Petualangan Pendekar Kecapi

Petualangan Pendekar Kecapi
Bab 201


__ADS_3

Tentu saja timbul kekhawatiran di dalam hatinya kalau-kalau ada yang mengetahui bahwa gadis ini adalah puteri Yi Tiong yang dituduh memberontak.


Yi Hui mengangguk dan menoleh pada Han Beng dan pemuda itu nampak ragu untuk ikut masuk.


"Marilah, Kakak Beng." ajak Yi Hui seraya mengulas senyumnya.


Han Beng menganggukkan kepalanya seraya membalas senyuman Yi Hui yang tampak manis itu.


Mereka memasuki pekarangan rumah sete!ah menembus toko ke belakang, dan terlihat sekali kalau Sang Ciok yang sejak tadi merasa tidak senang dengan kehadiran Han Beng.


"Adik Hui, siapakah dia Ini?" tanya Sang Ciok yang menuding ke arah Han Beng.


"Dia ah, sebaiknya kalau kita bicarakan semua di dalam. Bagaimana, Paman?" kata Yi Hui yang meminta pendapat ayah Sang Ciok.


Sang Gu pun menganggukkan kepalanya.


"Baiklah memang seharusnya begitu. Mari kita masuk ke dalam saja. Kau juga anak muda," ajak Sang Gu kepada Han Beng.


Pemuda itu kembali bersikap ragu-ragu ketika mendengar pertanyaan tunangan Yi Hui tadi.


Tuan rumah membawa dua orang tamu muda itu ke ruangan dalam dan mereka disambut pula oleh isteri Sang Gu yang tentu saja merasa terkejut akan tetapi juga girang melihat betapa keponakan suaminya atau juga calon mantunya itu berada dalam keadaan selamat, walaupun seperti juga puteranya, wanita ini mengerutkan alisnya ketika melihat bahwa gadis calon mantunya itu datang bersama seorang pemuda yang tidak mereka kenal sama sekali.


"Paman Tang Gu dan Bibi, perkenankan saya lebih dulu memperkenalkan saudara ini. Dia bernama Han Beng, dan kakak inilah yang telah mengantar saya sampai ke sini. Kakak, mereka inilah keluarga Sang seperti yang saya ceritakan kepadamu. Ini adalah Paman Sang Gu dan isterinya, dan dia...dia adalah kakak Sang Ciok." kata Yi Hui yang memperkenalkan dan menjelaskan.


Han Beng bangkit berdiri dan menberi hormat kepada tiga orang itu yang disambut dengan dingin saja oleh mereka bertiga, terutama sekali oleh Sang Ciok dan ibunya. Dua orang ini tetap merasa tidak suka melihat gadis itu diantar oleh seorang pemuda asing dalam melakukan perjalanan yang demikian jauhnya.


"Nah, sekarang ceritakan apa yang telah terjadi dengan Ayahmu. Ketahuilah,Yi Hui. Baru-baru ini aku sendiri pergi ke kota raja berkunjung ke rumah keluargamu. Akan tetapi yang kudapat hanyalah berita yang mengejutkan itu. Aku mendengar pula bahwa kau lolos dan tidak ada seorang pun tahu ke mana kau pergi. Bagaimana kini tiba-tiba dapat muncul di sini?" jelas sekaligus tanya Sang Gu.


Kemudian Yi Hui bercerita tentang pertentangan antara keluarganya dengan perkumpulan pengemis sabuk merah, dan tentang fitnah yang dilontarkan oleh mereka kepada ayahnya sehingga ayahnya dituduh pemberontak.

__ADS_1


"Kalau tidak ada kakak Han Beng dan gurunya, kiranya saya pun tak mungkin dapat selamat. Bahkan Ayah dan paman juga diselamatkan oleh kakak Han Beng dan gurunya, akan tetapi mereka berdua tewas karena luka-luka mereka." jelas Yi Hui yang berhenti sejenak.


"Karena saya tidak mempunyai tempat tinggal lagi, tidak mempunyai keluarga, maka satu-satunya tujuan adalah datang kepada Paman dan kakak Han Beng demikian baiknya untuk mengantar saya sampai ke sini." sambung Yi Hui yang suaranya mengandung kedukaan, akan tetapi ia tidak lagi menangis.


