
"Akan tetapi, kalau dia menjadi pembantu tuan, berarti dia menjadi seorang petugas negara, bukan seorang pendekar lagi!" kata Kui Song yang berpendapat.
"Benar juga engkau. Nah, sekarang kita harus mempersiapkan pasukan untuk membasmi para pemberontak dan menangkap Cang Jin!" seru pembesar Liu Tai dengan mengulas senyumnya.
Liu Tai lalu menghubungi panglima yang segera mempersiapkan pasukan yang terdiri tidak kurang dari tiga ribu orang. Berangkatlah pasukan itu dengan cepat menuju ke Siong-an dan sarang pemberontak di bukit itu mereka kepung.
Para pemberontak menjadi terkejut sekali karena tidak menduga bahwa rahasia mereka terbuka, tidak menduga bahwa tempat itu demikian cepat dikepung pasukan pemerintah. Gan Lok lalu memerintahkan para pembantunya untuk mengatur pasukan melakukan perlawanan.
Namun, pertempuran itu hanya berlangsung setengah hari saja. Banyak pemberontak yang luka-luka dan tewas, lebih banyak lagi yang melarikan diri kocar-kacir.
Gan Lok dan wakil ketua Perguruan Serigala Emas, tewas dalam pertempuran itu. Sedangkan Hong Lan yang amat cerdik itu, sudah lebih dulu lolos dan melarikan diri dari tempat itu. Begitu melihat bahwa persekutuan itu tidak mempunyai harapan, dia pun cepat meninggalkannya.
Bahkan ketika dia pergi, dia masih sempat membawa sekantung emas dari kamar Gan Lok sehingga kini di dalam buntalan pakaiannya, terdapat emas yang cukup banyak.
Dia maklum bahwa cita-cita besar itu telah runtuh dan dia harus dapat menemukan pegangan lain yang lebih kuat. Ayahnya telah tiada, dan dia sekarang hidup seorang diri, maka dia harus dapat menggantikan kedudukan ayahnya yang pernah jaya.
Ayahnya telah gagal dalam usahanya memperoleh kedudukan tinggi. Selama dua tahun ayahnya meninggalkan dia, meninggalkan pertapaannya di Himalaya untuk bertualang dan dari ayahnya dia mendengar bahwa ayahnya telah mendirikan suatu kelompok penganut atau penyembah patung sesembahan yang bernama Raja Iblis Bumi Langit.
Menurut ayahnya banyak orang yang sudah menjadi pengikutnya, dan yang menyebarkan kepercayaan itu, terutama sekali adanya seorang murid dan pembantunya, yaitu Lui Seng.
Dia itulah yang harus dicarinya. Dia harus menggantikan kedudukan ayahnya, mengepalai kelompok itu dan memperkuat diri.
Hong Lan sama sekali tidak merasa menyesal karena dia telah membunuh ayahnya sendiri. Kar3na kalau tidak dibunuhnya, tentu dia yang mati di tangan ayahnya.
Kebetulan sekali kalau ayahnya meninggal, dan Hong Lan dapat malang-melintang, menggantikan kedudukan ayahnya. Dia pernah mendengar dari ayahnya akan nama tokoh-tokoh dunia persilatan yang kiranya akan dapat dijadikan sekutunya.
__ADS_1
Pada suatu pagi tibalah dia di kota Ceng-touw di Propinsi Shan-tung. Tidak sukar baginya untuk menemukan rumah Mo Li yang amat terkenal di dunia persilatan.
Setelah menemukan rumah Mo Li rumah yang megah dan indah itu, dia pun langsung saja memasuki pekarangan rumah dengan sikap yang amat tenang.
Memang rumah itu tempat tinggal Mo Li. Sekitar enam tujuh tahun yang lalu, Hok Cu pernah tinggal di tempat itu sebagai murid Mo Li yang cantik dan lihai.
Saat ini wanita iblis itu sudah mengalami banyak perubahan, usianya yang sudah berusia lima puluh tujuh tahun dia sudah menjadi seorang nenek. Biarpun usianya sudah ima puluh tujuh tahun, ia masih nampak cantik pesolek, dengan pakaian mewah.
