
"Bagi wanita mungkin akan mudah mengekspresikan ketulusan cinta dengan banyak perhatian tapi jika sekali terluka maka luka itu akan sulit untuk hilang dan aku tahu itu dengan baik. Tetapi kau tidak bisa menghapus semua cinta David dengan satu kesalahannya yang selalu terlihat dimatamu. Kau harus bisa meruntuhkan tembok itu. Bukan demi keluargamu tetapi demi kesehatan jiwa dan hatimu sendiri. Berdamailah dengan perasaanmu," nasihat Naura.
David melihat ke arah Bella yang mendengarkan setiap perkataan ibunya dengan seksama. Dia selama ini yakin jika Bella sudah melupakan semuanya, tapi perkataan ibunya mengingatkan pada perbuatannya dahulu. Kini dia tahu jika Bella masih enggan untuk mengatakan cinta karena dia belum bisa memaafkan David seratus persen.
"Grand Ma sakit?" tanya Cantik yang baru masuk ke dalam kamar digendong oleh Tuan Robby.
"Hallo Cantik, nenek lihat sekarang kamu bertambah gemuk. Aih ... ibumu pasti memberikanmu banyak makan," sapa Naura melihat pipi Cantik yang semakin gembul.
"Ibu akan marah jika aku makan sedikit," kata Cantik melihat ke arah Bella. Bella membelalakkan matanya.
"Tapi masakan Ibu enak, Cantik suka," lanjutnya membuat hati Bella tenang. Tuan Robby lalu menurunkan Cantik di tempat tidur Naura. Cantik lalu ikut berbaring dan memeluk neneknya.
Cantik memang sering bersama Naura ketika Sofi sedang berpergian keluar kota atau keluar negeri. Saat David berpisah dengan Sofi, Cantik sering menginap di rumah nenek dari pada tidur di rumah ayahnya.
"Grandma sakit apa?" tanya Cantik.
"Ini kenapa ada jarum di tusukkan di tangan Grandma?" Cantik memegang tangan keriput milik Naura. "Pasti sakit," ehm ... muah ... muah ... ." Naura mencium tangan Neneknya.
__ADS_1
"Grandma tidak sakit sayang, hanya sedikit lelah, ini adalah vitamin yang dimasukkan ke tubuh Grandma agar cepat segar kembali. Jarum itu memang sedikit tidak enak menusuk tangan Grandma tapi tidak sesakit yang kau bayangkan."
"Oh, ini hanya vitamin," Cantik mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ini sudah waktunya makan siang sebaiknya kalian makan siang terlebih dahulu. Aku tadi menyuruh Raina menyiapkan masakan kesukaanmu David," kata Naura.
"Mom, kau memang yang terbaik," David mencium pipi ibunya.
"Bella ajak suami makan dan layani dia dengan baik. Aku ingin istirahat dulu sebentar, penjara itu membuat tubuhku sakit semua," ucap Naura pada Bella.
"Ayo kita turun ke bawah untuk makan," ajak David pada Cantik.
"Aunty sudah menyiapkan ayam goreng tepung kesukaanmu," ujar Naura.
"Wah ... aku mau," Cantik langsung berdiri dan menyambut uluran tangan David.
"Menginaplah di sini, Bella! Aku sudah menyiapkan kamar untuk kalian."
__ADS_1
Bella melihat ke arah David.
"Kami akan tidur di sini," jawab David ingin menyenangkan hati ibunya. Dia masih sedih jika teringat ibunya yang harus mendekam di penjara selama berhari-hari untuk kasus kejahatan yang tidak dilakukannya. Lagi pula dia perlu mendiskusikan masalah ini pada ayahnya. Lebih efisien jika mereka tidur disini untuk sementara waktu sembari menunggu kesehatan ibu kembali pulih.
Mereka lalu keluar dari kamar.
"Kita akan menginap? Aku tidak bawa persiapan apapun,'' tanya Bella.
"Itu urusan gampang. Kita akan menginap hingga kondisi Ibu membaik. Setelah itu aku berjanji untuk mengajakmu menginap di rumah ayah mertua," janji David.
"Sungguh!" tanggap Bella senang. Matanya terlihat berbinar-binar.
"Kapan aku pernah berbohong padamu," kata David.
"Ayah, Ibu kalian membicarakan apa?" tanya Cantik.
"Membicarakan kenakalanmu,'' jawab David membuat Cantik manekuk wajah dan mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1