Sejak melakukan perjalanan dengan Han Beng, ia banyak mendengar tentang isi kehidupan dan ia pun telah pandai mengubah sikap yang keliru.


"Hemmm, kau melakukan perjalanan sejauh itu, selama berhari-hari, berdua saja dengan pemuda ini, Yi Hui, Itu namanya tidak sopan dan tidak pantas!" isteri Sang Gu yang berkata dengan alis berkerut dan mulutnya meruncing tanda bahwa hatinya tidak senang.


"Benar, Bibi.Habis dengan siapa? kakak Han Beng ini penolong saya dan dia rela untuk mengantar......"


"Memang kurang pantas kalau seorang gadis melakukan perjalanan jauh yang berhari-hari lamanya bersama seorang pemuda bukan sanak keluarga," seru Sang Ciok yang memotong perkataan Yi Hui.


Mendengar ucapan calon ibu mertua dan calon suami itu, Yi Hui tidak mau membantah, hanya menundukkan mukanya dengan alis berkerut.


"Sudahlah! Biarpun tidak pantas, akan tetapi kalau keadaan memaksa, mau bagaimana lagi? Apakah kalian menganggap bahwa lebih baik Yi Hui melakukan perjalanan seorang diri? Lebih tidak pantas lagi, juga tidak aman," kata Sang Gu yang mencoba menengahi.


"Yi Hui, syukurlah kalau kau selamat. Tidak perlu kau bersedih. Tinggallah di sini dan setengah tahun kemudian, pernikahan antara kau dan Sang Ciok akan kami rayakan di sini." kata Sang Gu yang menatap Yi Hui.


"Hm...!"


Yi Hui hanya mengulas senyumnya saja.


"Jaman sekarang ini memang kita tidak boleh percaya kepada sembarang orang, Adik Hui. Lihat saja tadi, Gan Lok. Namanya saja besar, akan tetapi dia bukan lain hanyalah seorang pemeras. Untung ada aku! Benarkah kau tidak menemui halangan sesuatu ketika kau pergi meninggalkan kota raja kesini, adik Hui. Tidak ada yang berbuat jahat kepadamu?" sambil kaya Sang Ciok yang sekaligus bertanya.


Yi Hui memandang kepada tunangannya, dan menggeleng kepala.


 "Tidak terjadi apa-apa kakak Ciok!"" ucap Yi Hui seraya menghela napas


"Benarkah? Tidak ada misalnya laki-laki yang mengganggu dan menggodamu?" tanya Sang Ciok melirik ke arah Han Beng.

__ADS_1


"Kau seorang gadis muda yang cantik menarik, Adik Hui. Aku tidak akan merasa heran kalau banyak pria akan tergila-gila kepadamu dan mencoba untuk berbuat kurang ajar kepadamu!" lanjut kata Sang Ciok yang menatap Yi Hui.


Yi Hui maklum bahwa tunangannya itu diam-diam secara tidak langsung merasa cemburu kepada Han Beng. la mengerutkan alisnya dan kini mengangkat muka memandang tajam kepada Sang Ciok.


"Kakak Ciok! Apakah kau menuduh aku berbuat yang tidak-tidak, melakukan hal yang tidak sopan dan tidak tahu malu dalam perjalananku ke sini?" tanya Yi Hui yang mengajukan pertanyaan ini dengan pandang mata tajam dan suara meninggi.


"Aih, tentu saja tidak adik Hui. Tentu saja kau tidak melakukan sesuatu yang tidak baik. Akan tetapi, biasanya laki-laki yang suka kurang ajar kepada wanita. Dan kau melakukan perjalanan berhari-hari bersama seorang laki-laki asing............." jawab Sang Ciok yang langsung dipotong oleh Yi Hui.


 "Kakak Han Beng adalah seorang pendekar sejati! Dia adalah murid dari Hua Li si pendekar kecapi dan Kwe Ong si Raja pengemis. Sedikit. pun dia tidak pernah memperlihatkan sikap yang buruk kepadaku!" seru Yi Hua yang menjelaskan.


"Hm, seorang pendekar sejati, ya?" tanya Sang Ciok yang memandang kepada Han Beng dengan mata dipicingkan


.


"Sang Ciok....!" seru Sang Gu yang membentak puteranya.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...


... ...

__ADS_1


... ...


__ADS_2