Petualangan Pendekar Kecapi

Petualangan Pendekar Kecapi
Bab 278


__ADS_3

"Aih, maaf. Aku lupa kalau kalian bukan petugas negara. Apakah kalian akan lama tinggal di Lok-yang?" lanjut tanya Liu Tai.


Hok Cu menggelengkan kepalanya secara pelan-pelan.


"Ma'af tuan Liu tai,. Mungkin hari ini juga kami akan melanjutkan perjalanan." kata Hok Cu.


"Kalian berdua akan pergi ke manakah?" tanya Liu Tai yang penasaran.


"Kami bermaksud pergi ke Ceng touw." jawab Han Beng.


"Ke Ceng touw? Ah, kalau saja aku tidak terikat oleh tugasku mengawasi pembangunan istana Lok-yang ini, tentu aku sudah pergi ke Ceng-touw. Ada perkembangan yang amat gawat di sana!" seru Pembesar itu nampak terkejut mendengar ini, dan wajahnya berseri, pandang matanya penuh harap.


"Perkembangan yang amat gawat? Apa yang telah terjadi di sana?" tanya Hok Cu yang penasaran.


"Apakah kiranya kalian dapat membantu kami dalam hal ini," kata pembesar itu yang balik bertanya.


"Kalau kamu mampu maka akan kami bantu, tapi apa kiranya yang telah terjadi disana?" tanya Han Beng yang penasaran.


"Kalau kalian pergi ke Ceng-touw, tolonglah selidik kebenaran berita yang kami dengar tentang sebuah perkumpulan aliran baru yang kabarnya makin besar pengaruh dan kekuasaannya sehingga tidak saja perkumpulan itu menundukkan perkumpulan lain dan menguasai dunia persilatan, bahkan mereka mulai menanamkan pengaruh mereka kepada para pejabat setempat. Gerakan mereka di luar bukan urusanku, melainkan tugas para petugas keamanan untuk mengawasi mereka. Akan tetapi kalau mereka sudah menanamkan kuku mereka mencengkeram para pejabat, ini berbahaya sekali, dapat menyeret para pejabat ke dalam kesesatan dan harus dicegah." jelas Liu Tai.


"Liu Tai, perkumpulan aliran apakah itu?" tanya Hok Cu, jantungnya berdebar karena ia sudah dapat menduga. Perkumpulan aliran apalagi kalau bukan Aliran Bumi dan Langit yang menyembah Raja Iblis, perkumpulan yang dipimpin oleh Lui Seng Cu dan gurunya Mo Li.


"Perkumpulan bumi dan Langit yang berdasarkan aliran baru Bumi dan Langit dan berpusat di Ceng-touw." gumam Han Beng

__ADS_1


yang memandang dengan tajam, akan tetapi dia pun diam saja, dan dia hanya menyerahkan kepada Hok Cu untuk membicarakan urusan itu.


Dia tahu bahwa perkumpulan itu dipimpin oleh guru pertama gadis itu, seperti yang pernah diceritakan Hok Cu kepadanya.


"Jangan khawatir, tuan Liu Tai. Kami berdua akan menyelidiki dan kelak akan memberi laporan kepada Tuan Liu Tai." kata Hok Cu dengan sikap sungguh-sungguh.


"Terima kasih, pendekar. Legalah hatiku mendengar kesanggupan kalian. Tapi harap kalian berhati-hati, karena menurut keterangan yang saya peroleh, perkumpulan itu dipimpin oleh orang-orang yang amat lihai, dan rakyat sekitarnya menganggap perkumpulan itu sebagai perkumpulan aliran yang baik, mereka mempunyai sebuah kuil pula, dari banyak orang datang bersembahyang. Dilihat dari luar, mereka itu seperti orang-orang beribadat akan tetapi di balik semua itu, mereka merupakan gerombolan orang sesat yang amat berbahaya. Kalau sampai mereka dapat mencengkeram dan mempengaruhi, para pejabat, maka mereka merupakan bahaya besar karena dapat menghasut agar para pejabat itu memberontak terhadap pemerintah." jelas pembesar Liu Tai dengan wajah pembesar itu makin berseri karena kesanggupan kedua pendekar itu.


Han Beng dan Hok Cu mengangguk-anggukkan kepala mereka. Mereka berjanji akan berhati-hati dan kelak akan memberi laporan.


