
Karena ia sudah merasa kewalahan menghadapi pengeroyokan orang sedemikian banyaknya dan kesemuanya lihai, tanpa berpikir panjang lagi Hok Cu segera mengerahkan jurus meringankan tubuhnya untuk melayang ke atas pohon.
Sementara itu, pemuda tinggi besar itu sudah mengamuk. Tongkatnya berubah menjadi gulungan sinar kehijauan yang menerjang ke sana-sini, menutup jalan bagi para pengeroyok yang hendak melakukan pengejaran terhadap Hok Cu.
Melihat pemuda ini, Hong Lan terkejut sekali. Inilah pemuda yang pernah menggagalkan dia memperkosa Cu Ming dan pemuda ini pula orang yang menggagalkan perampokan atas diri Liu Tai.
"Bunuh dia! Dia antek Liu Tai dari kota raja!" teriak Hong Lan yang sudah merasakan kelihaian pemuda tinggi besar itu,
Mendengar teriakan Hong Lan yang seolah itu perintah, mereka yang tadi mengeroyok Hok Cu kini maju mengepung pemuda tinggi besar itu.
Pemuda itu agaknya juga tidak ingin melawan melainkan hanya ingin menyelamatkan Hok Cu. Buktinya, dia yang tadi mutar tongkatnya, setelah melihat gadis itu melayang naik ke atas pohon, dia segera meloncat naik ke atas pohon dengan gerakan yang indah dan cepat.
"Kejar! Bunuh dia!" seru Hong Lan akan tetapi pada saat itu.
"Jangan kejar! Kalau kalian mau memusuhi pendekar Naga sakti!l" seru Gan Lok yang tak ingin melebarkan masalah mereka.
"Saudara kalian, jangan kejar. Biarkan dia pergi!" seru wakil ketua perguruan Serigala Emas.
Hong Lan mengerutkan alisnya, akan tetapi dalam keadaan seperti itu tidak berani menentang Keputusan ketua perguruan Serigala Emas itu.
"Ketua Gan Lok! sudah jelas bahwa orang itu adalah pembantu Liu Tai kota raja, kenapa dia dibiarkan pergi?" tanya Hong Lan yang penasaran.
"Kamibselamanya tidak akan mau memusuhi pendekar-pendekar dari Sungai Kuning. Kami berani tanggung bahwa dia bukanlah kaki tangan pemerintah, bukan pula antek pembesar korup. Para pendekar-pendekar dari aliran sungai Kuning adalah pendekar yang selalu membela rakyat, dan entah sudah berapa rakyat kami yang menerima pertolongannya dari tangan penjahat-penjahat. Oleh karena itu, sungguh tidak mungkin kalau kami harus memusuhinya!" jelas Gan Lok.
"Kami juga pernah mendengar nama besar pendekar Kecapi sebagai seorang patriot dan pendekar besar. Nah! Saudara Hong Lan, sekarang sudah jelas kenapa kami tidak mengejar pendekar naga sakti itu. Kita harus mendahulukan kepentingan perjuangan daripada kepentingan pribadi. Mari kita kembali dan melanjutkan pembicaraan di sana." jelas Gan Lok.
__ADS_1
"Baiklah!" kata Hong Lan yang menganggukkan kepalanya dan mereka semua kembali ke sarang gerombolan itu untuk mengadakan perundingan dan menentukan langkah selanjutnya.
Biarpun hatinya tidak puas karena Hok Cu dapat meloloskan diri namun Hong Lan yang mengharapkan kedudukan dan kemuliaan, ikut pula dengan mereka dan sejak hari itu dia di terima sebagai anggota pimpinan, bahkan dijadikan pembantu utama Gan Lok karena dia memiliki ilmu kepandaian paling lihai di antara para pembantu lainnya.
Sementara itu Hok Cu yang melarikan diri dari pertempuran itu dan disusul oleh Pemuda yang tinggi besar itu, berloncatan dari pohon ke pohon. Kemudian turun dan melanjutkan lari dengan cepat sekali seperti dua orang yang sedang berlumba lari, meninggalkan hutan itu dan mendaki bukit, bahkan melewati puncak dan turun lagi di sebelah sana bukit.
Keduanya mengerahkan tenaga dan jurus meringankan tubuh, seolah-olah sudah bersepakat tanpa kata untuk mengadu lari. Keduanya merasa heran dan juga kagum karena betapapun mereka mengerahkan seluruh tenaga, ternyata mereka tetap saja lari berdampingan, tidak ada yang kalah atau menang.
