Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Ijab Qobul


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Bella dan Cristian juga Ardi dan Cinta.


Semua orang sibuk mempersiapkan acara akad pernikahan yang akan di langsungkan di rumah keluarga Setiawan. Resepsinya sendiri akan diadakan di sebuah hotel mewah.


Khusus untuk acara ini hanya keluarga besar dan relasi dekat yang diundang. Jumlah tamu pun di batasi.


Cinta dan Bella sama-sama di rias di tempat yang terpisah. Bila Bella menerima perlakuan khusus karena dia adalah calon istri Sang Billionary, tidak dengan Cinta, dia hanya berdandan dengan sederhana tapi terlihat sangat cantik. Auranya terlihat memancar keluar.


"Mempelai pria datang," teriak salah seorang yang melihat iringan mobil mewah milik rombongan Cristian datang. Sebagian orang datang ke bawah untuk menyambut sebagian lagi mengintip dari balkon atas kamar Cinta dan Bella. Bella yang sudah terlihat cantik dan elegan masuk ke dalam kamar Cinta lewat pintu balkon.


"Cinta keluarlah! Apa kau tidak ingin melihat bagaimana penampilan Ardi kali ini," kata Bella menarik tangan Cinta keluar dari kamar menuju Balkon.


Dengan rasa malas dan canggung dia keluar untuk melihat calon suami mereka.


"Itu Cristian Cinta, dia terlihat tampan!" ucap antusias Bella. Cinta melihat ke arah Cristian seulas tipis senyum terlihat di bibirnya samar dan hampir tidak terlihat.


"Dia benar-benar terlihat tampan dan gagah. Sayang mulai detik ini dia bukan lagi milikku," batin Cinta


Cristian yang baru datang memandang kesal dan marah pada Ardi yang sudah berada di luar rumah, lengkap dengan pakaian pengantinnya. Matanya menatap tajam pada Ardi. Ingin rasanya dia memukul pria itu. Bagaimana tidak? Ardi tahu benar bagaimana hubungannya dengan Cinta tetapi dia tetap mau menikahinya. "Dasar muka tembok!" pikir Cristian.


Aura mengusap lengan Cristian dengan lembut agar bersabar.


"Kita mau menyelesaikan masalah bukan untuk membuat masalah," bisik Aura. Cristian memejamkan mata dan menetralkan emosinya.


Sejenak dia menatap ke atas. Ke arah balkon kamar Cinta dan Bella yang bersebelahan. Dua bidadari itu sedang melihat ke arah mereka. Cinta terlihat sangat cantik dan sederhana.


Cristian tersenyum ke arah Cinta dan di sambut lambaian tangan Bella.


Melihat rombongan keluarga Cristian datang semua orang datang untuk menyambutnya. Dia bagaikan pangeran yang ditunggu kedatangannya. Raut muka bangga dan bahagia jelas terpancar dari wajah Setiawan dan Riska.

__ADS_1


Ardi terlihat tersingkir dari acara penyambutan itu. Namun dia tetap tenang. Dia tahu diri untuk tidak merasa cemburu. Dia hanya anak seorang pembantu sedangkan Cristian adalah president direktur sebuah perusahaan otomotif terbesar di negara ini.


"Nak Cristian akhirnya datang juga, kami sudah menunggu kedatangan kalian dari tadi. Bella sudah bersiap dan dia terlihat sangat cemas menantikan momen ini," ucap Riska. Cristian hanya mengeluarkan senyum paksaan.


''Jeng Aura," sapa hangat Riska pada calon besannya. Mereka saling berpelukan. "Akhirnya hari ini tiba juga. Saya sudah menunggunya sejak lama."


Aura hanya mengangguk saja. Setiawan dan Erick pun saling menyapa.


"Di mana Cinta dan Bella?" tanya Aura yang mengerti kegelisahan Cristian.


"Bella akan segera turun.Kita akan melakukan upacara penyambutan dulu untuk kalian. Lalu acara akad Cristian dan Bella akan dilakukan terlebih dahulu baru acara pernikahan Cinta dan Ardi setelahnya," terang Setiawan.


Cristian merasa sesak dan gerah mendengarnya. Dia ingin segera menyelesaikan masalah ini.


Prosesi acara adat penyambutan untuk mempelai pria di mulai.


