
Semua orang terkejut karena suara itu mengandung getaran kuat dan mereka semua menengok ke arah suara itu. Kiranya seorang kakek telah berdiri diatas wuwungan sehingga nampak oleh mereka semua.
Para anggota perkumpulan pengemis sabuk merah yang lama tentu saja mengenal Kwe Ong dan mereka memang tadinya sudah merasa terheran-heran mendengar akan kunjungan Kwe Ong yang agaknya menentang kebijaksanaan ketua mereka. Padahal dahulu Kwe Ong adalah sahabat baik ketua mereka.
Kwe Ong berdiri di atas wuwungan itu dan kini dia memandang kepada ketua Sin Kai palsu yang nampak sangat marah.
"Jangan dengarkan gembel tua busuk itu!" teriak Sin Kai palsu kepada anak buahnya.
"Bunuh pemuda sombong ini, dan bunuh pula Kwe Ong yang jelas ingin memusuhi kita!" lanjut teriak Sin Kai palsu.
Mendengar ini, para pengemis sudah menggerakkan senjata lagi hendak melanjutkan pertempuran.
"Tahan dulu dan biarkan aku bicara!" seru Kwe Ong yang suaranya mengatasi suara gaduh para pengemis itu.
"Saudara-saudaraku para anggota perkumpulan pengemis sabuk merah, tentu kalian merasa betapa dalam setahun ini telah terjadi perubahan besar dalam sikap ketua kalian! Dengarlah baik-baik dan lihat dengan betul-betul bahwa ketua kalian ini adalah seorang ketua palsu!" lanjut teriak Kwe Ong yang membuat para anggota Perkumpulan pengemis sabuk merah itu saling pandang dan mengernyitkan kedua alis mereka.
"Hah! Apa benar yang dia katakan?"
"Kalau ketua kita ini palsu, dimana ketua asli kita?"
Terdengar dengan riuh suara-suara para anggota perkumpulan pengemis sabuk merah yang sebagian mempercayai ucapan Kwe Ong.
"Dia...! sama sekali bukan Setan tua Sin Kai! Dia adalah orang luar yang menyamar menjadi ketua kalian dan menyeret kalian ke jalan jahat!" teriak Kwe Ong seraya menunjuk ke arah Sin Kai yang palsu itu.
Tentu saja ucapan ini disambut dengan seruan-seruan kaget, heran tidak percaya. Para pengemis itu memandang kepada ketua mereka dan tak seorang pun di antara mereka meragukan bahwa ketua mereka itu masih tetap Sin Kai.
"Bohong...!" teriak ketua Sin Kai palsu itu.
"Dia bohong! Aku adalah Sin Kai ketua perkumpulan pengemis sabuk merah!'
"Bohong....! Bohong...!" teriak pula para pembantu ketua itu dan banyak mulut anak buah perkumpulan itu pun berteriak bohong karena mereka sama kali tidak melihat kelainan pada ketua mereka.
__ADS_1
"Aku tidak bohong! Dia bukan sahabatku Setan Tua Sin Kai, akan tetapi ia adalah Lam San seorang pendekar aliran hitam dari selatan!" jelas Kwe Ong dengan berteriak dan teriakan ini membuat semua orang tertegun.
Sin Kai palsu saat ini terkejut bukan Main, bahkan dia tidak dapat mencegah wajahnya yang berubah pucat dengan cepat dia memutar tongkatnya.
"Bohong! Gembel busuk itu menyebar fitnah, dia bohong besar!" seru Sin Kai palsu yang sekali meloncat tubuhnya telah mencelat ke atas wuwungan dan dengan beringas dia menyerang Kwe Ong dengan tongkatnya.
"Dukk...!"
Sebatang tongkat lain menangkisnya dan tiba-tiba saja di atas wuwungan itu, di dekat Sin Kai palsu, berdiri seorang kakek lain yang bukan lain adalah Sin Kai yang asli.
"Ketua Sin Kai ada dua...!"
