Petualangan Pendekar Kecapi

Petualangan Pendekar Kecapi
Bab 141


__ADS_3

Kalau kaisar pemerintah mendekati pendekar aliran putih, maka pihak para pendekar aliran hitam yang merasa iri hati sebaliknya mereka mendekati para pejabat-pejabat yang bisa diajak kerjasama.


Mereka sudah sedemikian egois, setiap saat selalu mementingkan diri pribadi sehingga segala hal-hal yang menyenangkan dan baik hendak kita monopoli, sedapat mungkin segalanya itu diperuntukkan diri sendiri.


Karena setiap perorangan memiliki sikap mementingkan diri sendiri masing-masing, maka tidaklah mengherankan apabila dunia ini penuh dengan permusuhan pribadi, permusuhan antara keluarga, antara golongan, antar suku dan antar bangsa. Yang pada akhirnya menimbulkan konflik.


Permusuhan selalu mendatangkan dendam. Ketika Perguruan Elang Sakti dimusuhi para pejabat pemerintah, bukan hanya jagoan-jagoan istana dan para panglima saja yang menyerbu perguruan Elang Sakti, akan tetapi di antara mereka terdapat pula tokoh-tokoh dari kalangan pendekar aliran hitam yang membantu pejabat pemerintah.


Ketika pemerintah condong mendekati para pendekar aliran hitam giliran para pendekar aliran putih yang dimusuhi. Dendam mendendam yang tiada habisnya agaknya sudah menjadi pakaian manusia. Hanya kita sendiri yang mampu menanggalkannya dari diri kita masing-masing.


Saat ini keadaan berubah, lihat betapa pelaksanaan pembuatan terusan itu mengorbankan banyak rakyat jelata, membikin sengsara rakyat dengan adanya kerja-paksa yang dilakukan oleh pembesar-pembesar daerah, dengan penjilatan ke atas atau korupsi, banyak pendekar perguruan Elang Sakti menjadi penasaran.


Terjadilah perseteruan dari pihak perguruan Elang Sakt yang bentrok dengan pelaksana pengumpul tenaga rakyat. Di mana-mana terjadi perkelahian antara para pelaksana yang mempunyai jagoan-jagoan dengan para pendekar perguruan Elang Sakti.


Tentu saja hal ini terdengar oleh para pejabat dan mulai timbul perasaan tidak senang kepada kepada perguruan Elang Sakti.


Kesempatan ini digunakan oleh pendekar aliran hitam, yang tadinya merasa tersisih kini melihat kesempatan baik sekali untuk maju ke depan. Mereka berusaha untuk memperlebar jurang pemisah antara pemerintah dan pihak perguruan ada yang menghasut dan banyak yang membantu pemerintah dalam menghadapi para pendekar perguruan Elang Sakti.


Campur-tangan dari para pendekar aliran hitam tentu saja memperhebat pertentangan para para pendekar aliran purih dan pendekar perguruan Elang Sakti dengan pihak pemerintah sehingga seringkah terjadi perkelahian besar-besaran yang menjatuhkan korban cukup banyak, terutama di pihak pasukan pemerintah.


Hal ini terdengar oleh para pejabat pemerintahan, dan mereka berhasil mempengaruhi Kaisar. Dan Kaisar yang mendengar oleh berita laporan bahwa orang-orang perguruan Elang Sakti yang menentang kebijaksanaan pemerintah untuk membangun terusan besar, bahkan menyerang para pelaksana pekerjaan besar itu.

__ADS_1


Tentu saja Kaisar menjadi marah dan Kaisar Yang Ti memerintahkan untuk menghukum perguruan Elang Sakti, membasmi mereka yang memberontak dan memusnahkan gedung di perguruan Elang Sakti, dimana dulu dibangun dengan bantuan istana juga.


Itulah permulaan ilmu silat yang diajarkan kepada para pendekar di perguruan Elang sakti. Kemudian mereka memperkembangkan ilmu silat itu dan mulailah ilmu silat perguruan Elang Sakti memegang peran penting di dunia persilatan.


Latihan-latihan yang dilakukan para murid di perguruan Elang Sakti terkenal amat berat, namun justeru latihan berat inilah yang membuat ilmu silat Elang Sakti terkenal sebagai ilmu yang kokoh kuat, dan murid yang lulus dari perguruan ini miliki ilmu silat yang sudah matang dengan tenaga yang boleh diandalkan.


