Petualangan Pendekar Kecapi

Petualangan Pendekar Kecapi
Bab 263


__ADS_3

Dengan gerakan indah pemuda itu melompat turun dari atas meja, menghadapi Lui Seng dan Mo Li


Dua orang pimpinan aliran Bumi dan Langit itu bangkit berdiri dan sejenak mereka mengamati wajah Hong Lan.


"Apakah kalian masih belum mau percaya? Raja iblis sendiri yang berkenan memberitahu kalian! Aku adalah Hong Lan, aku putra tunggal mendiang Hong Cu dan aku yang ditugaskan untuk menjadi penggantinya!" seru Hong Lan tersenyum dan terdengar suaranya lantang dan gembira. Lalu dia memandang kepada Koan Bok, Koan Tek dan Kok Sian.


"Aku sungguh tidak ingin bermusuhan dengan saudaraku sekalian, melainkan ingin bersahabat. Silakan kalian mundur kembali ke tempat masing-masing karena urusan ini adalah urusan pribadi antara para pimpinan aliran Bumi dan Langit." lanjut kata Hong Lan.


Tiga orang itu belum sampai dirobohkan, jadi belum kehilangan muka. Akan tetapi mereka maklum kalau tadi dilanjutkan, mereka pun akan roboh. Kini, mereka mendapatkan kesempatan baik untuk mundur tanpa kehilangan muka, karena urusan pribadi antara para pimpinan aliran Bumi dan Langit memang tidak sepatutnya mereka ikut mencampuri.


Mereka pun kembali ke tempat duduk masing-masing dan yang berdiri di panggung hanya tinggal dua orang ketua itu yang berhadapan dengan Hong Lan.


Sejenak Hong Lan saling tatap dengan dua orang ketua itu dan dia tahu bahwa biarpun mereka berdua kini agaknya percaya kepadanya, namun masih terdapat keraguan dan ketidak-puasan.


"Bagaimana sekarang pendapat kalian? Apakah kalian sudah percaya kepadaku dan mau mengakui aku sebagai pengganti Hong Cu dan memimpin aliran Bumi dan?" tanya Hong Lan dengan sikap tenang, ramah dan suara lembut.


"Hm, bagaimana kami harus menjawab?" kata Lui Seng yang balik bertanya.


"Memang kami sudah menyaksikan sendiri bahwa kau dapat mengubah diri menjadi pujaan kami Raja Iblis, akan tetapi kau masih begini muda, sedangkan memimpin aliran Bumi dan Langit membutuhkan seorang yang sudah berpengalaman agar perkumpulan ini dapat meperoleh kemajuan." lanjut kata Lui Seng.


"Juga seorang ketua harus memiliki ilmu kepandaian yang tinggi sehingga akan mampu menjaga nama dan kehormatan perkumpulan yang diasuhnya!" sambung Mo Li.


Hong Lan tersenyum.

__ADS_1


"Pendapat kalian berdua memang benar. Aku pun berpendapat demikian. Oleh karena itu, aku tidak ingin menurunkan kalian dari kedudukan kalian yang sekarang. kalian akan tetap menjadi ketua dan wakil aliran Bumi dan Langit. Akan tetapi kalian berdua berada dibawah pengawasan dan kekuasaanku, karena aku yang menjadi pemimpin umum. Pekerjaan sehari-hari boleh kalian laksanakan, akan tetapi segala hal yang penting harus lebih dahulu mendapat persetujuanku. Dan tentang ilmu kepandaian, kalau yang kuperlihatkan tadi belum meyakinkan hati kalian? nah, kalian boleh maju sendiri untuk mengujiku!" seru Hong Lan yang kemudian dengan tangan kanannya bergerak dan tahu-tahu dia telah memegang sebatang pedang di tangan kanan, dan sulingnya masih berada di tangan kirinya.


"Lui Seng, ingin sekali aku mencoba kehebatan golok besarmu dan melihat sampai di mana kemajuanmu menerima bimbingan ilmu silat dari Ayahku!" kata Hong Lan dan kini suaranya mengandung wibawa dan tegas, tidak lagi bersikap seperti orang bermain-main seperti tadi.


Lui Seng juga tidak berani mengajak Mo Li untuk melakukan pengeroyokan lagi. Bagaimanapun juga, dia sudah hampir merasa yakin bahwa pemuda ini memang pengganti Hong Cu. Entah itu puteranya entah muridnya, namun buktinya mampu mengubah diri menjadi raja iblis itu.


