah di katup rapat menahan suara tangis yang akan keluar.


"Kau boleh menangis sekarang dan aku tidak akan ikut rencana gilamu,"


"Karena rencanamu membuatku sakit,"


"Kau tega padaku, kau tega membiarkan aku terpuruk sendiri?" ucap Cinta sembari memukulkan tasnya pada tubuh Ardi.


"Ampun Cinta," ujar Ardi sambil mengelak.


"Kau masih tidak mau membantuku," omel Cinta lagi sembari terus memukul.


"Baik ... baik aku akan membantumu kali ini Cinta. Tapi aku tidak mau namaku ada di dalam akte anakmu karena itu sama saja membohongi semua orang. Aku akan menganggapnya sebagai anakku tapi Cristian adalah ayah kandungnya. Jadi dia yang lebih berhak memberikan namanya pada janinmu itu."


"Apapun syaratnya akan ku sanggupi asal kau mau membantu rencanaku kali ini," ucap Cinta.


Mereka akhirnya saling bersalaman untuk mengawali kerja sama. Dengan misi menyatukan Bella dan Cristian bersatu.


Sesampainya di dalam kantor dia didekati oleh dua orang berpakaian hitam.


"Pak Ardi di tunggu tuan Cristian,mari ikut dengan kami!" Ardi langsung mengikuti dua orang berbadan besar itu.


Mereka akhirnya sampai di atap gedung bertingkat Cristian sedang duduk di tembok pembatas gedung melihat suasana kota yang hiruk pikuk di bawah sana.


Mendengar derap kaki langkah orang dia lalu membalikkan badan. Memberi isyarat dengan matanya pada dua orang itu untuk meninggalkan mereka.


"Hari yang cerah bukan?" tanya Cristian. Rambutnya bergerak-gerak tersibak oleh angin yang berhembus dengan cepat. Dia mengambil sebatang rokok lalu menyulutnya.


Ardi masih terdiam. Dia sudah siaga dari tadi, menanti apa yang akan dilakukan oleh Cristian padanya. Bosnya ini terkenal temperamental dia tidak segan-segan menghajar orang yang membuat langkahnya terhambat. Dan Ardi tahu itu dengan baik.


"Kau mau?" tawar Cristian menyerahkan rokoknya pada Ardi. Ardi menggelengkan kepalanya.


"Aku sengaja mengajakmu kemari untuk berbicara masalah Cinta." Cristian terdiam sejenak menatap mata Ardi meneliti reaksinya. Namun pria itu malah mendekati tembok dan kedua tangannya berpegangan pinggir tembok.

__ADS_1


"Langsung saja ke intinya, apa yang mau kau tanyakan atau katakan?" tanya Ardi. Menatap Cristian dengan tatapan yang sulit untuk dimengerti.


Cristian tertawa.


"Aku suka gayamu." Dia menghela nafas panjang.


"Aku dengar kau akan menikahi Cinta?"


"Ya, Cinta dan ayahnya yang menginginkan hal itu?" jawab Ardi santai.


"Itu bohong! Cinta tidak mungkin melakukan hal itu tanpa alasan yang tepat. Aku hanya tidak tahu apa alasannya?" Cristian menyesap rokoknya dan menghembuskan asapnya.


"Aku tidak tahu apa alasannya tapi kenyataannya dia memilihku untuk menjadi suaminya?" bohong Ardi.


Cristian menatap tajam pria di di hadapannya.


"Dia sedang mengandung anakku!" seru Cristian.


"Aku tahu itu dan aku akan menerima anak itu sebagai anakku sendiri," jawab Ardi santai.


Emosi Cristian tersulut. Dia membuang rokoknya dan mendekati Ardi lalu menarik kerah bajunya.


"Aku tidak akan pernah membiarkan kau melakukannya," geram Cristian. Mata mereka saling beradu.


"Cinta sendiri yang memilihku untuk menjadi suaminya seharusnya kau mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya?" ucap Ardi tidak mau kalah.


"Apa sebabnya, itu yang sedang aku cari. Jika karena kakaknya aku bisa langsung membicarakan hal ini dengan orang tuanya?"


"Sebabnya adalah aku mencintainya dengan ketulusan hatiku dan kau malah menjadikannya hanya sebagai pemuas nafsumu," sulut Ardi yang berakhir dengan bogeman keras dari Cristian di wajah Ardi. Darah keluar dari mulut Ardi seketika.


"Aku tidak melakukannya hanya karena ***** semata!" teriak Cristian tidak terima.


"Itu kenyataannya! Aku mencintai Cinta oleh karena itu aku selalu menjaga kehormatannya dan kau malah menghancurkan kehormatannya yang membuat semua masalah ini ada. Dan di sini kau yang bersalah!" seru Ardi.


***


Likenya dong.... please agar levelnya keluar.

__ADS_1


Votenya yah


Komen juga biar rame lapak aku...


__ADS_2