Hok Cu yang berhenti terlebih dahulu dan pemuda tinggi besar itu pun berhenti. Tubuh Hok Cu bermandi peluh akan tetapi pemuda itu hanya berkeringat sedikit saja di dahinya.
Hal ini tidak aneh, karena tadi Hok Cu telah memeras tenaga ketika menghadapi pengeroyokan. Mereka berdiri dalam jarak empat meter, saling pandang dengan penuh selidik.
Pemuda itu yang bukan lain adalah Han Beng tidak memperlihatkan kekagumannya. Seorang gadis yang cantik jelita dan tadi dia sudah melihat sendiri betapa lihainya gadis itu menghadapi pengeroyokan belasan orang yang rata-rata memiliki ilmu kepandaian tinggi.
Bahkan dia sudah merasakan sendiri betapa hebatnya ilmu berlari cepat gadis ini. Di lain pihak Hok Cu juga memandang dengan penasaran dan heran. Dia mengenal pemuda tinggi besar yang telah menyelamatka Liu Tai ketika kereta pembesar itu dikeroyok banyak orang, bahkan ia sendiri sudah pernah berkelahi selama beberapa jurus melawan pemuda itu ketika la membantu Hong Lan yang terdesak oleh pemuda tinggi besar ini.
Seru mereka yang bersamaan.
"Apanya yang aneh, Nona?" tanya Han Beng.
"Kau juga mengatakan aneh. Jelaskan dulu kenapa kau mengatakan Aneh. Apanya yang aneh, baru nanti akan kujawab pertanyaanmu," kata Hok Cu.
Han Beng tersenyum dan tidak merasa tersinggung. Biarpun belum banyak pengalamannya dengan wanita, namun sudah beberapa kali dia bergaul dengan wanita dan mulai mengenal watak umum dari makhluk ini.
Lembut, menarik, menyembunyikan kekuatan dalam tubuh yang nampak lemah, ingin dimanja, ingin dipentingkan, selalu ingin menang.
__ADS_1
"Nona, aku merasa aneh dan heran sekali melihat kau dikeroyok mereka tadi. Bukankah tadi ketika mereka hendak merampok kereta Liu Tai, dan kau nembantu mereka dan bahkan ikut menyerangku? kenapa keadaannya kini menjadi terbalik?" tanya Han Beng yang penasaran.
"Aku juga merasa aneh dan heran melihat kau. Bukankah tadi kau menjadi kaki tangan dan pelindung Liu Tai, pembesar yang korup itu? Lantas kenapa pula sekarang kau membantuvaku?" tanya Hok Cu yang penasaran.
Kembali Han Beng tersenyum. Pertanyaan dibalas pertanyaan pula, tanpa menjawab pertanyaannya lebih dulu.
"Rupanya gadis ini memang perlu diberi keterangan yang jelas karena melihat sikapnya dan kata-katanya, dia menganggap Liu Tai sebagai seorang pembesar yang korup." kata dalam hati Han Beng.
"Ah, kiranya Nona salah sangka sama sekali. Liu Tai bukanlah seorang pembesar yang korup. Dia adalah utusan Kaisar dia seorang petugas dari istana yang melakukan penelitian dan penyelidik tentang pelaksanaan pengumpulan tenaga kerja untuk membuat terusan dan........." jelas Han Beng yang belum selesai.
"Hemmm, seperti aku tidak mengerti saja!" kata Hok Cu dengan galak, memotong ucapan Han Beng.
"Aku sudah mengenal baik isi perut pembesar daerah. Mereka memaksa rakyat untuk dijadikan pekerja paksa tanpa bayaran, dan biaya untuk itu masuk ke kantung mereka sendiri. Aku tahu bahwa Liu Tai datang dari kota raja untuk mengadakan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pengumpulan tenaga kerja itu di daerah Siong-an, di istana Can Tai melakukan korupsi besar-besaran dan memaksa rakyat jelata untuk bekerja tanpa bayaran." kata Hok Cu, yang berhenti sejenak.
"Aku menyaksikan sendiri dalam rumah makan itu betapa Cang Tai telah menyerahkan sepeti emas permata dan dua orang gadis remaja sebagai suapan kepada Liu Tai. Pembesar makan sogokan macam itu yang kaukatakan bukan seorang pembesar korup!" lanjut seru Hok Cu yang yakin kalau dirinya itu dipihak yang benar.
...~¥~...
...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...