Mencintai Calon Kakak Ipar

Mencintai Calon Kakak Ipar
Rencana Penangkapan


__ADS_3

Bella mendapat perlakuan hangat dari semua orang yang ada di rumah ini. Hatinya menghangat dan dia berharap ini awal yang baik untuk ke depan.


Keluarga yang sempurna, anak yang sempurna dan suami yang sempurna. Apalagi yang kurang, semuanya sudah Tuhan berikan untuknya. Bodoh bila dia mendustakannya.


"Kau berfikir apa Bella?" tanya Raina.


"Aku eh ... , aku hanya terharu melihat kalian semua menerimaku dengan baik," matanya mulai mengembun. Semua orang mulai terdiam. Tangan David menggenggam tangan Bella yang berada di atas meja.


"Dalam mimpi pun aku tidak pernah berharap akan mendapatkan perlakuan sebaik ini," imbuhnya lagi. Raina berdiri lalu berjalan menuju tempat duduk Bella dan memeluknya.


"Aku juga tidak pernah berfikir jika akan mendapat saudari semenyenangkan dirimu. Sayang selama ini David menyembunyikan hal ini dari kami," ujar Raina menatap kecewa pada David.


David menghela nafasnya.


"Aku tidak menceritakannya karena kondisi tidak memungkinkan semua itu terjadi. Ibu menentang keras dan Papa tidak bisa diberitahukan hal itu karena aku takut Papa akan menderita serangan jantung."


"Tidak apa-apa yang penting semua sudah berkumpul di sini. Seharusnya yang kita pikirkan saat ini adalah bagaimana cara kita bisa mengeluarkan Mommy dari kasus pembunuhan yang menjeratnya. Kita telah membayar uang jaminannya bukan berarti Mommy akan bebas selamanya."


Semua orang menganggukkan kepalanya.


"Tersangkanya kini telah merucut menjadi tiga orang, Anton kekasih Sofi, Wati asistennya dan Roni. Tapi siapa yang melakukannya kita tidak tahu," ujar Tuan Robby.


"Anton dan Wati menghilang," imbuh David.

__ADS_1


"Anton sudah ditemukan dan Polisi sedang menginterogasinya," jawab Tuan Robby.


"Ayah tidak memberitahukan berita ini padaku?" ujar David.


"Ketika kalian sedang berbicara pada Mommy Tuan Bram menghubungi jika dia dan polisi sudah menangkap Anton yang sedang menyeberang ke pelabuhan Bakauheni Lampung. Dia mungkin ingin pulang ke kampung halamannya."


"Syukurlah," ucap David lega.


"Tapi selama di perjalanan dia mengatakan jika bukan dia pembunuhnya," kata Tuan Robby.


"Sebaiknya kita memancing pembunuh aslinya untuk keluar dari tempat persembunyian." Bella mulai memberikan masukan.


"Jika kita bisa melakukannya pasti sudah kita lakukan," balas David.


Semua orang lalu fokus melihat pada Bella.


"Caranya?"


"Katakan jika masih ada CCTV yang mereka merekam pembunuh itu masuk ke kamarnya? Atau ada bukti jejak tangan yang tidak sengaja tertinggal atau mungkin juga polisi menyebarkan berita jika Sofi punya buku harian yang menceritakan kehidupannya selama ini. Mungkin buku harian itu bisa membantu Polisi untuk membuka kasus ini."


"Aku tidak paham," kata Raina.


"Buku harian itu sebenarnya tidak ada, itu hanya umpan agar pelaku asli mau keluar dari sarangnya dan mencari buku harian itu. Ini bisa berhasil asalkan pihak berwajib mau membantu mengatakan hal itu semua pada masyarakat luas," terang Bella.

__ADS_1


"Saran yang sangat bagus sekali," kata Tuan Robby.


"Aku akan menghubungi Bram untuk membicarakan hal ini pada pihak berwajib," kata David.


"Ini sudah malam sebaiknya dibicarakan esok hari saja," pinta Bella. Cantik sendiri sudah tidur di kamar neneknya dari tadi.


"Bella benar David temani saja dia di rumah. Ini lingkungan baru untuknya akan terasa aneh jika kau tidak ada di sisinya."


David memandang ke arah Bella dengan penuh cinta. "Kau benar Papa, aku tidak akan meninggalkannya malam ini sendiri.''


Mereka lalu merencakan apa yang akan mereka kerjakan esok hari. Cuti panjang yang diberikan perusahaan David hingga masalah ini selesai membuatnya bisa fokus pada masalah ibunya. Sedangkan masalah di perusahaan Setiawan tidak sebanyak di perusahaan yang dia pegang selama ini. Itu tidak menyulitkannya sama sekali dalam membagi waktu untuk semuanya.


"Aku hanya takut Cantik dan kau akan menjadi sasaran kasus ini. Hujatan masyarakat sudah kau alami dan untungnya kau bisa mengatasi hatimu, tetapi jika ada yang berniat jahat pada kalian dan ingin melukai kalian itu yang membuat hatiku khawatir dan was-was setiap harinya," ucap David.


"Apalagi pembunuh itu berkeliaran bebas jika niat pembunuh itu untuk menguasai harta Sofi, maka Cantik bisa jadi korban berikutnya," lanjut David yang membuat semua orang menutup mulutnya karena tidak berfikir sampai ke sana.


***


Vote dulu Senin yah


Like jangan lupa ...


komentarnya ... sekarang yang manis-manis dulu yah ... bentar lagi juga aku bikin tegang

__ADS_1


__ADS_2