Petualangan Pendekar Kecapi

Petualangan Pendekar Kecapi
Bab 243


__ADS_3

Tentu saja Hong Lan terkejut bukan main. Dia telah keliru menilai lawan dan kini dia sendirilah yang menjadi sibuk bukan main. Tubuhnya masih di udara dan lawan telah mengirim serangan kilat bertubi-tubi.


Hong Lan sibuk mengelak menangkis, akan tetapi karena tubuhnya masih di udara, ketika tangannya menangkis tendangan, tubuhnya terpental jauh hampir saja dia terbanting kaiau dia tidak cepat berjungkir balik sampai lima kali! Dia tidak terluka, akan tetapi terkejut setengah mati, dan dia pun marah.


Baru tahulah dia kalau Hok Cu adalah seorang gadis yang sama sekali tidak boleh dipandang ringan.


"Aaaauuimmm.....!"


 Sambil mengeluarkan suara menggereng nyaring dia sudah meloncat ke depan Hok Cu. Gerengan ini bukan sekedar yang dikeluarkan karena marah, melainkan suatu ilmu yang diwarisi dari ayahnya, yaitu Jurus Auman Singa.


Pengaruh dari gerengan ini hebat sekali sehingga sekali seekor singa menggereng, calon korbannya sudah menjadi lumpuh dan tidak mampu lari lagi.


Sebagai seorang murid dari Biksu Hek Bin, tentu saja Hok Cu tidak terpengaruh oleh gerengan yang mengandung tenaga dalam itu. Gadis itu mengerahkan tenaga dalamnya juga dan hanya memandang dengan senyum simpul.


Hong Lan menyerang lagi, dan sekali ini karena dia tidak lagi memandang rendah lawan, serangannya hebat karena dia sudah mainkan jurus yang lainya. Kedua tangannya itu mencakar-cakar dan mengeluarkan suara bercicitan mengerikan.


Hok Cu sedikit terkejut melihat serangan kedua tangan yang dahsyat itu. Ia mengelak dengan langkah mundur menjauhkan jarak.


Kembali Hok Cu dikagetkan ketika tiba-tiba kedua tangan itu mulai panjang dan melanjutkan cakarannya yang tadi dielakkan dengan mundur sehingga tidak sampai. Kedua lengan pemuda itu memanjang.


Hampir saja pundak Hok Cu terkena cakaran tangan Hong Lan dan sambil menangkis, ia sempat terhuyung. Kesempatan ini dipergunakan oleh Hong Lan untuk mencoba mendesak gadis itu dengan jurus-jurus berikutnya.


Hok Cu menjadi gemas, karena dia tahu kalau pemuda itu sudah mempergunakan ilmu dari golongan sesat. Sejak menjadi murid biksu Hek bin, ia tidak pernah lagi melatih ilmu-ilmu golongan hitam yang pernah ia pelajari dari Mo Li.


Akan tetapi menghadapi ilmu sesat dari lawan, ia pun menangkis sambil balas mencakar dan kini ia sudah mengerahkan ilmu dari Mo Li.


Kedua tangannya berubah kehitaman, terutama kuku jari tangannya. Kuku itu mengandung hawa beracun yang mematikan.

__ADS_1


Melihat itu, Hong Lan terbelalak. Kiranya gadis itu memiliki ilmu silat golongan sesat yang demikian dahsyat dan berbahaya. Dia tahu akan berbahayanya kuku menghitam seperti itu dan sebentar saja dia sudah terdesak hebat dan selalu mengelak sambil berlompatan mundur dengan hati ngeri.


Karena tidak mampu lagi menahan desakan lawan, tanpa malu-malu lagi Hong Lan mencabut suling dan pedangnya, memutar kedua senjata ini, sulingnya memapaki lengan lawan dan menotok ke arah pergelangan, sedang pedangnya membabat ke arah leher.


"Tranggggg............!"


Kembali Hong Lan terkejut karena begitu pedangnya bertemu dengan pedang tumpul yang ada di tangan gadis itu yang saat ini sedang menangkisnya, bunga api berpijar dan pedangnya terpental keras.


Hong Lan dengan segera mengatur seimbangan tubuhnya dan kini dia m nyerang dengan cepat dan gencar, mengeluarkan semua kepandaiannya dan mengerahkan seluruh tenaga karena Hong Lan kini yakin betapa lihainya gadis ini dan kalau dia tidak berhati-hati, tidak mengeluarkan seluruh yang ada padanya, maka akan sukarlah baginya mencapai kemenangan.


