
"Huh...!"
Mo Li mendengus dan mencibir. Kiranya hanya sekian saja kelihaian orang yang disebut ketua Pengemis itu.
Dengan masih memondong tubuh Hok Cu yang kini juga berada di punggungnya digendong seperti halnya Kian Beng dipapah Hua Li, wanita ini mengerahkan tenaga dan lari mengejar, karena Hua Li sudah melarikan diri sambil memapah Kian Beng menjauhi tempat itu.
Pada saat Mo Li melompati tubuh Kwe Ong, tiba-tiba ia mengeluarkan seruan kaget dan hampir saja ia jatuh terguling karena tiba-tiba sebatang tongkat butut telah menjegal kakinya dan ketika ia meloncat untuk menghindar, ujung tongkat itu menotok kearah kedua lututnya, dan yang ke tiga kalinya menotok lebih keatas lagi ke daerah sensitifnya.
Tentu saja iblis betina itu mengeluarkan suara kaget dan nyeri, namun ia memang lihai bukan main. Tubuhnya yang meloncat lebih tinggi lagi, lalu menukik dan kepalanya ke bawah, pedangnya diputar untuk menyerang Kwe Ong yang ternyata tadi hanya pura-pura jatuh.
Ketua pengemis itu bergulingan dan meloncat berdiri sambil menyeringai lebar bahkan dia menjulur lidahnya kepada Mo Li seperti ejekan seorang anak kecil.
"Ha...ha....ha....! Mo Li, apa kau kira aku begitu mudah jatuh oleh jarum-jarummu yang kotor itu!" seru Kwe Ong yang kemudian mengebutkan bajunya dan beberapa batang jarum runtuh ke atas tanah.
"Kurang ajar!" umpat Mo Li.
"Ho...ho....! lain kali kirimilah aku jarum-jarum yang bersih untuk menjahit dan menambal pakaianku, Mo Li sayang!" seru Kwe Ong yang dengan nada menggoda Mo Li yang sengaja mengejek dan menggoda untuk memancing kemarahan Iblis Betina Selaksa Racun itu, dan dia berhasil mengalihkan perhatian iblis betina itu sehingga tidak dapat mengejar Hua Li yang sudah berlari jauh.
Wanita itu marah sekali, dan menatap Kwe Ong dengan tajam.
"Ketua pengemis! Selama ini, diantara kita tidak ada urusan dan kita tidak saling mengganggu. Akan tetapi sekarang, agaknya engkau mencari mampus!" seru Mo Li yang kemudian menggerakkan pedang dan kipasnya, melakukan serangan dengan dahsyat.
Kebutan kipasnya mengandung angina dan pedangnya membentuk gulungan sinar yang mengeluarkan bau amis dan harum aneh karena mengandung racun yang amat jahat.
"Heiiiiiiiit..."!" Dengan gerakana lucu Kwe Ong mengelak sambil menggerakkan tongkat bututnya.
"Tok...tokk....tokk...!"
Berulang kali tongkat butut itu, dengan gerakan yang aneh dan lucu, dapat menangkis kipas dan pedang.
__ADS_1
Gerakan Kwe Ong memang aneh sekali, dan kadang-kadang kelihatan kaku dan tidak teratur, namun setiap kali tubuhnya terancam pedang atau gagang kipas, selalu tongkat itu sudah datang menolongnya dan menangkis senjata lawan dengan amat kuatnya mengandung tenaga yang dahsyat sehingga Mo Li merasa tangannya begetar dengan hebat sehingga membuat Mo Li sangat terkejut.
Mo Li sudah banyak mendengar tentang kelihaian Ketua Pengemis ini, akan tetapi baru sekarang ia mengadu kepandaian. Kwe Ong adalah seorang ahli permaianan tongkat yang beraneka macam.
Kwe Ong kelihatan seperti orang mabuk mengobat-abit tongkat secara ngawur, akan tetapi hebatnya, kemana pun pedang dan kipas Mo Li menyambar, selalu kedua senjata itu bertemu dengan ujung tongkat yang menangkis dengan kuatnya.
