
Mo Li tidak berani memandang rendah dan memainkan pedang dan kipasnya dengan cepat sehingga nampak gulungan sinar yang menyambar-nyambar.
Hong Lan menggerakkan sulingnya dan terdengar suling itu seperti ditiup dan dimainkan. Dan caping itu ternyata mampu melindungi tubuhnya dari sambarang hawa beracun dari pedang dan kipas.
Sebaliknya, dari kanan kiri atas atau bawah caping, mencuat suling secara tiba-tiba dan sukar diduga, melakukan totokan-totokan yang amat cepat. Mo Li menjadi bingung dan beberapa kali nyaris jalan darah dibagian depan tubuhnya tertotok.
Setidaknya ujung suling sudah menyentuh bagian-bagian tubuhnya yang peka dan ia pun semakin kagum. Pemuda itu masih sempat main-main dan menyatakan berahinya lewat sentuhan-sentuhan ujung suling.
Tentu saja hal itu amat sukar diduga dari mana suling itu akan mencuat ke luar karena tertutup caping.
Sedangkan semua serangan pedang dan kipasnya selalu dapat dihindari oleh Hong Lan.
Akhirnya, setelah lewat hampir lima puluh jurus, tenaga Mo Li mulai berkurang dan napasnya mulai memburu Hong Lan tidak mau membikin malu wanita itu, maka ujung sulingnya secepal kilat menotok siku kanan.
Pada saat pedang lawan terlepas dari tangan yang mendadak lumpuh itu, dia cepat menempel pedang dengan sulingnya dan memutar pedang itu sedemikian rupa sel hingga terus menempel pada sulingnya dan tidak sampai jatuh.
Mo Li terkejut dan cepat melompat ke belakang. Dirampasnya pedang dari tangannya sudah merupakan bukti cukup jelas bahwa ia memang kalah pandai. Diam-diam ia berterima kasih kepada Hong Lan yang memberi ia kekalahan terhormat, tidak sampai terluka atau roboh, bahkan pedangnya pun tidak sampai terjatuh ke lantai.
Hong Lan lalu menggerakkan tangan dan pedang itu terlepas dari suling, lalu melayang ke arah Mo Li yang menerima dengan tangan kanannya dan wanita ini pun memberi hormat kepada pemuda itu tanpa malu lagi.
"Tuan muda Hong, anda telah memberi petunjuk kepadaku, aku merasa kagum sekali dan mengaku kalah." kata Mo Li yang kemudian, wanita itu berdiri menghadap ke arah mereka yang duduk di bawah panggung.
__ADS_1
"Para anggota aliran Bumi dan Langit dengarkanlah. Mulai detik ini, aku memerintahkan kalian semua untuk mengakui dan menerima tuan muda Hong sebagai pemimpin kita semua!" seru Mo Li dengan lantang.
Ucapan yang nyaring ini disambut tepuk sorak para anggota aliran Bumi dan Langit yang sudah merasa kagum sekali melihat betapa pemuda tampan itu dapat mengalahkan ketua dan wakilnya, suatu hal yang mereka anggap luar biasa sekali. Apalagi mereka tadi pun menyaksikan dengan mata kepada sendiri betapa pemuda itu mampu mengubah diri menjadi Raja Iblis yang hidup.
Lui Seng segera bangkit menghampiri Hong Lan dengan sikap hormat dia mempersilakan pemuda itu duduk di kursi kehormatan yang berada di antara dia dan Mo Li.
Tempat itu memang telah diaturnya ketika pemuda itu bertanding melayani Mo Li. Dia sudah menduga bahwa Mo Li juga bukan tandingan pemuda sakti itu, maka.dia sudah mengatur sebuah tempat duduk terhormat bagi Hong Lan.
Tentu saja Hong Lan merasa gembira sekali melihat sikap dua orang itu! Setelah duduk di atas kursi di antara mereka, dia lalu berkata kepada mereka.
"Lui Seng dan Mo Li seperti sudah kukatakan tadi, aku datang untuk menuntut hakku sebagai ahli waris mendiang Ayahku, menjadi orang nomor satu dalam aliran Bumi dan Langit. Akan tetapi itu bukan berarti aku merampas kedudukan kalian. Aku tidak ingin repot bekerja menjadi ketua dan wakil. Biarlah kalian lanjutkan kedudukan kalian sebagai ketua dan wakil, akan tetapi kalian adalah pembantu-pembantuku. Akulah pemimpin umumnya, dan aku tidak ingin disebut pemimpin atau ketua, cukup kalau kalian dan semua anggota menyebut aku dengan tuan muda Hong saja. Akan tetapi seluruh harta milik dan pemasukan uang harus berada di bawah pengamatanku dan aku yang menentukan dan mengatur semuanya. Mengertikah kalian!" seru Hong Lan.
Tentu saja kedua orang ini merasa girang sekali. Mereka tidak kehilangan muka dan juga tidak kehilangan kekuasaan. Maka keduanya mengangguk-angguk dan secara langsung maka ketua dari aliran Bumi dan Langit itu bangkit berdiri dan dengan lantang dia lalu bicara kepada semua orang yang hadir.
"Hidup Tuan muda Hong!" seru para anggota secara serentak dan juga para tamu.
Hong Lan tersenyum-senyum penuh kegembiraan.
"Nah, mari kita lanjutkan pesta perayaan ini. Urusan dalam perkumpulan kita dapat kita bicarakan lain waktu di antara kita sendiri." kata Lui Seng.
Para tamu lalu datang satu demi satu untuk memperkenalkan diri kepada Hong Lan. Di antara mereka itu, yang merasa amat kagum dan menyatakan ingin sekali membantu sepenuhnya adalah Koan Tek, putera Koan Bok, San Bo murid Kok Sian, dan dua orang murid Lui Seng sendiri, yaitu Siok Boan dan Kian So.
__ADS_1
Empat orang pemuda ini merasa kagum bukan main kepada Hong Lan dan mereka berempat merasa gembira untuk dapat membantu seorang seperti Hong Lan. Dan Hong Lan sendiri senang kepada mereka, apalagi mengingat bahwa mereka adalah murid-murid dan putera orang-orang yang pandai dan berpengaruh.
Ketika hidangan dikeluarkan, Hong Lan bahkan mengundang mereka berempat itu untuk duduk semeja dengan dia, bersama Mo Li dan lui Seng.
Hong Lan merasa betapa bintangnya terang. Dia memberi selamat pada dirinya sendiri yang sudah memilih tempat yang amat tepat baginya. Apalagi setelah dia mendapat kenyataan bahwa Aliran Bumi dan Langit telah merupakan sebuah perkumpulan yang kaya.
Dia dapat mempergunakan kekayaan itu sesuka hatinya. Selain itu, juga mulai hari itu, Mo Li wanita yang masih amat cantik dan menggairahkan itu, wanita yang memiliki banyak sekali pengalaman, selalu menemaninya dan melimpahkan cinta yang berkobar-kobar kepadanya.
Lebih menyenangkan hatinya lagi, para anggauta Aliran Bumi dan Langit yang wanita, banyak di antara mereka yang muda dan cantik, agaknya juga berlomba untuk mendekatinya dan menjadi kekasihnya.
Sekali pukul saja, Hong Lan kini telah dibanjiri harta, kedudukan terhormat, wanita-wanita cantik dan segala kesenangan dapat diraihnya dengan amat mudahnya.
Semua seperti yang dia harapkan, dan hasratnya pun dapat tersalurkan.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih ini...
...Bersambung...