Dan kesempatan mengadu ilmu silat ini pun memberi kesempatan baginya untuk membuktikan apakah benar pemuda ini putera gurunya, karena kalau hal ini benar tentu pemuda itu mengenal ilmu-ilmu yang dipelajarinya dari Hong Cu.


Tanpa mengeluarkan kata-kata lagi, Lui Seng sudah mencabut sebatang golok besar yang berkilauan saking tajamnya. Sebelum menjadi murid Hong Cu, Lui Seng sudah menjadi perampok tunggal yang di takuti. Karena kebetulan saja, yaitu berjumpa dengan Hong Cu dan hendak merampoknya, maka dia berkenalan dengan pendiri aliran Bumi dan Langit itu.


Dengan mudah dia dikalahkan dan sejak itulah dia menjadi pengikut dan menerima pelajaran dan Hong Cu. Bukan hanya tentang penyembahan Raja Iblis, akan tetapi sedikit ilmu sihir dan juga ilmu silat Naga Setan.


"Lui Seng, kau boleh mulai menyerangku!" kata Hong Lan. Nada suaranya sudah memerintah.


Biarpun ketua aliran bumi dan Langit ini nampaknya sudah percaya dan tunduk kepada Hong Lan namun ketika dia menyerang tahulah Hong Lan bahwa sebenarnya di dalam hatinya ketua ini masih merasa penasaran.


Dalam serangan itu terkandung kemaarahan dan kebencian sehingga serangan itu merupakan gerakan dahsyat yang amat berbahaya dan mematikan, liong Lan dapat mengerti kemarahan ketua ini.


Bagaimanapun juga, tentu orang yang sudah berpengalaman ini masih merasa penasaran kalau harus mempunyai atasan seorang pemuda seperti dia! Maka, dia pun ingin memamerkan kepandaiannya.


Melihat serangan golok itu, dia tahu bahwa dari ayahnya, ketua ini hanya menerima pelajaran Koai-Liong kiam saja yang agaknya kini di sesuaikan dengan gerakan golok. Dia memutar pedangnya, dengan jurus-jurus dari ilmu pedangnya dan karena memang tingkat kepandaian pemuda ini jauh lebih tinggi, maka Liu Seng seolah-olah menghadapi sebuah dinding baja yang amat kuat, yang menolak seluruh jurus serangannya.


Dia pun mengenal gerakan pedang pemuda itu yang memainkan ilmu pedang tersebut, akan tetapi demikian hebatnya permainan itu sehingga pandangan matanya menjadi silau dan dia seperti berhadapan dengan dinding baja yang sudah ditembus.

__ADS_1


Setelah lewat tiga puluh jurus, habislah sudah semua jurus Koai liong kiam dia mainkan untuk menyerang, pemuda itu dan kini dia pun yakin bahwa memang pemuda ini telah mewarisi ilmu-ilmu dari gurunya, bukan hanya ilmu silat, akan tetapi juga ilmu mengubah diri menjadi raja Iblis.


Tiba-tiba dia teringat akan sesuatu. Biarpun tidak banyak, dia pernah mempelajari ilmu sihir. Belum tentu pemuda ini mengenal sihir pula dan kalau demikian halnya, Betapapun lihainya ilmu silat pemuda ini, kalau sampai dapat dia kuasai dengan sihirnya, maka dia akan mampu menundukkannya.


Di samping harapan ini, juga dia dapat mempergunakannya sebagai ujian sampai di mana pemuda ini mewarisi ilmu-ilmu dari Hong Cu yang diaku sebagai ayahnya itu.


"Hong Lan, berlututlah kau!" tiba-tiba ketua itu membentak sambil mengerahkan seluruh kekuatan sihirnya. Semua anggota aliran Bumi dan Langit memandang dengan hati tegang.


Mereka semua tahu bahwa kauw-cu mereka memiliki ilmu sihir yang amat kuat dan dia dapat memaksa setiap orang dengan perintah sihirnya. Akan tetapi, terjadilah hal yang sama sekali tidak mereka duga.


Pemuda yang memegang pedang dan suling itu sama sekali tidak berlutut, bahkan dia berkata dengan suara yang nyaring.


"Kaulah yang berlutut di depanku, Lui Seng!"


...~¥~...


...Mohon dukungannya dan terima kasih telah memberikan Like/komentar/rate 5/gift maupun votenya untuk novel Petualangan Pendekar Kecapi ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih ini...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2