
Tubuhnya mencelat ke atas dengan gerakan jurus ilmu silat Naga Siluman, yang mana tubuh itu tahu-tahu membalik dan menyerang ke arah lawan yang berdiri di sebelah kirinya.
Lawannya itu terkejut karena pada saat itu, yang mendapat giliran menyerang adalah temannya yang berada di kanan. Disangkanya bahwa tadi pemuda itu meloncat ke atas untuk mengelak.
Pada saat itu, cambuk di tangan salah seorang diantara mereka memang sudah meledak dan menyerang.
Tapi ujung cambuk itu dapat tertangkis pedang Hong Lan, sedangkan sulingnya tetap menyerang dengan hebatnya ke arah kepala lawan satunya.
Lawan Hong Lan itu tidak sempat menggerakkan senjatanya yang panjang, maka dia cepat pelempar tubuhnya ke samping untuk Menghindarkan serangan suling.
"Plakkkkk!"
Tetap saja suling itu sempat menghantam pangkal lengan kirinya dan dia pun roboh terbanting, lalu bergulingan dan ketika dia meloncat bangkit, dia merasa lengan kirinya nyeri bukan main dan sukar digerakkan.
Hong Lan juga sudah turun, dan pada saat itu, kembali cambuk dari Thio Kwan sudah menyambar ke arah kepalanya dengan amat cepat dan kuatnya. Seperti siasat yang berhasil tadi, Hong Lan menggunakan suling di tangan kirinya untuk menangkis, akan tetapi pada saat sulingnya dilibat ujung cambuk, sudah membalik dan secepat kilat menyerang lawannya kembali dengan pedangnya.
Pedang menyambar ke arah leher dengan tusukan yang dahsyat. Lawannya itu terkejut, karena tiba-tiba berhadapan dengan tusukan pedang yang mengarah tenggorokannya.
Dengan cepat dia menggeser tubuh ke samping dan pergelangan tangannya sudah siap menggerakkan cambuk. Sementara dia belum mampu menyerang karena lawan terlampau dekat.
Pada saat kaki Hong Lan menendang ke arah perutnya lawannya, lawannya itu berusaha mengelak lagi, namun tetap saja pahanya terkena tendangan yang cukup keras.
"Bukk....!"
Tubuhnya terpelanting dia cepat bergulingan agar tidak disusul serangan lawan yang amat tangguh itu setelah bergulingan lima meter lebih, baru dia meloncat bangun dengan muka berubah merah.
Akan tetapi, dia dan juga temannya sudah bersiap-siap lagi dan atas isyarat kawan lainnya, mereka mundur agak jauh dengan tetap mengepung dan tiba-tiba cambuk mereka meledak-ledak.
__ADS_1
Pada saat ini mereka menyerang berbareng kearah Hong Lan yang posisinya berada di tengah-tengah.
Hong Lan memutar pedangnya melindungi tubuhnya. Beberapa kali tiga batang cambuk yang menjadi keras oleh saluran tenaga sakti itu bertemu pedang dan membalik.
Namun dengan menyerangan jarak jauh seperti ini, Hong Lan kembali menjadi tertekan karena dia tidak mempunyai kesempatan sama sekali untuk membalas serangan lawan.
Pedang dan sulingnya tidak dapat mencapai tubuh lawan, sebaliknya tiga orang pengeroyoknya dapat menghujankan serangan dengan cambuk mereka yang panjang.
Gan Lok juga merasa penasaran bukan main. Tadi, dua orang diantara mereka telah merasakan hajaran dan masih terasa nyeri oleh kedua anak buahnya itu, dan sampai sekarang, cambuk mereka belum juga mampu mengenai tubuh lawan. Apalagi melukainya, merobek baju pun tidak pernah dapat.
Bahkan setelah mengurung dengan jarak jauh seperti itu, mereka tetap saja belum berhasil karena semua serangan ujung cambuk itu membalik begitu bertemu dengan pedang dan suling. Melihat ini tentu saja mereka bertiga menjadi makin marah dan penasaran.
Sementara itu sejak tadi Hok Cu mengikuti jalannya pertandingan dan diam-diam ia merasa semakin kagum kepada Hong Lan.