Tentang ilmu kepandaian, ia malah lebih lihai dan lebih matang dibandingkan tujuh tahun yang lalu. Seperti kita ketahui, tujuh tahun yang lalu, karena tidak cocok dengan perbuatan gurunya yang menjadi pengikut penyembah patung sesembahan dan menjadi kekasih Lui Seng, tokoh sesat yang memimpin kelompok penyembah Raja Iblis itu.
Hok Cu melarikan diri dari rumah itu. Ia dikejar oleh Mo Li dan Lui Seng, dan tentu sudah tertawan kembali kalau saja tidak ditolong oleh Biksu Hek Bin dan kemudian menjadi muridnya.
Sejak dihajar oleh Biksu Hek Bin itulah, Mo Li dan Lui Seng lebih banyak berdiam di rumah. Akan tetapi mereka tidak tinggal diam, sebaliknya mereka berdua itu menggembleng diri dengan bermacam ilmu, menggabungkan ilmu mereka berdua, dan selain itu juga mereka memperkembang-luaskan aliran mereka sehingga memperoleh banyak sekali pengikut.
Dan mulai terkenalah suatu aliran kepercayaan atau agama baru yang dikenal dengan sebutan Aliran Bumi dan Langit.
Namun, tidak seperti aliran lain para pengikut aliran ini tidak ada pantangan apa pun. Satu-satunya tanda sebagai petugas dan anggota aliran Bumi dan Langit hanyalah adanya lencana di dada mereka, yang berwarna merah.
Banyak orang berduyun datang untuk menjadi anggota, atau sekedar untuk bersembahyang di dalam kelenteng itu minta berkah, minta ringan jodoh, obat, rejeki dan sebagainya.
Atau ada yang hanya ingin mengagumi para pelayan kelenteng yang cantik-cantik dan tampan-tampan. Dan lebih daripada itu, mereka itu murah senyum, mudah bergaul dan mudah pula diajak kencan.
Akan tetapi, keadaan yang menyenangkan dan menarik minat masyarakat biasa ini hanya di luar saja. Di sebelah dalam, Lui Seng yang dibantu Mo Li memperkuat diri dengan menarik banyak tokoh sesat untuk bergabung dan bersekutu.
Sehingga kini jumlah anggota aliran Bumi dan Langit yang sudah lihai ilmu silatnya terdapat ratusan orang. Mereka ini lalu disebar ke daerah lain untuk mengembangkan aliran tersebut.
__ADS_1
Selama tujuh tahun saja, aliran Bumi dan Langit meluas dan memiliki cabang di banyak tempat, dengan kelenteng-kelenteng yang mewah dan menyenangkan.
Mulailah banyak uang mengalir masuk, karena pandainya para anggota Aliran bumi dan Langit menyebar berita kalau pengobatan pad aliran Bumi dan Langit yang bisa memenuhi segala permintaan orang.
Mungkin karena amat percaya, maka banyak orang terkabul keinginan hati mereka setelah melakukan sembahyang di kelenteng Aliran bumi dan Langit, dan untuk imbalan, mereka memberi sumbangan yang besar sehingga aliran Bumi dan Langit, dalam waktu tujuh tahun saja, menjadi perkumpulan aliran baru yang kaya.
Demikianlah keadaan Mo Li dan Lui Seng yang dahulunya merupakan seorang yang ditakuti karena dia lihai sekali. Akan tetapi setelah dia bertemu dan ditalukkan oleh mendiang Bang Cu, dia lalu menjadi murid dan pembantu datuk besar itu.
Kemudia dia menjadi penyebar aliran Bumi dan Langit itu. Melalui kepercayaan ini pula dia berhasil memikat hati mo Li yang kemudian menjadi pembantu dan juga kekasihnya.
Bahkan tempat tinggal Mo Li di kota Ceng-touw dijadikan pusat aliran Bumi dan Langit.
Ketika Hong Lan memasuki pekarangan dan melihat banyak orang mendatangi bangunan kuil di sebelah rumah besar itu, dia pun tertarik dan menuju ke kuil itu.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1