Petualangan Pendekar Kecapi

Petualangan Pendekar Kecapi
Bab 280


__ADS_3

Seorang di antara mereka, yaitu gadis yang tadi bertelanjang bulat dan ini sudah mengenakan pakaian dan menyanggul rambutnya, memberi hormat kepada perwira tinggi itu.


"Rupanya ada gangguan, Ciang Kun. Sebaiknya kalau upacara kita ditunda sampai lain kali saja. Kami akan kembali lagi kalau saatnya yang baik tiba seperti dikehendaki oleh Raja Iblis!" seru salah satu dari enam wanita -wqnita cantik itu.


Ciang Kun menganggukkan kepalanya dan melihat tujuh orang wanita cantik itu memberi hormat kepada Ciang Kun, tanpa melirik ke arah Hok Cu dan Han Beng, kemudian mereka membawa peralatan sembahyang mereka dan keluar beriringan dari ruangan itu seperti kelompok anggota perkumpulan aliran yang tertib dan sopan.


Para penjaga di luar pun tidak berani bersikap kurang ajar kepada tujuh gadis ini yang dianggap orang-orang yang suci dari Perkumpulan aliran yang terpandang di kota itu.


"Ciang Kun, sekarang kami minta penjelasan!" seru Hok Cu yang menatap Ciang Kun dengan tajam, setelah tujuh orang gadis itu pergi.


"Rupanya Ciang Kun juga seorang anggota perkumpulan Aliran Bumi dan Langit, dan gadis itu tadi hendak dijadikan korban, dibunuh di meja sembayang, bukan?" lanjut tanya Hok Cu.


"Ah, tidak! Tidak! kau tidak mengerti, Nona, Tidak aku sangkal bahwa aku memang merupakan seorang anggota baru yang akan dilantik hari ini sebagai anggota yang sah. Apa salahnya kalau aku menjadi anggota sebuah perkumpulan aliran yang mengajarkan persaudara dan cinta kasih? Aku tidak melanggar tugas dan hukum!" seru Ciang Kun yang membela diri.


"Dan pengesahan itu dengan mengorbankan seorang gadis perawan, membunuhnya di atas meja sembahyang tadi, bukan!" seru Hok Cu karena dara perkasa ini teringat akan pesan Liu Tai bahwa aliran Bumi dan Langit, kini mulai menanamkan pengaruhnya pada para pejabat, dan rupanya Perwira tinggi ini sudah mulai terpengaruh pula.


"Tidak, sama sekali tidak! menurut penjelasan para pimpinan aliran Bumi dan langit, memang ada kebiasaan kuno seperti itu! mengorbankan seorang perawan dalam upacara pengangkatan anggota baru. Akan tetapi sekarang, setelah Raja Iblis yang berkenan memimpin sendiri, kebiasaan diubah. Yang dikorbankan hanya kegadisannya, bukan nyawanya!" seru Ciang Kun.


"Dih....!" aeru Hok Cu mengerutkan alisnya dan memandang jijik.


"Jadi engkau akan memperkosa gadis tadi sebagai upacaranya!" seru Han Beng yang sejak tadi diam dan menyimak.


"Kalian salah mengerti, bukan memperkosa! melainkan ia dengan suka rela menyerahkan diri. Itulah inti persaudaraan dan cinta kasih! Kami melakukannya dengan dasar cinta kasih!" seru Ciang Kun, dimana wajah perwira tinggi itu berubah menjadi merah.


"Omong kosong! Upacara cabul! Jahat, keji sekali! Ciang Kun, kiranya apa yang dikatakan Liu Tai benar. Aliran Bumi dan Langit sudah menanamkan cakarnya kepada para pejabat termasuk kau! Kami harus melaporkan hal ini kepada Liu Tai!" seru Han Beng.


Tiba-tiba terjadi perubahan sikap perwira tinggi itu. Dia menengadah lalu tertawa bergelak-gelak seperti orang gila.

__ADS_1


Ha...ha....ha....! Siapa berani menentang aliran bumi dan Langit, itu berarti mampus! Yang mentaatinya akan hidup bahagia dan panjang usia, akan tetapi yang menentang akan mati! Ha...ha...ha....! Raja Iblis tak terkalahkan, ha...ya...ya...!" seru Ciang Kun dan kemudian dia mengeluarkan siulan.


