Petualangan Pendekar Kecapi

Petualangan Pendekar Kecapi
Bab 48


__ADS_3

"Akan tetapi, milik siapakah harta karun itu?" tanya Yauw Lie selanjutnya.


 "Harta karun itu berasal dari harta Kerajaan Sung yang dicuri dan disembunyikan oleh seorang Menteri pejabat yang jahat dan korup. pejabat itu dibinasakan oleh Panglima Kerajaan Sung, yaitu Panglima Liu Bok dan peta itu terjatuh ke tangannya. Setelah Kerajaan Sung jatuh, maka mendiang Panglima Liu Bok meninggalkan pesan kepada kakak Ceng untuk mencari harta pusaka itu. Nah, ketika itu aku membantu kakak Ceng, dibantu pula oleh Nona Hua si pendekar kecapi." jelas Liu Hong.


Dan Yauw Lie menyimak dengan seksama cerita pemuda dihadapannya itu.


 


 Liu Hong lalu melanjutkan ceritanya sampai ditemukannya peti harta karun oleh Panglima Lim Bao yang menangkap mereka bertiga dan betapa peti itu kosong. Pencurinya meninggalkan ukiran Ular kobra di dasar peti.


 "Nah, begitulah ceritanya, Nona. Maka sekarang Kakak Ceng dan aku bertekad untuk menyelidiki ke perguruan Ular kobra untuk mencari pencuri itu dan berusaha mendapatkan kembali harta karun untuk diserahkan kepada mereka yang berhak, yaitu para pejuang yang berusaha membasmi penjajah Mongol. Sekarang setelah engkau mendengar cerita ini, maukah anda membantu kami berdua untuk mencari harta karun itu?" jelas sekaligus tanya Liu Hong pada Yauw Lie.


Gadis itu mengalihkan pandangan matanya kepada Liu Tek dan yang lainnya.


"Tentu saja aku bersedia, kakak Hong." jawab Yauw Lie dengan mengulas senyum tipis.


 "Ayah dan Ibu tentu setuju, bukan? Kalau Nona Yauw mau membantu kami, selain keadaan kami menjadi lebih kuat, juga lebih besar kemungkinan kami akan berhasil mendapatkan kembali harta karun itu," kata Liu Hong yang lalu bangkit dari duduknya.


"Perjalanan kalian berdua ke perguruan Ular Kobra untuk mencari harta karun itu bukan pekerjaan ringan. Kukira banyak tokoh persilatan yang mendengar akan harta karun itu akan berdatangan dan memperebutkannya. Apalagi seperti telah kuberitahukan kepadamu, di perguruan Ular Kobra banyak terdapat tokoh yang sesat dan memiliki ilmu kepandaian tinggi. Oleh karena itu, Yauw Lie ini baru ada gunanya menemani kalian berdua kalau dia memiliki ilmu kepandaian yang dapat diandalkan. Untuk mengetahui kekuatannya, perlu diuji dulu. Nah, Yauw Lie, bersediakah anda kami uji kemampuanmu?" tanya Ban Tok yang menatap Yauw Lie dengan mengulas senyumnya.


Yauw Lie pun memberi hormat kepada Ban tok.


"Bibi, saya adalah seorang yang bodoh, akan tetapi saya akan merasa sangat bahagia kalau sedikit kepandaian yang saya miliki ini dapat saya pergunakan untuk membantu kakak Ceng dan kakak Hing menemukan harta karun itu. Tentu saja saya tidak keberatan kalau akan diuji, hanya saya mohon Bibi agar mengasihani dan bertindak lunak terhadap diri saya." ucap Yauw Lie dengan ramah.


Ban tok tersenyum mendengar ucapan yang merendah itu, menandakan bahwa gadis ini memang sangat rendah hati dan periang.


"Kami ingin melihat kelihaian jurus silatmu, maka biarlah Liu Hong yang menguji ilmu silat tangan kosong, kemudian Liu Ceng yang akan menguji ilmu pedang. Bagaimana Yauw Lie, apa kamu siap?" saran sekaligus tanya Ban Tek.


"Saya siap Bibi." balas Yauw Lie.


"Kalau begitu ayo kita ke ruangan latihan!" seru Liu Tek dan semuanya menganggukkan kepala, kemudian mereka pergi menuju ke ruangan tempat latihan yang lumayan luas.

