
Kalau hal ini dilakukan oleh San Bo adalah karena pemuda ini melihat betapa di situ hadir pula banyak murid wanita aliran ini dan hampir semua murid atas anggota wanita ini masih muda dan cantik, juga rata-rata bersikap genit.
Inilah yang mendorongnya untuk terjun ke dalam pertentangan itu, untuk menjual lagak dan memamerkan kepanda di depan para anggota aliran Bumi dan Langit terutama para anggota wanitanya.
Melihat muridnya maju tanpa perintahnya Kok Sian hanya mengerutkan alis akan tetapi tidak melarang karena dia pun ingin melihat muridnya berjasa.
Kok Sian melihat kalau aliran bumi dan Langit ini menjadi perkumpulan yang kuat dan kaya raya, maka amat baik untuk mendekati perkumpulan ini.
Melihat majunya tiga orang pemuda ini, seorang pemuda lain yang juga duduk sebagai tamu terhormat di atas panggung, hanya tersenyum, senyum mengejek. Dia adalah seorang pemuda tinggi kurus yang berwajah tampan dan berpakaian mewah.
Seorang pesolek yang berusia kurang lebih dua puluh tujuh tahun. Pemuda ini bernama Koan Tek, yang datang bersama ayahnya pula, yaitu Koan Bok, majikan Pulau Hiu yang terkenal sebagai datuk para bajak laut di sepanjang pantai Shantung. Koan Tek seorang pemuda pesolek yang mata keranjang.
Dia pun, seperti San Bo ingin memamerkan kepandaian dan membuat jasa di aliran Bumi dan Langit untuk menarik perhatian para anggauta perempuan perkumpulan itu. Akan tetapi Koan Tek memiliki watak yang angkuh.
Dia merasa bahwa ilmunya jauh lebih tinggi daripada tiga orang pemuda itu yang sudah menjadi kenalannya sejak lama. Dia tidak mau merendahkan diri dengan melakukan pengeroyokan.
Sementara itu, melihat tiga orang pemuda itu menghadapinya dengan sikap menantang, Hong Lan tersenyum mengejek.
"Apakah kalian berdua murid Lui Seng dan kalian juga anggota aliran Bumi dan Langit?" tanya Hong Lan yang penasaran.
"Benar sekali!" jawab Siok Boan tegas.
"Karena itu, kami mewakili ketua dan aliran Bumi dan Langit, untuk menghajarmu!" seru San Bo dengan geram.
"Bagaimana dengan kau? Apakah kau juga anggota aliran Bumi danBalll langit?" tanya Hong Lan yang jj bertanya kepada San Bo, dan laki-laki itu menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku adalah seorang tamu, murid dari Kok Sian yang menjadi tamu kehormatan. Sebagai seorang tamu yang baik, aku tidak dapat tinggal diam saja melihat tuan rumah dihina orang, namaku San Bo!" seru San Bo seraya menunjuk pada dirinya sendiri.uu
Ketika mengeluarkan kata-kata ini, pemuda kurus kering itu membusungkan dadanya yang kerempeng sambil mengerling ke arah tempat duduk para gadis anggota aliran Bumi dan yang manis-manis itu.
"Ha...ha...ha...! kalian ini seperti cucu-cucu muridku yang hendak melawan kakek guru. Nah, majulah, hendak kulihat sampai di mana kemajuan kepandaian cucu-cucuku!" seru Hong San sbil tertawa mengejek.
Mendengar ucapan itu, tiga orang pemuda itu menjadi marah bukan main. Mereka dianggap cucu-cucu murid, tidak ada penghinaan yang lebih hebat daripada itu, karena dipandang rendah sekali.
"Hong Lan manusia sombong, sambutlah serangan kami!" bentak Siok Boan yang mendahului Adi seperguruannya, menyerang dengan dahsyat sekali, menghantamkan kepalan tangan kanan ke arah kepala Hong Lan.
Adik seperguruannya Kian So, juga mengeluarkan bentakan dan menyerang pula dari samping kiri dengan ccngkeraman tangan kiri ke arah dada Hong Lan.
