
"Aku pun bukan seorang tamu yang suka menghina tuan rumah yang telah Menerimaku dengan baik. Pernyataanku ini sejujurnya, bukan berarti aku takut menghadapi apa dan siapa pun." kata Hok Cu.
Wajah Hong Lan menjadi agak kemerahan mendengar ucapan gadis itu. Akan tetapi, karena memang kenyataannya demikian, dia pun hanya tersenyum.
"Nona memang tidak ada sangkutannya dengan keinginanku menguji kepandaian para pimpinan pejuang. Paman Gan Lok, jangan khawatir, tidak akan ada yang menuduhmu tuan rumah yang mencelakai tamunya, karena tongkatmu itu sama sekali tidak akan mampu melukai aku, apalagi Menjatuhkan aku. Majulah dan buktikan sendiri!" seru Hong Lan.
"Bagus, Hong Lan, lihat tongkatku!" bentak Gan Lok yang memang wataknya angkuh dan keras itu.
"Wuuut.....wuuut....!"
Tongkat yang diputar-putar seperti payung itu kini menjadi sinar bergulung-gulung dan tiba-tiba mencuat ke arah Hong San dengan kecepatan kilat dan terdengar suara mengaung tanda bahwa tongkat itu memang berat dan berbahaya sekali.
Biarpun sikapnya memandang rendah kepada lawan, namun Hong Lan yang cerdik sekali itu sama sekali tidak memandang rendah, bahkan dia bersikap hati-hati dan tenang.
Sikapnya memandang rendah tadi hanya merupakan pancingan agar dapat memperoleh jalan memperlihatkan kepandaiannya dan menundukkan para pimpinan persekutuan itu.
"Tranggggg.........!"
Bunga api berpijar ketika ujung tongkat bertemu pedang. Dalam pertempuran tenaga ini, Hong San sengaja hendak mengukur sampai dimana kekuatan lawan, maka dia hanya mengerahkan tiga perempat tenaganya saja.
Akibat benturan tenaga melalui senjata mereka, keduanya terhuyung kebelakang. Melihat kenyataan ini, Gan Lok terkejut sekali. Dia telah menyerahkan semua tenaganya, namun ketika pemuda itu menangkis, dia sampai terhuyung dan telapak tangannya terasa panas.
Walupun pemuda itu juga terhuyung, namun hal ini sudah membuktikan bahwa pemuda itu memang memiliki tenaga yang sama kuatnya dengan dia. di lain pihak, Hong Lan tersenyum dan merasa girang. Dia tahu bahwa tenaganya lebih kuat.
Kembali Gan lok menyerang, sekali ini menggerakkan tongkatnya dengan cepat dan dia memainkan ilmu tongkatnya yang kabarnya merupakan ilmu tongkat yang hebat.
Namun diam-diam Hong Lan harus mengakui bahwa memang tongkat ditangan Si Gendut Pendek itu berbahaya sekali. Ilmu tongkat yang dimainkann amat tangguh, mempunyai gerakan yang kuat dan cepat.
Bagaimanapun juga, karena tingkat kepandaiannya lebih tinggi dengan mudahnya dia mampu menghindarkan semua serangan tongkat, bahkan melakukan pembalasan dengan pedang diseling oleh totokan-totokan suling di tangan kiri.
__ADS_1
Yang merasa terkejut sekali adalah Gan Lok. Setelah bertanding selama dua puluh lima jurus belum juga dia mampu mengalahkan lawannya. Apalagi kini dia merasakan betapa setiap kali tongkatnya bertemu pedang, tangannya tergetar semakin keras beberapa kali hampir saja ujung sulingberhasil menotok jalan darahnya sehingga dia terpaksa melempar tubuh kebelakang untuk menyelamatkan diri.
Napasnya sudah mulai memburu. Maklum, usianya yang sudah enam puluh empat tahun itu tentu saja tidak dapat disamakan dengan daya tahannya dua tiga puluh thun yang lampau.
Sedangkan lawannya Ialah seorang yang masih muda belia, maka jelaslah kalau mengandalkan daya tahan dan pernapasan, dia akan kalah!
"Singggggg ......... brettt........... !"
Gan Lok sangat terkejut bukan main dan dia terhuyung. Ujung bajunya terpotong oleh sambaran pedang.
Dalam keadaan terhuyung, dia masih dapat mengerakkan tongkatnya menyerang dengan
sambaran ke arah kepala lawan, serangan yang juga dimaksudkan agar lawan tidak dapat mendesak dia yang sedang terhuyung.