Dan serangan balasan dari ujung tongkat yang lain menyambar secara tidak terduga-dua sehingga beberapa kali Mo Li terkejut dan terpaksa harus meloncat tinggi ke belakang untuk menghindarkan diri.
Setelah mereka bertanding selama belasan jurus, tahulah Mo Li bahwa tingkat kepandaian lawannya ini memang tinggi dan tidak boleh dibuat main-main. Setidaknya, tingkat Raja Pengemis ini tidak berada dibawahnya, dan dalam keadaan menggendong Hok Cu, sungguh tidak mudah bagi Mo Li untuk mengalahkan Kwe Ong.
"Ha...ha...ha..! kiranya selain makin cantik, engkau pun semakin lihai saja! Akan tetapi, bocah di punggungmu itu mengganggu gerakanmu. Bagaimana kalau bocah itu kau titipkan dulu kepadaku? Biarlah aku yang mengendong dan melawanmu. Kalau begitu baru seru. Dan aku pun tidak menolak kalau menjadi guru anak perempuan itu!" seru Kwe Ong.
"Ketua pengemis! hari ini aku tidak sempat melayanimu, biarlah lain hari aku ingin menguji sampai dimana kepandaianmu. Hendak kulihat apakah kau mempunyai tiga buah kepala!" seru Mo Li yang mbentak, seraya menuding pedangnya kepada pengemis tua itu.
"Ha...ha...ha...!" suara tawa Kwe Ong meraba-raba muka dan kepalanya dengan gaya lucu mempermainkan.
"Dasar keparat!"
Wanita itu memaki dan kedua tangannya bergerak cepat. Berhamburanlah jarum dan paku kearah tubuh Kwe Ong dengan puluhan batang banyaknya.
Kwe Ong tidak berani main-main lagi menghadapi serangan senjata rahasia dari seorang iblis betina selaksa Racun itu.
Dengan repot ya Kwe Ong memutar tongkat bututnya itu dan berloncatan ke sana-sini untuk menghindarkan diri dari serangan senjata-senjata rahasia kecil yang amat berbahaya karena kesemuanya mengandung racun yang mematikan itu. dan ketika dia berhenti bergerak lalu mengangkat muka memandang, ternyata wanita itu telah lenyap.
Kwe Ong menghentikan senyumnya dan dia menarik napas panjang.
"Cuih! Sungguh berbahaya sekali wanita itu!" seru Kwe Ong yang kemudian meninggalkan tempat itu yang kini menjadi sunyi kembali karena para tokoh dunia persilatan sudah sejak tadi pergi meninggalkan tempat itu.
Tempat di tepi Sungai Kuning itu kembali sunyi seperti sebelum terganggu oleh kehadiran banyak tokoh dunia persilatan tadi. Dan matahari sudah naik tinggi.
__ADS_1
...****...
Sementara itu di tepi kota Ceng Touw, terdapat sebuah gedung yang besar dan Indah, juga dalamnya terdapat perabot rumah yang serba mahal. Akan tetapi rumah itu jauh dari tetangga dan mempunyai kebun yang luas di sekelilingnya.
Rumah itu terkenal oleh semua penduduk sebagai rumah Tuan Tang, dimana hanya ada seorang wanita yang tinggal bersama putranya yang bernama Tang Yuan.
Yang membuat orang segan dan menjauhi rumah itu adalah karena keluarga Tang yang hanya terdiri dari ibu dan anak serta belasan orang pelayan laki-laki itu terkenal sebagai keluarga yang memiliki ilmu kepandaian silat yang cukup tinggi.
Bahkan mereka itu ringan tangan, sedikit-sedikit memukul orang, bahkan kalau ada yang berani melawan, tentu akan tewas dalam keadaan mengerikan.
Bagi orang di ia persilatan, keluarga itu terutama ibunya, lebih dikenal lagi karena kekejamannya, nyonya rumah itu bukan lain adalah Mo Li
Mo Li adalah seorang janda yang mempunyai seorang saja anak, seorang anak laki-laki yang diberi nama Tang Yuan. Dan ternyata dia mempunyai seorang kekasih yaitu seorang pemuda yang bernama Sim Wu.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1