Petualangan Pendekar Kecapi

Petualangan Pendekar Kecapi
Bab 127


__ADS_3

Ketika melihat tiga orang yang tadi menangkap dia dan Hok Cu berkelahi melawan dua orang pendekar, Kian Beng mengambil kesimpulan bahwa tentu dua orang gagah itu yang berusaha menolong dia dan Hok Cu.


"Hok Cu, mari kita cepat lari!" bisik Kian Beng yang memandang dengan hati kuatir, lalu memegang tangan Hok Cu.


 "Aku... aku merasa panas sekali, Kian Beng, rasanya mual dan hendak muntah. Ah, perutku panas sekali!" keluh Hok Cu yang terus memegang perutnya.


Memang terdapat perbedaan antara Kian Beng dan Hok Cu sebagai akibat mereka menghisap darah Ular yang disebut anak naga oleh para tokoh dunia persilatan tadi.


Kian Beng menghisap darah jauh lebih banyak dari Hok Cu dan andai kata dia tidak tergigit oleh ular itu tentu dia sudah tidak kuat bertahan dia sudah tewas. Akan tetapi, Kian beng digigit ular pundaknya, dan racun ular itu menyerangnya.


Ular itu memang merupakan semacam ular yang langka, ular yang kalau malam mengeluarkan cahaya di bagian kepalanya dan di dalam kepalanya itu terdapat semacam benda yang dianggap mustika oleh para tokoh dunia persilatan, benda yang amat langka dan juga ampuh.


Akan tetapi, gigitan ular ini mengandung racun yang mematikan. Dan Kian Beng tentu sudah sejak tadi tewas kalau saja dia tidak menghisap darah ular itu.


Darah itu yang sekaligus menjadi obat penawar racun, bahkan pencampuran dua benda beracun, yang satu melalui gigitan dan yang kedua melalui darah ular, mendatangkan kekuatan luar biasa di dalam tubuhnya.


Namun, tetap saja Kian Beng terancam maut karena racun yang memasuki tubuhnya itu sungguh amat ampuh. Adapun Hok Cu hanya menghisap darah ular, tidak tergigit. Namun darah ular itu pun memabukkan dan mengandung racun yang dahsyat disamping mengandung kekuatan yang aneh pula.


Seperti juga Kian Beng, Hok Cu juga terancam maut dengan adanya darah ular dalam tubuhnya, darah yang dihisapnya dari ekor ular untuk menolong temannya tadi.


Setelah terjadi perkelahian, mereka berdua maju sendiri-sendiri dan tidak saling membantu. Hal ini menguntungkan tiga setan sungai kuning yang maju bertiga.


Seorang diantara mereka dapat membantu teman kanan kiri untuk mengeroyok dua orang lawan itu. bagaimanapun juga, permainan pecut harimau ekor sembilan dan permainan tongkat sakti dari Kim kauw yang memang hebat dan membuat tiga setan sungai kuning itu kocar-kacir dan permainan pedang mereka menjadi kacau balau.


"Cepat larikan dua orang bocah itu, kami akan menahan mereka!" seru orang pertama dari tiga setan sungai Kuning itu pada kedua saudaranya.


"Baik kakak pertama!" balas seru salah satu dari dua setan sungai kuning itu pada orang pertama dari tiga setan sungai kuning itu.

__ADS_1


Kemudian kedua setan sungai kuning itu menubruk Kian Beng dan Hpk Cu. Kedua tangannya hendak mencengkeram dan menangkap dua orang anak itu untuk dibawa loncat kedalam air.


Kian Beng dan Hok Cu mampu menghindarkan diri dan lengan kiri Kian beng sudah tertangkap, juga lengan kanan Hok Cu. Keduanya meronta dan tiba-tiba Kian beng mengangkat tangan kiri, dikepalnya tangan itu dan memukul kearah perut orang termuda dari tiga setan sungai kuning itu.


"Desssss...!"


Hebat bukan main akibat pukulan anak laki-laki berusaha dua belas tahunan itu. tubuh tinggi kurus itu terjungkang terbanting keatas tanah dan dia bergulingan mengaduh-aduh sambil memegangi perutnya.


