
"Kaulah yang berlutut di depanku, Lui Seng!"
Ketua aliran bumi dan langit itu tiba-tiba saja menjatuhkan diri berlutut di depan Hong Lan.
Lui Seng terkejut bukan main. Tadi pemuda itu sama sekali tidak terpengaruh oleh bentakannya dan ketika pemuda itu menjawab, dia sama sekali tidak merasakan kekuatan sihir yang memaksanya untuk berlutut.
Akan tetapi tiba-tiba saja dua buah lututnya disambar ujung suling dan itulah yang memaksanya jatuh berlutut karena kedua kakinya terasa lumpuh!
Akan tetapi, untuk mengambil orang, Hong Kan cepat menghampiri, dengan gerakan cepat tanpa diketahui orang, dia telah membebaskan totokan itu dan menarik lengan ketua itu bangkit berdiri kembali.
Kini ketua sudah takluk benar karena dia tahu bahwa dia berhadapan dengan orang yang jauh lebih pandai darinya. Dia merasa seperti berhadapan dengan gurunya saja! Dia memberi hormat dan berkata lirih,
"Tuan Muda Hong, saya mengaku kalah." kata Lui Seng dengan kepala tertunduk ketua itu lalu mundur dan duduk kembali tempat semula.
Akan tetapi dia segera berbisik kepada dua orang muridnya, Siok Ban dan Kian So yang tadi juga kalah ketika mengeroyok Hong Lan, agar mereka berdua mempersiapkan tempat duduk yang paling baik untuk pemuda yang kini berhadapan dengan Mo Li itu.
Dia sendiri lalu menonton dan ingin tahu Bagaimana MobLi akan menandingi pemuda yang luar biasa itu. Mo Li adalah seorang yang amat cerdik, juga ia memiliki tingkat kepandaian yang lebih tinggi dibandingkan Liu Seng, atau para tamu yang hadir disitu.
Sesuai dengan julukannya, yaitu Mo Li si Iblis Betina Selaksa Racun, ia seorang ahli dalam menggunakan racun sehingga ilmu silatnya menjadi semakin berbahaya lagi.
Bukan hanya pukulan telapak tangannya yang mengandung hawa beracun, bahkan kuku-kuku jari tangannya mengandung racun, dan ia dapat pula mempergunakan ludah beracun untuk menyerang lawan! Ia tadi sudah melihat kehebatan pemuda itu bermain senjata.
Golok Lui Seng yang amat lihai itu pun sama sekali bukan tandingan pemuda itu. Kalau ia mempergunakan sepasang senjatanya, yaitu kipas dan pedang, agaknya akan berat pula baginya, untuk dapat keluar sebagai pemenang.
Maka mengingat akan keahliannya mempergunakan racun dalam pukulannya, pun ingin mengajak pemuda itu untuk bertanding dalam tangan kosong dulu sebelum terpaksa menggunakan kipas dai pedangnya.
__ADS_1
Seperti juga Lui Seng tentu saja ia tidak rela kalau harus menjadi bawahan seorang pemuda, kecuali kalau ia sudah yakin bahwa pemuda itu jauh lebih lihai daripadanya.
"Tuan muda Hong," panggil Mo Li yang menirukan panggilan yang dipergunakan Lui Seng tadi.
"Sebenarnya aku sendiri pun mulai percaya bahwa engkau adalah pewaris dari pendiri aliran bumi dan Langit dan engkau berhak memimpin perkumpulan kita. Akan tetapi karena kemunculanmu Begini tiba-tiba, tentu saja hati kami menjadi penasaran. Karena itu, aku pun Ingin sekali menguji kepandaianmu, dan lebih dulu aku ingin menguji ilmu kepandaianmu bertangan kosong." jelas Mo Li
Hong Lan memandang dan hatinya kagum. Wanita ini kabarnya sudah berusia lima puluh tahun lebih, bahkan hampir enam puluh tahun, akan tetapi sungguh orang takkan percaya kalau melihatnya. Pantasnya ia baru berusia tiga puluh tahun lebih.
