
"Kenapa kau tidak cepat melarikan kereta ini, menyingkir dari sini, menyelamatkan majikanmu dan minta bantuan pasukan? Hayo cepat larikan kereta, biar aku menahan para perampok!" seru orang itu.
Barulah kusir itu tergopoh-gopoh naik ke atas keretanya dan melarikan empat ekor kuda yang menarik kereta. Kereta bergerak ke depan dengan cepatnya.
"Hei.., tinggalkan peti itu!" teriak Hong Lan yang hendak mengejar, akan tetapi pemuda tinggi besar itu telah menghadangnya dengan mata menyam tajam.
"Sayang sekali, begini tampan dan gagah menjadi perampok!" katanya. Melihat pemuda tinggi besar itu menghadang, dan mengeluaran kata ejekan, mengatakan dia perampok, hati Hong Lan menjadi panas sekali.
"Kau penjilat pembesar korup...!" bentak Hong Lan dan tangan kanannya mengirim hantaman ke arah muka lawan dengan pengerahan tenaga yang dahsyat. Karena dia dapat menduga bahwa pemuda tinggi besar ini tentu lihai sekali, mungkin seorang jagoan dari kota raja yang bertugas melindungi Liu Tai, maka dia pun begitu menyerang sudah mengerahkan tenaga saktinya sehingga dalam hantamannya itu terkandung kekuatan dasyat yang dapat menghancurkan batu padas.
Namun, pemuda yang diserangnya ith sama sekali tidak menjadi gugup, bahkan dia pun memutar lengan kirinya menangkis. Melihat lawannya menangkis Hong Lan sudah merasa girang karena jarang ada yang mampu mempertahankan tenaga pukulannya, maka lawan yang menangkis itu tentu akan patah tulang tangannya atau setidaknya akan terpental atau roboh terbanting.
Akan tetapi, tidak demikianlah dugaan Hok Cu. Gadis ini melihat betapa kedudukan kaki pemuda tinggi besar itu kokoh kuat, dan betapa sikapnya yang tenang itu membayangkan kekuatan dahsyat, maka dengan hati berdebar ia menanti bagaimana kelankutan adu tenaga antara Hong Lan yang juga belum diketahuinya benar tingkat kepandaiannya, dengan pemuda tinggi besar itu.
Wajah pemuda tinggi besar yang tampan gagah itu seperti wajah yang tidak asing baginya, namun ia sama sekali tidak dapat mengingat di mana ia pernah bertemu dengan pemuda itu.
"Dukkk!"
Dua buah lengan bertemu dan tubuh Hong Lan terhuyung kebelakang, sedangkan tubuh pemuda tinggi besar itu tetap kokoh, sama sekali tidak terguncang. Hal ini amat mengejutkan Hong Lan.
Dia tadi merasa betapa lengannya bertemu dengan lengan yang bagaikan baja kuatnya, dan tenaganya menyambut tenaga pukulannya juga amat dahsyat sehingga dia tidak mampu la mempertahankan kedua kakinya sehingga terhuyung ke belakang. Marahlah Hong Lan dan dia pun mencabut pedang dengan tangan kanannya.
Hok Cu juga melihat adu tenaga itu dan ia hanya menganggap bahwa mungkin tenaga Hong Lan belum begitu kuat. Dan melihat betapa dalam adu tenaga itu Hong Lan terhuyung ke belakang, ia pun menganggap bahwa lawan itu agaknya lebih lihai dari Hong San. Akan tetapi masih ingin melihat bagaimana kalau Hong San menyerang dengan pedangnya.
__ADS_1
"Singgggg.............!"
Pedang di tangan Hong San berubah menjadi sinar menyambar dahsyat, lalu sinar pedang itu bergulung-gulung bagaikan ombak samudera menerjang ke arah lawannya.
Barulah Hok Cu diam-diam terkejut dan kagum. Ilmu pedang Hong Lan ternyata amat hebat. Bukan sembarang orang dapat men gerakkan pedang seperti itu, dan tentu tadi pun Hong Lan telah mengerahkan tenaga dalamnya yang kuat.
Mulailah Hok Cu menduga bahwa jagoan muda yang melindungi pembesar korup itu tentu memiliki kepandaian yang hebat pula.
Karena pemuda tinggi besar itu tidak memegang senjata, maka dia lalu melolos sabuknya yang terbuat dari sutera putih. Pada saat itu, setelah berloncatan dengan gerakan yang aneh seperti gerakan orang mabuk terhuyung-huyung nampak selalu dapat menghindarkan diri dari sambaran gulungan sinar pedang, sinar pedang ditangan Hong San mencuat dengan sinar menyilaukan mata mengejar tubuh lawan dan menusuk ke arah perut.