Bella segera turun ke bawah untuk menyambut kedatangan Cristian. Dia nampak cantik dan anggun. Bella berjalan di gandeng oleh Setiawan. Melewati semua tamu yang memandangnya dengan takjub.


Semua tersenyum melihat Bella. Ibunya nampak sangat bahagia dan terharu melihat satu-satunya anak gadisnya akan segera melangsungkan pernikahan. Ada nafas lega yang jelas terlihat ketika akan melihat anaknya menikah. Sesekali dia mengusap air matanya.


Penata acara memulai adat penyambutan mempelai pria dengan adat jawa. Tari-tarian penyambutan di mulai. Suasana terlihat sangat meriah.


Setelah acara penyambutan selesai mereka menuju ke arah pelaminan. Mereka berdua berjalan beriringan.


Deg!


Hati Cristian dan Cinta terasa sakit tatkala pandangan mata mereka bertemu. Cristian berjalan tanpa bisa melepaskan pandangannya dari Cinta. Bella yang tadinya tersenyum cerah mendadak hilang seketika ketika menyadari satu hal.


Mata Cristian selalu mengarah pada Cinta, memandangnya dengan perasaan berbeda. Pandangan yang tidak pernah didapat Bella selama bersamanya. Hati Bella terasa tidak karuan.

__ADS_1


Cinta sendiri menahan hati dan perasaannya. Air matanya telah tumpah sejak semalaman penuh. Dia berharap dia bisa melalui hari ini dengan hati yang kuat. Menantikan orang yang terkasih menikahi wanita lain adalah perasaan yang sangat berat walau itu adalah adalah kakaknya sendiri.


Dia memegang dadanya. Perasaannya hancur seketika. Walau sudah ditahan sedemikian rupa namun buliran bening itu tidak kuasa dicegah untuk keluar dari wadahnya. Hatinya ingin meneriakkan nama Cristian namun lidahnya kelu, suara itu tertahan di kerongkongannya, dia tidak punya kemampuan untuk jujur pada siapapun.


Cristian sudah mulai terlihat. Matanya kembali mencari sosok Cinta yang tadi berdiri di salah satu sudut ruangan namun sudah tidak ada. Kini dia mulai mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan namun sosok wanita itu tidak ditemukannya juga. Hatinya mulai resah dan gelisah.


Bella sendiri mulai merasakan ada yang tidak beres di sini. Dia memandang wajah panik Cristian. Mengikuti arah pandang pria itu.


"Apa yang sebenarnya dicari? Apakah dia mencari keberadaan Cinta?" batin Bella.


Bella duduk di samping Cristian dan di hadapan mereka ada penghulu dan ayah Bella, Setiawan yang tengah bersiap.


Para saksi sudah duduk di sebelah kanan dan kiri mempelai wanita. Riska mendekati kedua mempelai dengan membawa kain selendang putih. Kain itu dia sematkan di bahu Bella dan Cristian.


Cristian mengeluarkan suara nafas yang keras.


"Tegang ya ... !" ledek penghulu. Semua orang tertawa mendengarnya.


Aura dan Erick duduk di kursi tamu paling depan untuk melakukan prosesi ijab kabul. Hatinya yang pali g ketar ketir tidak sabar melewati sandiwara membosankan ini. Dia ingin agar semua kebenaran segera diungkap.


"Seharusnya Cinta yang berada di sana," gumam lirih Aura kesal.


"Sabar biar Cristian sendiri yang menyelesaikannya," tangan Erick menepuk pungung tangan istrinya.


Wajah Cristian terlihat tegang. Dia mengusap wajahnya berkali-kali dengan sapu tangannya. Dia tegang karena tidak melihat Cinta ada di sini.


"Wah...pengantin pria nya gugup, bagaimana jika kita mulai prosesi pernikahannya?" ucap penghulu dan disetujui oleh semua hadirin.


Penghulu mulai memberikan sepatah dua patah kata sebagai pembuka acara. Diselipi dengan beberapa nasihat bijak untuk membina pernikahan.

__ADS_1


Setelah itu prosesi ijab kabul dimulai.


"Saya kawinkan dan nikahkan engkau dengan anak saya Bella Maharani dengan emas kawin berupa perhiasan emas berlian dan uang senilai satu milyar di bayar tunai,"


__ADS_2