Kemudian, setelah menerima jamuan makan dari pembesar yang bijaksana itu, Han Beng dan Hok Cu melanjutkan perjalanan menuju Ceng-touw. Di tengah perjalanan, mereka membicarakan apa yang mereka dengar dari tuan Liu Tai tadi.


"Tak salah lagi, yang dimaksudkan Liu Tai tentulah perkumpulan penyembah Raja Iblis yang dipimpin oleh iblis busuk Lui Seng dan dibantu oleh Mo Li," kata Hok Cu yang sejak meninggalkan guru pertama itu tidak pernah lagi menyebut guru kepada Mo Li yang memang tidak dianggapnya sebagai guru lagi.


"Maksud kita berkunjung kepadanya hanya untuk bertanya tentang kematian orang tuamu, Hok Cu. Kita tidak perlu mencampuri urusan perkumpulan mereka, hanya menyelidiki saja bagaimana sesungguhnya pengaruh mereka terhadap para pejabat untuk kelak kita laporkan kepada Liu Tai," kata Han Beng.


"Hm, kau tidak tahu mereka itu orang-orang macam apa, Han Beng! Mereka itu jahat sekali. Untuk keperluan aliran mereka yang sesat, mereka itu tidak segan-segan untuk membunuhi muda-mudi, dan melakukan segala macam bentuk percabulan. Mengerikan sekali! kita harus berhati-hati. kalau perlu, bukan saja aku akan menyelidiki tentang kematian orang tuaku, akan tetapi juga aku siap untuk menghancurkan dan membasmi mereka!" seru Hok Cu dengan menggebu-gebu.


"Yang pasti kita tidak boleh lengah dan memandang rendah kekuatan lawan, Hok Cu. Sebaiknya sebelum kita berkunjung ke sana, lebih dulu kita menyampaikan surat kepada Ciang kun seperti yang dipesankan oleh Liu Tai." kata Han Beng.


Hok Cu menganggukkan kepalanya tanda setuju. Sebelum tadi berpisah dengan Liu Tai, pembesar itu menitipkan surat untuk pasukan keamanan di luar kota Ceng-touw dan minta kepada mereka untuk membicarakan aliran Bumi dan Langit dengan Ciang Kun.


Ciang Kun adalah seorang panglima yang usianya sudah lima puluh tahun dan sikapnya berwibawa. Dia termasuk seorang panglima yang setia dan jujur, yang membenci penyelewengan dan dia amat kagum kepada Liu Tai. Maka, ketika dia mendengar bahwa dua orang muda yang berkunjung ke bentengnya itu adalah utusan Liu Tai, dengan tergopoh-gopoh dia segera menyambut dan mempersilakan mereka duduk di ruangan dalam.

__ADS_1


Dia merasa agak heran juga melihat karena utusan pejabat tinggi yang dihormatinya itu adalah seorang pemudi dan seorang gadis muda, akan tetap setelah membaca surat Liu Tai, dia memandang kagum kepada mereka.


"Oh, rupanya kalia ini adalah pendekar besar dan hebat itu. Menurut surat dari tuan Liu Tai, kalau kalian akan membantu dalam penyelidikan terhadap aliran Bumi dan Langit. Memang perkumpulan itu amat mencurigakan, dan makin lama semakin kuat saja. Akan tetapi karena mereka tidak melakukan sesuatu yang melanggar hukum, kami pun tidak dapat bertindak apa-apa." kata Ciang Kun.


"Kalau menurut kalian perkumpulan itu melakukan kejahatan apakah?" tanya Ciang Kun yang penasaran.


Hok Cu diam-diam merasa heran. Panglima ini nampaknya gagah dan baik, akan tetapi mengapa begitu lengah.


"Bagaimana mungkin sebagai seorang panglima pasukan keamanan, sampai tidak dapat tahu apa yang dilakukan oleh perkumpulan seperti aliranBumi dan Langit itu?" gumam dalam hati Hok Cu yang sangat penasaran.


"Maaf, Ciang Kun. Tentu Ciang Kun lebih mengetahui daripada kami dan kami bahkan memerlukan keterangan yang sejelasnya dari Ciang Kun untuk bekal penyelidikan kami." kata Hok Cu dengan lembut, dan Han Beng mendengarkan dengan perasaan heran.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih ini...


...Bersambung...

__ADS_1


...   ...


__ADS_2