Banyak tokoh bermunculan dan ilmu silat siauw-lim terus berkembang, semakin banyak macamnya dan para cerdik pandai tiada hentinya mengerahkan segala bakat dan kepandaian mereka untuk menciptakan jurus-jurus baru.


Pada jaman pemerintah Kaisar Li seorang Kaisar dinasti Ming yang mempunyai hubungan dekat dengan perguruan Elang Sakti ketika terjadi banyak kerusuhan pemberontakan di sana-sini, kaisar ini minta bantuan para ahli silat dari perguruan Elang Sakti.


Melihat keadaan yang amat gawat itu dan pada pagi hari itu, para murid perguruan Elang Sakti itu berkumpul di gedung utama perguruan Elang Sakti.


Mereka menghadap seseorang petinggi perguruan Elang Sakti, yang nampak duduk di atas dipan bundar bersila dan orang itu sudah tua, Yang usianya kurang lebih sudah tujuh puluh tahun usia mereka.


Dia adalah ketua perguruan Elang Sakti yang terkenal sebagai seorang pemimpin yang jujur, adil, dan tegas maka disegani oleh semua murld perguruan Elang Sakti.


Ketua perguruan Elang Sakti itu kedatangan seorang tamu, yaitu seorang pendekar yang sebaya dengan dia. Pendekar ini adalah kakak seperguruannya, yang banyak melakukan perantauan untuk kepentingan membantu rakyat yang tertindas.


Puluhan tahun lamanya dia memperdalam ilmu-ilmunya di India, Nepal dan di Himalaya, dan di tempat terakhir itulah dia bertemu dengan Ketua perguruan Elang Sakti itu dan sama-sama belajar dan seorang pertapa yang sakti sehingga dia terhitung sebagai Kakak seperguruan dari ketua perguruan Elang Sakti itu.


Bukan main gembira rasa hati ketua perguruan Elang Sakti yang bernama Thian Cu itu saat menerima kunjungan kakak seperguruannya ini dan beberapa hari lamanya mereka bercakap-cakap tentang kekacauan di antara rakyat sehubungan dengan adanya paksaan terhadap rakyat untuk bekerja menggali terusan.

__ADS_1


"Bagaimana hati saya tidak akan merasa resah, saudaraku. Biarpun sudah lama saya tidak pernah keluar dari perguruan, akan tetapi banyak laporan para murid yang menceritakan tentang kesengsaraan rakyat jelata dengan adanya usaha pemerintah menggali terusan besar antara Sungai kuning dan Yang-ce itu. Jadi mau tidak mau, para murid perguruan Elang Sakti harus melindungi rakyat jelata dan karenanya seringkali terjadi bentrokan dengan para petugas pemerintah yang melaksanakan pengumpulan tenaga rakyat itu. Bukan bentrokan kecil-kecilan, bahkan sampai terjadi pertempuran yang menjatuhkan korban di kedua pihak. Sungguh hal ini memprihatinkan hati saya, Saudaraku!" kata ketua Thian Cu yang mengeluh karena ada pertentangan itu.


 Kakak seperguruan dari Ketua Thian Cu itu bertubuh gendut dengan perut besar bulat, kepalanya yang gundul itu pun bundar dan licin, mulutnya selalu tersenyum lebar seperti orang yang selalu gembira, sepasang matanya juga lembut dan ramah, akan tetapi sesuatu yang mencorong di dalam yang menunjukkan bahwa di balik muka yang kekanak-kanakan penuh senyum.


Pendekar tua itu bernama Hek Bin dimana mukanya hitam dan yang selalu ramah dan penuh senyum tawa, memandang dunia dan kehidupan manusia dari segi yang menggembirakan saja.


Akan tetapi jangan dipandang rendah semua keramahan dan kelembutan itu karena hwesio tua ini sesungguhnya memiliki kesaktian yang lebih tinggi dan lebih hebat dibandingkan dengan adik seperguruannya yang menjadi ketua perguruan Elang Sakti.


"Ha...ha....ha....!"


Mendengar keluhan adik sepergurunya, Hek Bin adalah nama dari kakak seperguruan ketua Thian Cu yang tertawa, lalu membelalakkan matanya yang bundar itu seraya memandang adik seperguruannya itu.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2