Melihat cara pemuda itu mempergunakan sepasang senjatanya, dan caranya menghadapi pengeroyokan tadi sehingga berhasil mempergunakan siasat dan menghajar dua orang pengeroyok, menunjukkan bahwa pemuda itu selain memiliki ilmu silat yang tinggi, juga memiliki kecerdikan.
Yang mengagumkan, dia bertanding dengan caping bergantung di punggung dan biarpun beberapa kali caping yang melindungi punggung itu tersentuh ujung cambuk, namun tidak rusak.
"Hm, caping itu pun bukan caping biasa, nielainkan merupakan perisai yang cukup kokoh." gumam Hok Cu.
Kembali Gan Lok memberi isyarat kepada dua orang temannya dan mereka agaknya hendak mengubah siasat penyerangan. Kini mereka, dalam jarak masih tetap agak jauh, mulai berlari mengitari Hong Lan. Pemuda ini maklum bahwa kalau dia ikut berputar-putar, maka dia akan menderita kerugian.
Kalau dia harus mengikuti dan mengimbangi mereka, dia akan dapat diserang kepeningan. Maka, melihat mereka itu lari-lari dan mengitari dirinya, dia berdiri tegak dengan kokoh, tidak bergerak, hanya kedua matanya dan dua telinganya saja dicurahkan utuk menghadapi segala kemungkinan.
Tiba-tiba tiga orang itu berhenti lari dan sekali tangan mereka bergerak tiga batang cambuk itu telah meluncur ke arah Hong San dan sekali ini sama sekali tidak mengeluarkan suara ledakan! Bagaikan tiga ekor ular panjang tiga batang cambuk itu menyambar.
Hal itu berhasil membuat Hong Lan terkejut. Jelas bahwa cambuk-cambuk itu tidak menyerang dengan kekerasan dan kalau dia berani menangkis tentu pedang dan sulingnya dapat rampas dengan belitan yang sukar dilepaskan lagi.
__ADS_1
Cambuk itu datang dari tiga jurusan, dari atas, tengah bawah, sama sekali tidak memberi jalan keluar baginya. Melihat betapa tiga batang cambuk itu semua menyambar lembut ke arah pinggangnya, tahulah dia bahwa tiga orang pengeroyoknya itu hendak menangkapnya dengan libatan cambuk mereka pada pinggangnya, dan tentu ia ingin membelenggu pula kedua lengannya.
Kalau dia mencoba mengelak, tentu satu di antara mereka tetap akan berhasil melibat pinggangnya dan yang lain mungkin melibat lengan-lengannya. Dia dapat akal. Diangkatnya kedua lengan pada saat ujung tiga batang cambuk itu menyambar dekat.
Dan benar saja, ujung tiga batang sabuk itu menyambar pinggangnya, bagaikan tiga ekor ular yang panjang.
Tapi Hong Lan yang amat cerdik itu memperlihatkan wajah terkejut. Tiga orang pengeroyoknya lalu cepat menarik cambuk masing-masing sehingga ujung cambuk-cambuk itu seperti diikat dengan kuat di pinggang Hong Lan.
Melihat pemuda itu memperlihatkan wajah kaget dan cemas, para lawannya merasa bahwa sekali ini mereka telah berhasil menguasai musuhnya dan mereka tertawa dengan girangnya.
"Ha....ha...ha..! hei pemuda sombong! Kau telah berada dalam kekuasaan kami, dan kini tak dapat melepaskan diri.Jika kami menghendaki, cambuk kami akan dapat menyayat pinggangmu sampai putus!" seru Gan Lok dengan mengulas senyum sinisnya.
Hong Lan juga dapat memperhitutungkan bahwa ucapan itu bukan gertakan kosong belaka. Kalau mereka melepas lilitan cambuk sambil menarik dengan tenaga dalam yang dipadukan maka ujung cambuk-cambuk itu akan merupakan pedang tajam yang menyayat pinggangnya dan belum tentu dia akan mampu mempertahankan diri.
Karena itu dia akan tewas, atau setidaknya, tentu akan menderita luka parah andaikata tenaga dalam dan kekebalannya mampu melindungi pinggangnya. Tapi ini adalah siasatnya yang telah matang dan dia pun tertawa pula.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1