Terdengar suara nyaring ketika dia meniupnya dan terdengar derap kaki banyak orang. Tempat itu telah terkepung oleh ratusan orang perajurit.


"Ha....ha....ha....! kalian takkan dapat lolos lagi. Hayo kalian semua maju, tangkap dan bunuh dua orang mata-mata musuh ini!" lanjut seru Ciang Kun yang memerintah pada anak buahnya


Mendengar perintah atasan mereka, puluhan orang perajurit memasuki ruangan dengan senjata di tangan. Melihat ini, tahulah Han Beng dan Hok Cu bahwa keselamatan mereka terancam.


Hok Cu adalah seorang gadis yang cerdik sekali. Melihat para perajurit itu siap mengeroyok, secepat kilat ia menotok tengkuk Ciang Kun, membuat perwira tinggi itu tak mampu menggerakkan kaki tangan yang mendadak menjadi lumpuh. Sambil menodongkan pedang yang sudah dicabutnya ke leher perwira tinggi itu, ia berteriak.


"Mundur semua! Kalau ada yang berani menyerang, kubunuh Ciang Kun!" seru Hok Cu


Ancamannya ini berhasil. Para perajurit itu mundur dan bingung, tidak tahu apa yang harus mereka perbuat. Souw Ciangkun yang sudah tidak mampu menggerakkan kaki tangannya itu masih tertawa bergelak.


"Ha...ha....ha....! Kalian maju, tangkap dan bunuh mereka berdua! Aku tidak bisa mati, ha...ha...ha...ha..! Raja Iblis akan melindungiku usiaku akan mencapai seratus tahun. Ha...ha...ha..., siapa menentang Raja Iblis akan mati konyol!" seru Ciang Kun.


"Kalian semua mundur!"


Ketika para perajurit mengenal orang yang memberi aba-aba itu, mereka mundur dan muncullah seorang perwira tinggi lain yang usianya sebaya dengan Ciang Kun, tubuhnya tinggi kurus dan sinar matanya tajam. Dia maju menghadap Han Beng dan Hok Cu yang memandang dengan waspada dan siap siag Hok Cu masih menodongkan pedangnya di leher Ciang Kun.


"Nona, harap lepaskan dia. Rupanya telah terjadi sesuatu dengan dia dan pikirannya tidak wajar lagi." kata perwira itu dengan tegas.


Hok Cu melepaskan Ciang Kun yang roboh dengan lemas karena kedua kakinya masih lumpuh oleh totokan Hok Cu. Akan tetapi, biarpun sudah terguling roboh, Ciang Kun masih tertawa-tawa dan berteriak-teriak memuji-muji Ra ja Iblis.


Perwira itu menganggukkan kepala kepada Han Beng dan Hok Cu.


"Aku adalah Panglima Yap, komandan ke dua di benteng ini." kata perwira itu yang memperkenalkan diri.

__ADS_1


Kemudian dia menghadapi para perajurit yang masih berkerumun di situ dan di luar pintu pun penuh perajurit yang ingin tahu apa yang telah terjadi.


"Komandan Ciang Kun sedang sakit, biar aku yang mengurus dia. Kalian semua tinggalkan tempat ini dan atur penjagaan yang ketat, jangan perbolehkan siapa juga memasuki benteng!" Perintah perwira Yap dengan tegas dan semua perajurit mundur.


Setelah Ciang Kun seperti orang gila Itu, tertawa-tawa dan berteriak-teriak memang Perwira Yap yang merupakan komandan yang paling tinggi kedudukannya.


"Sudah beberapa lamanya aku memperhatikan keadaan komandan Ciang Kun. Aku sudah menaruh kecurigaan ketika para gadis dari aliran bumi dan langit itu dibiarkan masuk benteng. Ketika kalian memperkenalkan diri sebagai utusan Liu Tai yang hendak menghadap Ciang Kun, diam-diam aku memperhatikan. Ternyata terjadi seperti apa yang kami khawatirkan. Ciang Kun agaknya sudah terjebak oleh perkumpulan aliran yang penuh rahasia itu." jelas perwira Yap.


   .


"Ha...ha...ha...! kalian akan mampus semua kalau menentang Raja Iblis! ha...ha...ha....!" kembali terdengar racauan dari Ciang Kun.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih ini...


...Bersambung...


...   ...


   "

__ADS_1


__ADS_2