Menghadapi serangan dua orang ini Hong Lan mengelak dua kali dan pada saat itu, San Bo memekik dan kaki kanannya menendang. Kaki itu kurus hanya tulang dibungkus kulit, akan tetapi karena terlatih dan tendangan itu memang dahsyat, maka tidak boleh dipandang ringan. Hong Lan juga mengelak dengan miringkan tubuhnya.
Dia membiarkan tiga orang pengeroyoknya mengepung dan melancarkan serangan bertubi kepadanya. Semua serangan itu dengan mudah dapat dia gagalkan dengan elakan atau tangkisan.
Akan tetapi sesungguhnya tidak demikian. Tiga orang itu memiliki tingkat kepandaian yang jauh dibawah tingkat kepandaian Hong San. Kalau tadi dia mengejek bahwa mereka itu seperti cucu-cucu muridnya, ejekan ini bukan hanya kosong belaka.
Tingkat kepandaian Hong Lan memang sudah tinggi, sebanding dengan tingkat kepandaian mendiang Hong Cu, maka tingkat kepandaian tiga orang pemuda itu memang pantas menjadi cucu muridnya.
Kalau Hong Lan tidak cepat merobohkan tiga orang lawannya, hal itu bukan karena dia beriktikad baik atau menaruh hati kasihan kepada mereka, sama sekali tidak.
Hanya dia ingin mendatangkan kesan yang mendalam bahwa dia benar seorang pemimpin yang bukan saja mampu menundukkan anggautanya, juga mampu bersikap murah, seperti seorang guru besar terhadap muridnya.
Karena dia tidak menonjolkan diri, maka dalam penglihatan para murid aliran Bumi dan Langit yang tingkat kepandaiannya belum begitu tinggi, nampaknya Hong Lan terdesak terus oleh tiga orang itu tanpa mampu membalas serangan sehingga mulailah para anggota itu bersorak memberi semangat kepada dua orang kakak seperguruan mereka dan seorang tamu yang membela tuan rumah.
__ADS_1
Bahkan koan Tek, yang tingkat kepandaiannya sudah jauh melampaui tingkat dua orang murid Aliran Bumi dan Langit itu, tertipu pula. Dia menganggap bahwa kepandaian pemuda yang datang mengacau itu tidak berapa tinggi.
Akan tetapi mereka yang sudah tinggi tingkat kepandaiannya, seperti Mo Li, Lui Seng, koan Bok, Kok Sian dan masih ada beberapa orang lagi di pihak tamu undangan, diam-diam terkejut.
Mereka ini melihat betapa Hong San seolah-olah mempermainkan tiga orang pengeroyoknya, hanya mengelak atau menangkis dan sengaja tidak mau membalas! Dan yang membuat mereka terkejut adalah kecepatan gerakan pemuda itu.
Beberapa serangan para pengeroyok itu nampaknya pasti akan mengenai tubuhnya akan tetapi pada detik terakhir, dia menggerakkan tubuhnya dan serangan itu luput.
Tiga orang pengeroyok itu pun terkejut dan merasa penasaran sekali. Sudah jelas bahwa orang yang mereka keroyok itu tidak mampu membalas, nampak repot sekali mengelak dan menangkis, akan tetapi anehnya, tidak sebuah pun pukulan yang mengenai sasaran, bahkan menyentuh pun tidak mampu.
Mereka menjadi semakin penasaran dan menyerang semakin ganas dan cepat, seolah mereka bertiga itu berlumba untuk lebih dahulu merobohkan lawan yang mereka keroyok.
Akan tetapi, Hong aan yang sudah merasa cukup menahan serangan mereka, tiba-tiba menggerakkan tubuhnya dengan cepat sekali.
Dari kedua tangannya menyambar hawa pukulan yang amat kuat. Ketika dia ³ kedua lengannya dengan gerakan mendorong sambil mengeluarkan seruan keras, tubuh tiga orang pengeroyok itu terlempar dan terus terpelanting sampai ke bawah panggung.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih ini...
__ADS_1
...Bersambung...