"Aduhhh...panas...panas...!"


Dan dia pun berkelonjotan tak mampu mengeluh lagi. Tentu saja dua orang saudaranya terkejut. Melihat keadaan tidak menguntungkan itu, mereka lalu meloncat kebelakang, menyambar tubuh saudara yang terluka, lalu membawanya loncat ke dalam air, lalu menyelam lenyap.


Gan Lok dan Kim Kauw saling pandang dengan mata terbelalak. Mereka terkejut dan merasa heran sekali melihat peristiwa tadi.


Seorang diantara tiga setan sungai kuning terkapar dengan sekali dipukul oleh bocah berusia dua belas tahun itu.


Mereka sudah dapat menduga bahwa tentu kehebatan bocah itu adalah akibat dari minum darah anak naga tadi. Makin gembira dan bersemangat hati mereka untuk dapat memiliki dua orang anak kecil itu dan mereka lalu menghampiri Kian Beng dan Hok Cu.


Kemudian Kian Beng menarik lengan Hok Cu, diajak pergi dari situ, kedua anak itu berjalan terhuyung-huyung seperti orang mabuk.


"Nanti dulu, anak-anak baik!" seru salah satu dari dua orang jagoan itu melompat menghadang di depan dua orang anak itu,


Kemudian Gan Lok menyentuh lengan Kian Beng dan Kim Kauw menyentuh lengan Hok Cu.


Seketika keduanya mengeluarkan seruan kaget dan meloncat mundur karena ketika mereka menyentuh lengan kedua orang anak itu terasa amat panas seolah-olah mereka menyentuh besi yang membara.


Diam-diam mereka merasa semakin gembira. Dua orang ini telah menjadi anak yang luar biasa.

__ADS_1


"Anak baik, jangan dikira bahwa kalian terlepas dari orang-orang jahat. Ketahuilah, hampir semua orang di permukaan air sungai itu sedang mencari untuk menangkap kalian. Marilah kalian ikut bersama kami, dan kami akan mencarikan keluarga kalian," bujuk Kim Kauw.


 "Benar," ucap Gan Lok yang membenarkan ucapan Kim Kauw.


"Kalian jangan pergi sendirian mencari mereka. Kalian sedang sakit, lihatlah jalan darah sedang terkena racun itulah yang membuat kalian terhuyung. Biarlah kami yang akan memberi kabar pada keluarga kalian dengan berpencar." lanjut rayu Gan Lok.


Hok Cu mengangguk dan ia melepaskan tangan Kian Beng, menghampiri Kim Kauw dan hendak memegang tangan orang ini. Akan tetapi, Kim Kauw mengelak.


"Jangan... jangan pegang tanganku. Tanganmu panas sekali. Kita berjalan berdampingan saja," kata Kim Kauw.


Akan tetapi, sebelum mereka pergi tiba-tiba bermunculan belasan orang di tempat itu. mereka berloncatan dan sudah mengepung tempat itu. terkejut sekali hati dua orang jagoan itu ketika mereka melihat bahwa belasan orang itu adalah orang-orang dunia pwrsilatan yang agaknya sudah dapat mencari mereka dan tiba di tempat ini, siap memperebutkan dua orang bocah yang sudah terjatuh ke tangan mereka.


Hal ini adalah hasil perbuatan tiga setan sungai kuning, yang mana setelah mereka dikalahkan karena seorang diantara mereka terluka parah oleh pukulan Kian Beng mereka melarikan diri dengan hati menyesal, kecewa dan penuh penasaran.


Oleh karena itulah mereka lalu memberitahukan kepada para tokoh dunia persilatan yang masih berseliweran di atas perahu mereka, bahwa dua orang bocah itu telah terjatuh ke tangan Gan Lok dan Kim Kauw yang berada di tepi sungai dalam hutan yang sunyi itu.


Mendengar berita ini tentu saja para tokoh dunia persilatan itu, berbondong-bondong pergi ke tempat itu.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


   


__ADS_2