__ADS_1


"Liu Hong, bersiaplah dengan jurus tangan kosong. Dan Yauw Liu jangan bersikap sungkan, pergunakan seluruh kemampuanmu untuk mengalahkan dia!" seru Ban tok agaknya sudah melihat muridnya itu agaknya tertarik dan suka kepada Yauw Liu maka dia menyarankan untuk menguji dengan kesungguhan hati.


"Baik, guru. Mari saudari Yauw!" seru Liu Hong yang mengajak Yauw Lie dan ia sudah menuju ke tengah ruangan. Dan gadis itu mengikutinya.


Setelah memberi hormat kepada Liu Tek dan isterinya serta pada guru Ban Tek, Yauw Liu menghampiri Liu Hong dan setelah mereka saling berhadapan.


"Kakak Hong, harap engkau menaruh iba kepadaku dan jangan menjatuhkan tangan maut." ucap Yauw Lie yang tentu saja membuat Liu Hong tersenyum.


"Bersiaplah, adik Yauw!" seru Liu Hong yang sudah memasang kuda-kuda dan Yauw Liu juga memasang kuda-kuda.


 "Kakak Hong sambut seranganku!" seru Yauw Lie yang menyerang dengan cepat dan kuat sekali.


Karena selain untuk menguji pemuda itu, ia pun ingin memamerkan kelihaiannya. Kedua tangannya terbuka dan menyerang dengan dorongan kuat ke arah dada Liu Hong.


Pukulan ini bukan main-main karena dari kedua tangannya menyambar hawa pukulan yang amat kuat ke arah lawan. Hanya saja kalau dalam perkelahian menghadapi musuh Yauw Liu dapat mengisi serangan ini dengan dorongan yang mengandung hawa beracun, sekali ini ia tidak menggunakannya.


Namun angin dorongan itu masih tetap kuat dan terasa menyambar dada Liu Hong sebelum kedua tangan yang menyerang itu menyentuhnya.


Akan tetapi pemuda itu menarik kembali kedua tangannya yang gagal menyerang, lalu menyambung dengan tendangan kaki miring dari samping, tendangan yang mencuat dengan cepat ke arah leher lawan. Kaki kanannya itu mencuat tinggi dan mengandung kekuatan besar.


Yauw Lie mengelak dengan mudah. Dan Liu Hong merasa kagum di samping penasaran juga karena dua serangannya yang cukup dahsyat itu dengan muda Yauw Liu menghindarinya.


"Haiiiittt......!"


Kini ia menyerang lebih dahsyat lagi dan kedua tangannya menyerang dengan pukulan-pukulan kuat ke arah kepala dan diseling tendangan kaki ke arah perut.


Yauw Liu terkejut juga dan diam-diam dia memuji ketangkasan pemuda itu. Akan tetapi dengan tenang dia mundur dan setiap kali kaki dan tangan pemuda itu menyambar, dia menyambut dengan tangkisan.


"Dagh....! dugh....! dagh....! dugh.....!"


"Dagh....! dugh....! dagh....! dugh.....!"

__ADS_1


Liu Hong merasa betapa lengan dan kakinya tergetar setiap kali bertemu tangan gadis itu yang menangkis serangannya.


"Adik Yauw, jangan mengalah terus. Balas seranganku!" seru Liu Hong yang menatap ke arah Yauw Lie, ketika pada serangan selanjutnya gadis itu hanya mengelak atau menangkis.


Sampai belasan jurus semua serangannya dapat dihindarkan lawan, akan tetapi gadis itu belum pernah membalas.


"Haiiiittt....!"


Kemudian Liu Hong mengeluarkan jurus andalannya yang disebut Diman gerakannya cepat sekali, tubuhnya seolah menjadi bayangan yang berkelebatan dari delapan penjuru, kedua tangannya menghujankan serangan berupa tamparan, dorongan, pukulan, atau totokan yang amat cepat dan dahsyat.


Serangan kedua tangan yang bertubi-tubi masih diselingi tendangan-tendangan yang membahayakan lawan. Yauw Lie semakin kagum menghadapi serangan ini.


"Bagus!" seru Yauw Lie dan tiba-tiba tubuhnya berputar-putar seperti gasing.


Demikian cepatnya tubuh itu berputar sehingga yang tampak hanya bayangannya saja, putarannya makin lama semakin cepat.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...


   


   

__ADS_1


__ADS_2