Petualangan Pendekar Kecapi

Petualangan Pendekar Kecapi
Bab 234


__ADS_3

"Akan tetapi, memimpin rakyat dalam masa perang, dibutuhkan seorang pemimpin yang masih muda, penuh semangat yang menggebu, barulah diharapkan perjuangan akan berhasil baik!" sambung Hong Lan.


"Orang muda Hon Lan, kata-katamu sayang sekali kurang tepat!" bantah Gan Lok yang mulai merasa panas perutnya.


"Dalam perjuangan, semangat besar saja tidak ada gunanya tanpa diimbangi kepandaian yang tinggi. Seorang pemimpin muda, biarpun semangatnya menggebu, jelas kepandaiannya belum matang dan pengalamannya belum luas sehingga perjuangan itu akan gagal." sambung Gan Lok.


"Keliru sama sekali pendapat Paman Gan itu!" seru Hong Lan membantah suaranya juga nyaring walaupun wajahnya masih berseri Jenaka.


"Biarpun berpengalaman, mana mungkin seorang yang sudah tua dapat menjadi seorang yang gagah perkasa dan kuat? Semangatnya juga pasti sudah layu dan apa yang dapat diharapkan dari pimpinan yang tua loyo? Tentang kepandaian, belum tentu yang muda kalah oleh yang tua. Hal ini perlu dibuktikan. Aku yang masih muda ini, belum tentu kalah melawan orang-orang tua seperti kedua Paman yang menjadi ketua dan wakil ketua di sini!" seru Hong Lan.


Mendengar ucapan yang mengandung tantangan ini, Gan Lok yang wataknya angkuh itu menjadi marah dan tidak dapat menahan kesabarannya lagi. Dia sudah bangkit berdiri dan tubuh yang gendut pendek itu sama sekali tidak mengesankan ketika dia marah.


Namun suaranya menggeledek karena dalam kemarahannya dia telah mengerahkan Khikang dari perutnya, dan matanya melotot mengeluarkan sinar berapi.


"Bocah! kau sombong dan suka berlagak. Biarpun belum tentu aku dapat mengalahkanmu, akan tetapi jangan dikira aku takut. Mari, coba bukti-bahwa omonganmu tadi bukan bual belaka!" seru si Pendek gendut ini sudah melompat ke tengah dengan sambil memutar tongkatnya.


Tongkatnya itu setinggi tubuhnya dan berlapis emas sehingga ketika diputar berubah menjadi payung emas yang lebar.


Hok Cu mengerutkan alisnya. Sebetulnya ia tidak setuju dengan sikap yang diperlihatkan Hong Lan tadi.


Mereka datang sebagai tamu yang dihormati, akan tetapi pemuda bercaping lebar itu malah mengeluarkan kata-kata yang mengandung celaan dan tantangan dengan sikap memandang rendah terhadap tuan rumah.


Akan tetapi karena ia pun tidak mempunyai hubungan apa pun dengan Hong Lan, ia merasa bahwa segala tingkah laku pemuda itu tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.

__ADS_1


Ia lupa bahwa datang dan bergerak di samping Hong Lan sehingga pihak tuan rumah menganggapnya sebagai sekutu atau kawan baik pemuda itu. Hok Cu diam dan ingin menyaksikan bagaimana perkembangan selanjutnya setelah Hong Lan ditantang mengadu ilmu oleh Gan Lok.


Gadis itu ingin melihat bagaimana lihainya Hong Lan dan bagaimana wakil ketua para pemberontak akan mempertahankan kehormatan dirinya sebagai seorang tokoh yang dipilih sebagai wakil ketua, la tidak akan mencampuri urusan mereka.


Ditantang oleh wakil ketua itu, Hong Kan tersenyum. Memang inilah yang kehendakinya. Begitu tadi mendapat keterangan akan kekayaan yang dimiliki gerombolan pemberontak ini, hatinya sudah merasa amat tertarik, apalagi terdapat kemungkinan kemenangan besar dimana para pemimpin mendapat kesempatan untuk merebut tahta kerajaan.


Inilah yang dicarinya kekayaan besar dan kedudukan tinggi, dua hal yang dahulu juga dikejar-kejar mendiang ayahnya. Dia tahu bahwa ayahnya tidak pernah berhasil karena ayahnya mencarinya melalui jalan yang biasa dilalui golongan sesat. Dia sendiri harus mengubah siasat itu. Dia tidak ingin sekedar menjadi pimpinan golongan hitam yang selalu dimusuhi pemerintah. Kalau saja dia mendapatkan kedudukan tinggi dalam pemerintahan.