Dan terjadilah perkelahian yang amat seru dan dahsyat. Semua orang yang berada di situ memandang bengong, kaget dan kagum melihat betapa gadis jelita itu bukan saja mampu menandingi Hong Lan, bahkan agaknya membuat pemuda perkasa itu kewalahan.


Hong Lan adalah putera Beng Cu, seorang datuk sesat, seorang yang bahkan memiliki ilmu hitam dan mendirikan aliran agama baru. Hong Lan bukan saja telah mewarisi semua ilmu ayahnya, bahkan tingkatnya sudah melampaui ayahnya dan Jika pun dalam perkelahian antara ayah dan anak yang aneh telah berhasil membunuh ayahnya sendiri.


Hal ini saja sudah membuktikan bahwa Hong Lan amat lihai. Kalau saja lawannya Hok Cu, hanya menjadi murid Mo Li, sangat mustahil gadis ini akan mampu menandingi Hong Lan.


Tapi Hok Cu telah digembleng oleh Biksu Hek Bin yang sakti. llmu-iilmu yang diberikan oleh biksu Hek Bin kepada gadis ini adalah ilmu-ilmu tingkat tinggi yang jauh lebih ampuh di bandingkan dengan ilmu-ilmu yang sesat seperti yang dipelajari Hong Lan.


Oleh karena itu, dalam penghimpunan tenaga murni pun Hok Cu masih lebih bersih dan masih menang setingkat. Apalagi ditambah bahwa Hok Cu pernah menjadi murid tokoh sesat, maka ia mengenal ciri-ciri ilmu yang dimainkan Hong Lan, atau setidaknya ia tidak akan kaget menghadapi tipu muslihat dalam ilmu golongan hitam itu.


Pedang di tangan Hok Cu boleh jadi amat kasar dan buruk, lagi tumpul. Namun itu bukanlah senjata sembarang saja, melainkan sebuah senjata pusaka yang amat ampuh milik gurunya biksu Hek Bin.


Pedang tumpul itu adalah pedang kuno yang terbuat dari baja yang terkandung dalam batu bintang yang turun dari langit. Pedang terbuat dari semacam baja yang teramat keras dan kuat dan agaknya itulah yang menyebabkan mengapa pedang itu tidak dapat dibuat dengan baik, melainkan kasar dan tumpul.


Pedang tumpul itu sangat keras dan kuatnya sungguh luar biasa sekali sehingga setiap kali pedang di tangan Hong Lan bertemu dengan pedang pemuda itu maka pedang pemuda itu akan terpental dengan keras.


Padahal pedang yang dipergunakan pemuda itu pun bukan pedang biasa, melainkan pedang yang cukup ampuh, peninggalan dari Beng Cu.

__ADS_1


Pertandingan itu semakin seru dan kini bayangan kedua orang itu lenyap terbungkus sinar pedang mereka, juga karena cepatnya gerakan mereka sehingga tubuh mereka hanya menjadi bayangan.


Namun kelihatan seimbang, diam-diam Hong Lan mulai bermandi keringat dingin karena dia terdesak hebat dan beberapa kali hampir saja sinar pedang tumpul milik Hok Cu, hampir saja menyentuh tubuhnya.


Dengan penasaran dan juga marah, tiba-tiba dia mengeluarkan suara melengking dan tubuhnya nampak melayang ke atas. Hok Cu juga loncat dan mereka mengadu senjata udara.


"Trang......Trang..... Trang....!"


"Trakk....!"


Keduanya melayang turun dan ternyata suling di tangan Hong Lan telah remuk bertemu dengan pedang tumpul.


Pemuda ini membalik dan memandang lawan dengan marah, lalu dia mengeluarkan suara melengking lagi, tubuhnya meloncat ke atas seperti seekor burung elang yang hendak menyambar mangsanya.


Namun Hok Cu juga meloncat ke atas menyambut serangan itu dan kembali terdengar suara nyaring bertemunya pedang diikuti percikan bunga api.


Ketika keduanya turun, semua orang melihat betapa pundak Hong Lan berdarah, bajunya robek. Dia telah terluka karena pundak kirinya diserempet pedang yang nyaris membabat lehernya.


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2