Semua orang mengeluarkan seruan kaget melihat munculnya seorang kakek lain yang wajah dan tubuhnya persis sekali dengan ketua mereka.
Hanya bedanya, kalau ketua mereka mengenakan pakaian tambal tambalan yang bersih dan indah, sebaliknya kakek yang baru muncul itu pakaiannya compang-camping dan butut, juga rambut brewoknya tidak terawat, berbeda dengan rambut dan brewok ketua mereka yang mengkilat oleh minyak.
Tangkisan itu membuat ketua Sin Kai palsu itu loncat turun lagi dari atas genteng, sedangkan Kwe Ong dan Sin Kai yang Asli masih berdiri atas genteng.
"Saudara-saudara sekalian, harap kalian mundur dan biarlah kami yang akan menangkap penjahat-penjahat ini!" terdengar suara Sin Kai yang asli dan kini para anggota perkumpulan pengemis sabuk merah menjadi semakin ragu.
Suara kakek yang baru muncul itu memang suara khas dari ketua mereka yang dahulu dan mereka kemudian mundur membentuk lingkaran besar.
Yang tidak mundur hanyalah ketua Sin Kai palsu dan lima belas orang pembantunya, juga Han Beng yang masih berdiri di situ, kagum melihat sepak terjang gurunya yang ternyata telah berhasil membebaskan ketua Sin Kai yang asli.
Saat ini Sin Kai yang Asli dan Kwe Ong melayang turun dari atas genteng dan dengan ringan hinggap di atas tanah, s3mentara itu Han Beng segera bergabung dengan mereka.
Melihat rahasianya telah terbuka, diam-diam Lam San menjadi menyesal dan juga baru dia tahu bahwa sikap pemuda yang mengamuk tadi merupakan siasat untuk memancing dia dan semua pembantunya keluar, sementara itu, Kwe Ong menyelinap ke bawah tanah dan membebaskan Sin Kai yang Asli dan para pembantunya.
Karena rahasianya telah bocor dan dia merasa terdesak ke sudut, Lam San menjadi marah dan nekat.
"Bunuh mereka.....!" teriaknya kepada lima belas orang pembantunya.
__ADS_1
Akan tetapi pada saat itu, dari atas genteng berlompatan sembilan orang pengemis yang pakaiannya compang-camping. Mereka ini adalah para pembantu Sin Kai yang asli, yang sudah dibebaskan pula oleh Kwe ong.
"Sahabatku Setan tua Sin Kai dan para pembantumu, basmi saja anak buah penjahat itu. Serahkan Macan Terbang ini kepada muridku dan aku!" seru Kwe Ong,
"Baiklah sahabat ku, akan tetapi sebaiknya jangan bunuh dia. Ingin aku menyerahkan dia kepada pejabat Phoa sahabatku dan pejabat yang jujur dan adil di kota raja ini!" jawab Sin Kai
"Han Beng, tangkap ketua palsu itu!"perintah Kwe Ong.
Mendengar perintah gurunya, Han Reng lalu maju menyambut Lam Aan yang sudah memutar tongkat ularnya.
Terjadilah perkelahian yang seru antara mereka. Kini barulah Han Beng mencurahkan seluruh kepandaian dan perhatiannya kepada ketua palsu ini sehingga lambat laun dia mulai mendesak ketua palsu itu yang selalu main mundur.
Sementara itu, Sin Kai yang aseli dibantu sembilan orang pembantunya, dengan mudah saja membabat lima belas orang pembantu penjahat sehingga mereka roboh malang melintang terkena hantaman tongkat-tongkat para pimpinan perkumpulan pengemis sabuk merah yang aseli.
Jika yang dulu sin Kai yang Asli itu sampai dapat ditawan adalah karena dia diserang secara tiba-tiba oleh Lam San yang menjadi tamunya, lalu dikeroyok pula.
Setelah dia ditawan, tentu saja para pembantunya dengan mudah dan dia tangkap.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
... v...
__ADS_1