Akan tetapi, Hong Lan sudah menyelipkan suling di ikat pinggangnya dan dengan tangan kirinya, dia menyambut tongkat yang gerakannya tidak begitu kuat lagi.
Dia berhasil menarik menangkap ujung tongkat, ditariknya dengan pengerahan tenaga sehingga pemilik tongkat itu ikut tertarik. Kalau Hong Lan menghendaki, dalam keadaan seperti itu, sekali menggerakkan pedangnya tentu dia akan dapat merobohkan lawan bahkan membunuhnya seketika, tetapi dia terlalu cerdik untuk berbuat seceroboh itu.
"Desssss....!"
Tubuh wakil ketua terlempar dan tongkatnya berpindah tangan.
Wakil ketua itu meringis dan merangkak, berusaha utuk bangun. Melihat ini Gan Lok menjadi marah sekali. Wakilnya dirobohkan tamu, tanpa alasan dia merasa terhina dan dia pun sudah bangkit berdiri.
"Orang muda Hong Lan, kau sungguh keterlaluan. Karena tamu sudah melakukan pelanggaran, aku sebagai tuan rumah terpaksa harus memberi hajaran!" seru Gan Lo yang sudah melolos senjatanya yang ampuh, yaitu sebatang golok yang gagangnya dipasangi rantai besi yang panjangnya ada dua meter, rantai yang tadinya melilit pinggangnya, karena dia pandai mempergunakan senjata rahasia pisau terbang yang bentuknya seperti 4 ekor burung dan berwarna merah.
Pisau-pisau itu disimpan di sabuk dan dapat pergunakan setiap sambitan pisau terbang dari ketua ini tidak pernah tidak mengenai sasaran.
Hong Lan sudah siap menghadapi lawan ke dua yang dia tahu tentu lebih kuat itu. Akan tetapi, sebelum Gan Lok menghampiri lawan yang berdiri di tengah ruangan, tiba-tiba muncul dua orang diambang pintu.
__ADS_1
"Tidak perlu ketua Gan sendiri yang turun tangan. Biarkan kami memberi hajaran kepada bocah sombong yang masih berhutang pukulan kepada kami!" seru salah satu dari dua orang itu.
"Baik, Sam Houw, kalau kalian hendak mewakili aku menghajar bocah kurang ajar ini, silakan!" seru Gan Lok yang duduk kembali.
Hong Lan menengok dan melihat dua orang berpakaian kuning yang pernah ditemuinya di rumah makan Ho-tin dan dia pun tersenyum.
"Wah, kiranya dua ekor lalat dari rumah makan telah terbang pula ke sini! He...he...he..!" seru Hong Lan dengan terkekeh.
Mendengar ini, terdengar suara ledakan-ledakan cambuk dan tiga orang telah mencabut senjata cambuk mereka dan mereka kini menghadapi Hong Lan. Mereka adalah Sam Houw, dua orang jagoan yang biasa menjadi anak buah sewaan dari Can Jin. Seorang di antara mereka, membentak marah.
"Orang muda yang sombong! Di rumah makan kau telah menghina kami dan sekarang kau berani membuat kacau sini? kau sungguh sudah bosan hidup!" kata salah seorang itu dengan suara lantang.
"Hemmm, perlu dibuktikan dulu siapa yang sombong dan siapa yang menghina orang. Di rumah makan, kalian sudah memperlihatkan tingkah sombong dan kurang ajar terhadap Nona Hok yang duduk di sana itu! Dan sekarang mendengar
nama julukanmu, kembali kalian bersikap sombong terhadap Ketua Gan. Kalian berani menggunakan julukan Serigala Emas. Nah, siapa yang sombong sekarang? Akan tetapi tidak mengapalah. Kalau kalian hendak bertiga mengeroyok aku, aku pun tidak gentar sama sekali!" seru Hong Lan.
Semua orang terkejut, kecuali Hok Cu tentu saja. Semua orang tahu siapa adanya Serigala Emas dari Siong-ini.
Mereka adalah jagoan yang lihai, yang menjadi orang-orang kepercayaan Cang Jin kepala daerah Siog-an. Tiga orang jagoan inilah yang menjadi utusan Cang Tai-jin kalau mengadakan hubungan dengan persekutuan mereka.
Serigala Emas ini diutus oleh Cang Jin untuk mencari keterangan kesitu ketika tadi mendengar bahwa usaha mereka untuk merampok Liu Tai itu mengalami kegagalan.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...