Pemuda tinggi besar itu meloncat kebelakang dan ketika pedang itu mengejar cepat, tiba-tiba nampak sinar putih meluncur ke depan menangkis pedang.
"Takkk.........!"
Pedang itu pun terpental dan Hong San membelalakkan matanya. Sabuk sutera putih itu tadi menangkis pedangnya dan berubah menjadi keras seperti logam yang kuat.
Namun, sabuk sutera putih itu lihai bukan main gerakannya. Kadang-kadang menjadi keras, kadang-kadang menjudi lemas dan suatu saat, suling di tangan kiri Hong San hampir dapat terampas karena sudah terlibat ujung sabuk yang imat kuat.
Terpaksa Hong Lan membacokkan pedangnya ke arah sabuk yang nenegang itu dan dia berhasil melepaskan libatan sabuk dari sulingnya. Akan tetapi kini lawannya memutar sabuknya dan sabuk itu bagaikan berubah menjadi seekor naga yang melayang-layang dan menyambar-nyambar dari sega jurusan ke arah Hong Lan.
Pemuda itu menjadi sibuk sekali mengelak atau menangkis dengan pedang dan sulingnya, dan dia pun terdesak. Hong Lan semakin kaget dan juga penasaran sekali. Dia memutar kedua senjatanya sehingga tidak lagi terdesak walaupun dia jarang mendapat kesempatan untuk balas menyerang walaupun senjatanya dua buah.
Melihat perkelahian itu, Hok Cu menjadi kagum bukan main. Kiranya sahabat atau kenalan baru itu lihai bukan main dengan pedang dan sulingn Tingkat kenalan baru itu agaknya tidak berada di sebelah bawah tingkat kepandaiannya sendiri.
__ADS_1
Namun, lawannya yang tinggi besar itu ternyata tidak kalah lihainya. Dengan sabuk suteranya, pemuda tinggi besar itu merupakan seorang lawan yang amat tangguh. Maka, tanpa banyak cakap lagi ia pun mencabut senjatanya dan melompat ke dalam kalangan pertempuran itu untuk membantu Hong Lan.
"Jangan, dia lihai sekali! Ckau dapat celaka nanti!" Seru Hong Lan.
Seruan ini penuh ketulusan hati, tanda bahwa Hong San amat menyayang Hok Cu, khawatir kalau gadis yang telah menjatuhkan hatinya itu terluka oleh lawan yang lihai itu.
Mendengar seruan itu, untuk kedua kalinya jantung dalam dada berdebar. Ia dapat menangk ygap apa yang tersembunyi di balik ucapan itu Hong Lan sendiri kewalahan dan terdesak lawan, namun dia melarang ia maju. Hal ini membuktikan betapa pemuda bercaping merah itu amat memperhatikan dan mengkhawatirkan dirinya! Tanpa banyak cakap lagi, tanpa menjawab ucapan Hong San, Giok Cu sudah menerjang dengan pedangnya ke arah pemuda tinggi besar.
ddPemuda itu sedang mendesak v tiba-tiba dia merasa ada angin dahsyat menyambar diikuti suara mencuit nyaring dan melihat ada sebatang pedang mencuat dan meluncur masuk di antara lingkaran sinar sabuknya! Ketika sabuknya menyentuh pedang itu, sabuknya terpukul mundur, seolah-olah seekor ular yang merasa ngeri berdekatan den alat pemukul.
Dia terkejut, apalagi ketika pedang yang tumpul, tidak tajam tidak runcing itu meluncur ke arah lehernya! Terpaksa dia melempar tubuh ke belakang, lalu melakukan gerak bergulingan ke belakang. Ketika dia bangkit kembali, dia sudah memegang sebatang kayu cabang pohon yang didapatkan di atas tanah, dan sabuk itu sudah disimpannya kembali. Kiranya, menghadapi dua orang lawan yang amat lihai itu, pemuda tinggi besar ini telah mengganti sabuknya dengan sebatang tongkat.
Hong Lan terkejut dan girang melihat kelihaian Hok Cu. Semangatnya bangkit kembali. Dia tadi tahu bahwa seorang diri saja, amat terlalu sukarlah, baginya untuk dapat mengalahkan lawannya.
Akan tetapi, melihat betapa serangan pedang di tangan Hok Cu membuat lawan seperti terkejut dan kewalahan, bahkan kini berganti senjata, dia menjadi gembira sekali dan bersama Giok Cu, dia pun cepat mendesak ke depan dan menghujankan serangan kepada lawannya.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...