Masih cantik dan bentuk tubuhnya masih padat dan ramping, dan anehnya, ada sesuatu yang menarik hanya pada wajah itu, seperti wajah seorang wanita yang pernah dikenainya. Perasaan pemuda ini memang tidak menipunya.
Yang membuat ia merasa kenal adalah karena wajah Mo Li mirip sekali, hanya berbeda usia dengan wajah puterinya, yaitu Cu Ming, isteri Coa Siang yang hampir saja menjadi korban perkosaan Hong Lan.
Hong Lan tersenyum. Dia sudah mendengar dari ayahnya bahwa MobLi adalah seorang wanita yang lihai lebih lihai dibandingkan Lui Seng. Dari nama julukannya saja dia pun sudah menduga bahwa wanita ini tentu ahli racun dan memiliki pukulan-pukulan beracun maka sengaja menantangnya bertanding dengan tangan kosong.
Tentu saja dia tidak merasa gentar. Ayahnya adalah seorang datuk besar golongan sesat, dan dia sudah banyak belajar dari ayahnya tentang pukulan yang mengandung hawa beracun dan bagaimana untuk mengatasinya.
Hon Lan kelihatan tenang saja dan acuh, namun diam-diam dia siap siaga dengan penuh kewaspadaan.
"Tuan muda Hong! sambut seranganku!" seru Mo Li yang tanpa sungkan lagi mendahului, membuka serangan dengan pukulan tangan kanan terkepal ke arah muka disusul cengkeraman tangan kiri yang membentuk cakar ke arah perut.
"Bagus sekali!" seru Hong Lan yang memuji sambil mengelak ke belakang, akan tetapi kaki kanan wanita itu menyusul dengan tendangan dahsyat mengarah dadanya.
"Plakkk...!"
Hong Lan menangkis dan tubuh Mo Li berputar di atas sebelah kaki saking kerasnya tangkisan itu. Namun, wanita itu tidak menjadi gugup, bahkan sambil berputar, kaki tetap melancarkan tendangan susu bertubi-tubi.
__ADS_1
Hong Lan berloncatan mengelak, ia membalas dengan tamparan tangannya kearah wanita itu. Karena tamparan hebat, maka terpaksa MobLi menghentikan desakan tendangannya untuk mengelak.
Kemudian ia mengeluarkan gerengan halus seperti seekor kucing yang dielus lehernya dan ke dua lengannya tergetar. Hong Lan melihat betapa kedua tangan dan sebagian lengan yang nampak dari lengan baju itu berubah menghitam!
Tahulah dia bahwa wanita itu telah mengeluarkan simpanannya yaitu kedua tangan bahkan sampai lengan yang mengandung hawa beracun yang amat berbahaya, maka diam-diam dia pun mengerahkan tenaga sin-kangnya untuk melindungi tubuh dari hawa racun.
"Hyaaaaattt .........!"
Wanita itu mengluarkan bentakan melengking dan ia sudah menerjang dengan gerakan yang amat cepat dan kuat. Angin pukulannya desir dan mengeluarkan suara bersuitan, dibarengi hawa panas dan bau yang amis.
Itulah ilmu silatnya yang paling hebat dan mengerikan, yang Mo Li beri nama Silat Bunga selaksa Racun. Kedua tangan itu, sampai ke kuku-kukunya, mengandung racun yang dapat menghanguskan kulit dan daging lawan.
Hong Lan menyambutnya dengan ilmu Silat Naga Iblis yang dahsyat dan ganas. Dia menjaga diri dengan hati-hati sekali jangan sampai kulitnya tergores kuku-kuku runcing melengkung beracun itu.
Karena dia memliki tenaga dalam yang kuat, maka dari semua gerakannya timbul angin pukulan yang mendorong pergi semua hawa beracun yang keluar dari gerakan kedua tangan lawan.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih ini...
__ADS_1
...Bersambung...