Maka saat melihat kemungkinan kecilnya bsgi gerakan ini untuk merampas kedudukan dan kelak menjadi pemimpin-pemimpin yang menguasai pemerintahan, ia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu.


Dengan sikap tenang sekali, senyum tak pernah meninggalkan bibirnya, bangkit dan menoleh ke arah Hok Cu, seolah hendak minta persetujuannya atau hendak melihat bagaimana sikap gadis yang amat menarik hatinya itu.


Akan tetapi Hok Cu bersikap acuh saja, maka dia pun lalu melangkah dan menghsmpiri orang yang menantangnya.


Mereka menonton dengan sikap tegang dan tertarik. Dia pun tersenyum, Inilah kesempatan baik baginya untuk memperlihatkan kepandaian dan menciptakan kesan yang baik, kalau dia ingin berhasil mendapatkan kedudukan seperti yang dikehendakinya.


"Paman Gan Lok, sama sekali aku bukan sombong atau berlagak. Aku berbicara sejujurnya saja karena aku merasa kagum kepada semua saudara, yang telah berani melawan pemerintah yang menindas rakyat. Justeru karena aku kagum dan suka, maka aku ingin melihat pasukan pejuang yang kokoh kuat, dipimpin oleh orang-orang yang tepat, bukan oleh orang-orang tua yang sepantasnya hanya menjadi penasehat dibelakang saja. Kalau Paman masih penasaran dan hendak membuktikan kebenaran omonganku, silakan!" seru Hong Lan sudah mengeluarkan pedang dan sulingnya.


Dengan lagak seorang pendekar yang gagah perkasa, dia pun memasang kuda-kuda, menyilangkan pedang dan suling di depan dada, tersenyum dan nampak tenang dan memandang rendah sekali.


Makin panas rasa hati Gan Lok. adalah seorang pendekar yang terkenal kelihaiannya, nama julukannya sudah dikenal di dunia persilatan, terutama di sepanjang lembah sungai kuning sebelah selatan.


Jarang ada ahli silat yang akan mampu menandingi tongkatnya yang berlapis emas itu. Selama bertahun-tahun ini, hanya Gan Lok saja yang mampu menandingi dan mengalahkannya ketika kelompok pejuang itu mengadakan pemilihan ketua.

__ADS_1


Akhirnya, Gan Lok yang terpandai dipilih menjadi ketua dan dia menjadi orang nomor dua, di samping masih ada belasan orang pembantu yang kesemuanya tidak ada yang dapat mengungguli ilmu kcpandainnya.


Dia dihormati oleh ratusan orang anak buah persekutuan mereka, bahkan dihormati. Dan sekarang, seorang pemuda ingusan yang memiliki sedikit ilmu silat saja berani menghina dan menantangnya, mengatakan bahwa dia Gan Lok tidak tepat menjadi pemimpin para pejuang.


"Kau datang sama Nona ini sebagai tamu dan kami hormati. Akan tetapi sekarang kau menantang kami. Aku peringatkan bahwa kalau aku sudah menggerakkan pasukan kami ini untuk menyerang kian andai kata orang itu tidak mati pun, sedikitnya tentu akan patah tulang dan terluka. Aku tidak ingin dikatakan sebagai orang yang mencelakai tamunya!" seru Gan Lok.


Mendengar ucapan wakil ketua dari persekutuan pejuang itu, Hok Cu merasa tidak enak juga.


 "Hendaknya semua orang mengetahui bahwa kedatanganku bersama Saudara Hong Lan hanya kebetulan saja. Di antara kami tidak ada hubungan persahabat kami pun merupakan orang yang baru saja bertemu dan berkenalan. Oleh karena itu, apa yang dia lakukan bukanlah tanggung jawabku. Harap aku tidak di ikut-ikutkan!" lalu cepat ia menambahkangh Jik


"Aku pun bukan seorang tamu yang suka menghina tuan rumah yang telah Menerimaku dengan baik. Pernyataanku ini sejujurnya, bukan berarti aku takut menghadapi apa dan siapa pun." kata Hok Cu


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2